Pendaftaran CPNS Dibuka 30 Juni 2021

 

https: img.okezone.com content 2021 06 22 320 2429183 yuk-siap-siap-pendaftaran-cpns-dibuka-30-juni-2021-vmIUOLqEsr.jpeg 
Pendaftaran CPNS 2021 (Foto: Okezone) 

Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 akhirnya akan dibuka pada 30 Juni 2021. Kabar ini ditunggu-tunggu masyarakat yang ingin melamar jadi CPNS.

"Dibuka pendaftarannya pada 30 Juni nanti, karena pemerintah juga menargetkan rekrutmen CPNS dan PPPK rampung Desember 2021," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

Pihaknya akan terus mengupayakan agar pendaftaran ini bisa dilaksanakan secara tepat waktu. Jika tidak, atau diundur, dikhawatirkan akan menimbulkan kesulitan anggaran.

"Sampai saat ini proses entry data formasi untuk 13 instansi pusat tengah berjalan, selebihnya sudah selesai. Sedangkan untuk daerah masih terdapat sembilan instansi yang formasinya belum clear," ungkap Bima.

Jika ingin mendaftar CPNS, bisa mengakses situs resmi pendaftaran CPNS yakni sscasn.bkn.go.id.

(dni)Okz

»»

8 Kementerian dan Lembaga Sudah Umumkan Lowongan CPNS 2021


Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)

 Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 akan segera dibuka. Rencananya, pendaftaran CPNS 2021 ini akan dimulai pada akhir Juni 2021.

Sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) pun telah mengumumkan formasi CPNS 2021 ini. Setidaknya, telah ada 8 kementerian dan lembaga yang siap membuka CPNS 2021.

K/L yang sudah mengumumkan kebutuhan formasi CPNS 2021 antara lain Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Berikut rinciannya:

1. Kemenhub

Kemenhub telah membuka seleksi CPNS 2021. Salah satu syarat CPNS untuk Kemenhub adalah tingkat pendidikan mulai dari SLTA sampai dengan S2.

Jumlah formasi CPNS yang tersebar di seluruh unit kerja Kemenhub adalah sebanyak 1.445 yang terdiri dari Setjen, Itjen, Darat, Laut, Udara, Perkeretaapian, Badan Litbang, BSDMP dan BPTJ.

Seleksi yang harus dilewati untuk mengikuti CPNS Kemenhub tahun 2021 adalah dengan melakukan seleksi administrasi. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi kompetensi dasar (SKD) sebesar 40 persen dan seleksi kompetensi bidang (SKB) dengan persentase 60 persen.

Bagi pendaftar juga harus memperhatikan kelengkapan lamaran seperti ijazah, KTP, dan dokumen lainnya yang sesuai dengan persyaratan.

2. Kemenlu

Dalam persyaratan CPNS 2021 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), peserta minimal harus berlatar belakang pendidikan lulusan S1. Ada 332 lowongan CPNS Kemenlu.

Berikut beberapa diantaranya:

1. Diplomat (140 formasi)

S1 Hubungan Internasional, Hukum, Hukum bisnis, Ekonomi, Ekonomi pembangunan, Ilmu ekonomi, ilmu ekonomi studi pembangunan, komunikasi, hubungan masyarakat, manajemen komunikasi, sastra Arab, sastra Cina, Sastra Inggris,sastra Jepang, sastra Korea, sastra Rusia.

2. Penata kanselerai (80 formasi)

S1 manajemen, akuntansi, ekonomi, administrasi bisnis, administrasi niaga, administrasi fiskal, administrasi perpajakan, administrasi publik dan administrasi negara.

3. Pranata informasi diplomatik (44 formasi)

Lowongan CPNS untuk formasi ini dicari dari S1 Ilmu Komputer, Teknik komputer, Teknik informatika, sistem informasi, ilmu statistik, Teknik elektro.

4. Perancang peraturan perundang-undangan, minimal S1 hukum (1 Formasi)

5. Perencana, minimal S1 manajemen (6 formasi)

6. Arsiparis, S1 manajemen (2 formasi)

7. Pengelola pengadaan barang/jasa, S1 akuntansi (3 formasi)

8. Auditor, S1 akuntansi (6 formasi)

9. Analis SDM aparatur, minimal S1 ilmu administrasi negara, administrasi publik, dan S1 manajemen. (10 formasi)

10. Asesor SDM aparatur, yang dibutuhkan S1 psikologi (93 formasi)

3. Polri 

Suasana jelang tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (26/10). Tes SKD CPNS dilakukan di 269 titik lokasi tes di 34 provinsi di Indonesia. (/Immanuel Antonius)

Polri juga telah membuka lowongan untuk CPNS 2021, terdapat formasi khusus untuk lulusan terbaik (cumlaude), PA/PI Papua, dan penyandang disabilitas.

Pada rapat virtual koordinasi dan sosialisasi pengadaan CPNS Polri Tahun 2021, Jumat (18/06/2021), total keseluruhan formasi sebanyak 1.035 formasi yang dialokasikan ke 722 formasi untuk tenaga medis, 313 formasi untuk tenaga teknis, 232 formasi untuk mabes, 803 formasi untuk Polda.

Selain itu, terdapat formasi khusus yang tersedia adalah sebanyak 128 formasi yang terdiri dari 104 formasi khusus lulusan terbaik (Cumlaude), 21 formasi khusus disabilitas, dan 3 formasi khusus PA/PI Papua.

Formasi yang ada berasal dari berbagai bidang mulai dari bidang kesehatan hingga teknis.

4. BPK

BPK membuka sebanyak 1.320 formasi pada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Pada seleksi kali ini, BPK utamanya mencari calon abdi negara yang bisa mengisi kursi jabatan pemeriksa.

"BPK mendapatkan formasi yang cukup banyak pada tahun 2021, yaitu 1.320 untuk jabatan pemeriksa dan jabatan lainnya, yang utamanya jabatan pemeriksa," kat Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (8/6/2021).

Jumlah ini disediakan untuk tiga jabatan, seperti jabatan pemeriksaan ahli pertama sebanyak 1.257 formasi, pranata komputer 35 formasi, serta pengelolaan data informasi dan hukum 28 formasi.

BPK juga akan mengikuti arahan pemerintah untuk mengalokasikan CPNS formasi khusus disabilitas sebanyak 2 persen.

5. Kementerian PUPR 


Peserta bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS yang diikuti 829 peserta itu menerapkan protokol kesehatan (Imam Buhori)

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan segera dibuka. Menjelang pembukaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka alokasi formasi CPNS tahun 2021 sebanyak 1.057 formasi.

Keputusan tersebut juga dilengkapi dengan lampiran berisi rincian penetapan kebutuhan CPNS di lingkungan Kementerian PUPR. Namun tidak ada alokasi untuk PPPK.

Antara lain yang dibutuhkan adalah tenaga teknis seperti dengan ahli pertama--analis pengelolaan keuangan APBN, auditor, pembina jasa konstruksi, pengelola pengadaan barang jasa, dan pengembangan teknologi pembelajaran.

Unit penetapan CPNS 2021 ini pun beragam, termasuk di Sekretariat Jenderal Biro Keuangan, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Direktorat Pengadaan Jasa Konstruksi, hingga di daerah seperti Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi wilayah Jawa Tengah.

6. Basarnas

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga telah memberkan informasi terkait penerimaan rekrutmen CPNS untuk formasi 350 orang.

Pada penerimaan CPNS 2021 ini, Basarnas membuka 27 jabatan untuk posisi tenaga medis, teknisi, Nahkoda, hingga Juru Minyak. Untuk lulusan yang dapat mengikuti penerimaan CPNS Basarnas ini dimulai dari SMA hingga S2.

7. Kejaksaan RI


Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menunggu dimulainya Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS yang diikuti 829 peserta itu menerapkan protokol kesehatan. (/Imam Buhori)

Kejaksaan Republik Indonesia turut membuka formasi pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Sebanyak 4.148 formasi disediakan pada tahap perekrutan CPNS 2021.

"Ada 4.148 formasi Kejaksaan RI yang diterima tahun ini, terdiri dari beberapa jabatan yang berkualifikasi pendidikan dari berbagai bidang disiplin ilmu," tulis akun Instagram @kejaksaan.ri, dikutip Jumat (14/5/2021).

Kejaksaan RI sejauh ini belum memaparkan jabatan apa saja yang tersedia pada seleksi CPNS 2021. Namun, mengacu pada perekrutan sebelumnya, beberapa formasi yang tersedia, antara lain: Jaksa Ahli Pertama, Pengolah Data Perkara dan Putusan, Pranata Barang Bukti, Pengawal Tahanan/Narapidana, Pengemudi Pengawal Tahanan, Pranata Komputer Ahli Pertama, Auditor Ahli Pertama, Arsiparis Pelaksana/Terampil, hingga sejumlah jabatan Dokter Spesialis.

Jabatan-jabatan tersebut disiapkan untuk unit kerja penempatan di Kejaksaan Agung hingga Kejaksaan Tinggi di berbagai provinsi.

Adapun kriteria pelamar yang dicari Kejaksaan RI pada seleksi CPNS meliputi formasi umum dan khusus, yang terdiri dari formasi cumlaude, disabilitas, serta putra/putri Papua dan Papua Barat.

8. DPR RI

Sekretariat Jenderal DPR RI, telah resmi membuka 75 formasi untuk Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Dari formasi yang dibuka tersebut diperuntukkan untuk lulusan D3 dan S1.

Adapun informasi CPNS 2021 ini diketahui melalui unggahan video pada Instagram resmi DPR RI @dpr_ri.

"Hallo Sobat Parlemen, ingin gabung menjadi bagian dari Sekretariat Jenderal DPR RI? Pada tahun 2021, Sekretariat Jenderal DPR RI kembali membuka Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ada 75 formasi yang dibuka. Untuk informasi lengkapnya, yuk simak tayangan video berikut ini,” tulis DPR RI

Dari formasi yang dibuka terdapat 30 posisi yang tersedia, beberapa diantaranya, Ahli Sumber Daya Manusia, Jurnalis, Penata Acara, Penyusun Anggota Dewan, dan lainnya.

Liputan6

»»

Formasi CPNS 2021 Aceh Jaya, Ada 30 Formasi untuk Lulusan Ners, Dibuka Akhir Juni

Pemkab Aceh Jaya menyediakan 435 formasi CPNS dan PPPK, yang di mana 30 formasi dialokasikan untuk lulusan Ners.

Dibuka Akhir Juni, Berikut Formasi CPNS 2021 Aceh Jaya, Ada 30 Formasi untuk Lulusan Ners
Informasi Pendaftaran CPNS/PPPK 2021 - Dibuka Akhir Juni, Berikut Rincian Alokasi CPNS Pemkab Aceh Jaya, Ada 30 Formasi untuk Lulusan Ners 

Dibuka akhir Juni, berikut rincian alokasi kebutuhan CPNS dan PPPK tahun 2021 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Jaya.

Pemkab Aceh Jaya menyediakan 435 formasi CPNS dan PPPK, yang di mana 30 formasi untuk lulusan Ners.

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 segera dibuka.

Terkait pelaksaan pendaftaran CPNS, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan bahwa pengumuman pendaftaran CPNS 2021 akan digelar secara bersamaan dengan seleksi PPPK Non Guru dan PPPK Guru 2021.

"Rencananya berbarengan akhir Juni," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (16/6/2021) lalu, ketika ditanya mengenai jadwal pendaftaran CPNS 2021.

Kendati tanggal pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 belum diumumkan secara resmi, namun pelaksanaan rekrutmen tersebut diperkirakan akan berlangsung sebelum tanggal 30 Juni 2021.

"Mudah-mudahan sebelum itu (tanggal 30 Juni)," ucapnya, ketika menyampaikan perkiraan periode pembukaan pendaftaran CPNS 2021.

Di samping itu, pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah mengumumkan rincian formasi CPNS dan PPPK tahun 2021.

Terdapat ada 435 formasi CPNS dan PPPK tahun 2021 di lingkungan Pemkab Aceh Jaya.

435 formasi tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan, dan Tenaga Teknis untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Republik Indonesia Nomor 919 tahun 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Tahun Anggaran 2021.

“Penetapan rincian kebutuhan pegawai Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Aceh Jaya sejumlah 435, dengan rincian Tenaga Guru sejumlah 338, Tenaga Kesehatan sejumlah 77, dan Tenaga Teknis sejumlah 20 sebagaimana tercantum dalam Lampiran,” bunyi keputusan itu.

Dari jumlah 77 formasi di Tenaga Kesehatan, Pemkab Aceh Jaya mengalokasikan 30 formasi bagi lulusan Ners dengan jabatan Ahli Pertama – Perawat.

Berikut Rincian 30 formasi lulusan Ners:

1. 20 Formasi
Penempatan: Rumah Sakit RSUD Teuku Umar Kabupaten Aceh Jaya

2. 1 Formasi
Penempatan: Puskesmas Teunom

3. 1 Formasi
Penempatan: Puskesmas Lamno

4. 1 Formasi
Penempatan: Puskesmas Indra Jaya

5. 1 Formasi
Penempatan: Puskesmas Pasie Raya

6. 1 Formasi
Penempatan: Puskesmas Lhok Krut

7. 2 Formasi
Penempatan: Puskesmas Lingan

Sementara itu, Pemkab Aceh Jaya juga mengalokasikan 18 formasi untuk lulusan Apoteker, 9 Dokter, 5 Dokter Gigi, dan Dokter Spesialis lainnya.

Untuk formasi Tenaga Kesehatan ini dialokasikan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS.

Dalam rincian penetapan kebutuhan ASN Pemkab Aceh Jaya untuk Tenaga Teknis, Pemkab Aceh Jaya membuka 20 formasi untuk ditempatkan di sejumlah Dinas dan Instansi.

Berikut Rincian Tenaga Teknis

1. Pengelola Sistem dan Jaringan (1 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika dan Komputer/D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika/D-III Manajemen Informatika/D-III Telekomunikasi.

Penempatan: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia I Bidang Mutasi I Sub Bidang Informasi Kepegawaian.

2. Pengelola Sistem dan Jaringan (3 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika dan Komputer/D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika/D-III Manajemen Informatika/D-III Telekomunikasi.

Penempatan: Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian|Bidang Informasi Komunikasi | Seksi Aplikasi Informatika.

3. Pengelola Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (2 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika/D-III Manajemen Informatika dan Komputer/D-III Teknik Informatika / D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil I Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data I Seksi Sistem Informasi Administrasi dan Kependudukan dan Pengolahan, Penyajian Data.

4. Pengelola Situs atau WEB (3 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika/D-III Teknik Informatika/ D-III Manajemen Teknik Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer.

Penempatan: Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian | Bidang Informasi Komunikasi | Seksi Layanan Hubungan Media dan Sumber Daya Manusia.

5. Penyuluh Kesehatan dan Pencegahan Penyakit (1 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: S-1 Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi)

Penempatan: Dinas Kesehatan | Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit I Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

6. Penyuluh Kesehatan dan Pencegahan Penyakit (1 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: S-1 Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi)

Penempatan: Dinas Kesehatan | Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit I Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Serta Kesehatan Jiwa

7. Teknisi Jaringan Instalasi (2 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer/ D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian | Bidang Informasi Komunikasi |Seksi Aplikasi Informatika.

8. Teknisi Prokdukasi Multimedia dan WEB ( 1Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer/ D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Umar | Sub Bagian Tata Usaha.

9. Teknisi Prokdukasi Multimedia dan WEB ( 2 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer/ D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian | Bidang Informasi Komunikasi | Seksi Layanan Hubungan Media Dan Sumber Daya Manusia.

10. Teknisi Prokdukasi Multimedia dan WEB ( 1 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer/ D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia | Bidang Mutasi | Sub Bidang Informasi Kepegawaian.

11. Teknisi Prokdukasi Multimedia dan WEB ( 1 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer/ D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Dinas Kesehatan | Sekretariat Dinas Kesehatan | Sub Bagian Keuangan, Kepegawaian dan Umum.

12. Teknisi Prokdukasi Multimedia dan WEB (2 Formasi)

Kualifikasi Pendidikan: D-III Manajemen Informatika / D-III Manajemen Informatika dan Komputer/ D-III Teknik Informatika/D-III Manajemen Teknik Informatika.

Penempatan: Dinas Pendidikan | Sekretariat Dinas Pendidikan | Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

Sementara itu, formasi Tenaga Guru dialokasikan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam rincian penetapan kebutuhan ASN Pemkab Aceh Jaya untuk Tenaga Guru, diantaranya adalah:

1. Ahli Pertama – Guru Agama Islam
2. Ahli Pertama – Guru Bimbingan Konseling
3. Ahli Pertama – Guru Kelas
4. Ahli Pertama – Guru PPKN
5. Ahli Pertama – Guru Bahasa Indonesia
6. Ahli Pertama – Guru Penjasorkes
7. Ahli Pertama – Guru Seni Budaya
8. Ahli Pertama – Guru Prakarya dan Kewirausahaan
9. Ahli Pertama – Guru TIK
10. Ahli Pertama – Guru Bahasa Inggris
11. Ahli Pertama – Guru Matematika

Pengumuman penetapan formasi CPNS dan PPPK Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya  tahun 2021, selengkapnya dapat diunduh pada link berikut:

PENETAPAN CPNS DAN PPPK PEMKAB ACEH JAYA 2021

Baru di CPNS 2021

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN RB) Nomor 27 tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, untuk SKD 2021, jumlah soal secara keseluruhan adalah 100 soal, terdiri dari:

TKP: 45 soal

TWK: 30 soal

TIU: 35 soal

Waktu yang diberikan pada masing-masing peserta tes dalam pengerjaan SKD CPNS 2019 adalah selama 90 menit.

Sementara pada SKD tahun ini, karena jumlah soal yang diberikan bertambah, maka waktu pengerjaan yang diberikan pun turut ditambahkan selama 10 menit.

Sehingga, waktu SKD yang semula 90 menit akan menjadi 100 menit bagi peserta pada umumnya, dan bagi peserta disabilitas tunanetra waktu pengerjaan berubah dari semula 120 menit menjadi 130 menit.

Di tahun 2019, Nilai ambang batas SKD sebagai berikut:

TKP: 126

TWK: 80

TIU: 65

Sementara untuk pelaksanaan SKD di seleksi CPNS tahun 2021, ketentuannya belum di atur dan akan diinformasikan menyusul.

Hal itu seperti disampaikan KemenPANRB dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Senin (14/6/2021). (Aceh Tribun/Agus Ramadhan)

»»

BKN: Tes wawasan kebangsaan muncul dari hasil diskusi tim

 

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan tes wawasan kebangsaan (TWK) yang merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN muncul dari hasil diskusi rapat tim untuk membuat peraturan komisi.

"Tes wawasan kebangsaan ini tidak dimunculkan oleh satu orang," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana di Jakarta, Selasa.

Jika ada pihak yang menanyakan kenapa ada nama wawasan kebangsaan hal tersebut merujuk kepada peraturan perundang-undangan, kata dia.

Setelah rapat tim tersebut, BKN mendapat mandat untuk melaksanakan tes wawasan kebangsaan. BKN sendiri sebetulnya memiliki instrumen tes wawasan kebangsaan namun tidak sesuai dengan level pegawai KPK.

"Sebab yang dinilai adalah orang-orang senior dan sudah lama berada di KPK," kata dia.

Sementara, instrumen tes wawasan kebangsaan yang dimiliki BKN hanya untuk level calon pegawai negeri sipil (CPNS). Oleh sebab itu, BKN menilai tidak pas instrumen itu digunakan kepada pegawai KPK.

Kemudian, alasan penggunaan instrumen tes wawasan kebangsaan milik Dinas Psikologi TNI AD karena satu-satunya yang tersedia dan valid. Pada prosesnya indeks moderasi bernegara (IMB-68) tidak berdiri sendiri, tetapi ada lagi tambahan wawancara dan profiling.

"Jadi tiga metode ini yang digunakan untuk menilai teman-teman KPK agar memenuhi syarat menjadi ASN," kata Bima.

Pada akhirnya penyelenggara tes wawasan kebangsaan ingin melihat apakah 1.349 pegawai KPK yang dites memiliki keyakinan dan pemahaman atau keterlibatan yang memadai untuk menjadi seorang ASN.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

»»

KKP sebut rekrutmen penyuluh perikanan mengacu panduan KemenPAN RB

 

Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMAO) KKP Umi Windriani. ANTARA/HO-KKP/am.

Putusan penerimaan CPNS dan formasi tersebut merupakan kewenangan dari KemenPAN RB
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut formasi penyuluh perikanan sejumlah 200 CPNS dan 398 PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) pada tahun ini mengacu kepada panduan kewenangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Putusan penerimaan CPNS dan formasi tersebut merupakan kewenangan dari KemenPAN RB," kata Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMAO) KKP Umi Windriani, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan, dalam kegiatan penerimaan CPNS untuk formasi terkait sektor kelautan dan perikanan, KKP hanya bertugas melaksanakan keputusan tersebut dan bertanggung jawab sebagai panitia.

Hal ini disampaikan oleh Umi saat menerima audiensi Aliansi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB), di Kantor KKP, Senin ( 21/6), yang menyoroti terkait formasi tahun 2021 tersebut.

"Untuk diketahui bersama oleh rekan-rekan dari Aliansi PPB, proses penyelenggaraan rekrutmen ini diputuskan oleh Menpan RB, KKP hanya sebagai panitia. Kita punya Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang dikoordinasikan nantinya oleh BKN dan Menpan RB, mulai dari pelaksanaan, penentuan lokasi dan lain-lain," jelas Umi.

Lebih lanjut, Umi mengatakan pada 2021, KKP mendapatkan formasi CPNS dan PPPK dari Menpan RB, di mana hampir 70 persen dari formasi tersebut adalah jabatan Penyuluh Perikanan.

Pelaksanaan seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN), lanjutnya, akan dilakukan secara kompetitif dan transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sebagaimana diketahui, pada 2021 KemenPAN RB kembali melakukan penerimaan CPNS di mana salah satu formasi yang diterima adalah sebagai Penyuluh Perikanan. Penyuluh Perikanan merupakan salah satu perangkat utama KKP untuk melakukan pengembangan SDM kelautan dan perikanan.

Aliansi PPB yang mewakili para Penyuluh Perikanan dari setiap Provinsi menyampaikan aspirasi mereka terkait dengan proses pengadaan CPNS dan PPPK di lingkungan KKP, khususnya untuk formasi Penyuluh Perikanan agar dapat dilakukan secara terbuka dan akuntabel dan dapat memperjuangkan status kepegawaian mereka yang telah lama mengabdi untuk masyarakat sektor kelautan dan perikanan.

Menanggapi hal tersebut, Umi menjelaskan bahwa formasi telah diputuskan oleh Menpan RB. Dia berpesan agar para penyuluh dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya.

Sebagai informasi, formasi CPNS yang diperuntukkan bagi Jabatan Penyuluh Perikanan jenjang Terampil dengan kualifikasi pendidikan DIII bidang perikanan.

Sedangkan untuk formasi PPPK diperuntukkan bagi Jabatan Penyuluh Perikanan Jenjang Pertama dengan kualifikasi pendidikan S1/DIV bidang perikanan dan mempunyai pengalaman bidang penyuluhan/pendampingan/pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan dengan usia yang boleh mendaftar di rentang umur 20 - 57 tahun.

Pengangkatan Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) Tahun 2021 ditetapkan dengan Keputusan Kepala BRSDMKP Nomor 35/KEP-BRSDM/2021. Per Juni 2021, diketahui jumlah PPB yang aktif sebanyak 1.979 orang yang tersebar di 34 Provinsi dan 415 Kabupaten/Kota. 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

»»

Peserta CPNS 2021 Ingat Baik-baik Tata Tertib saat Ikut Tes CASN


Pendaftaran Seleksi CPNS 2021 dilakukan melalui portal SSCASN. Dok SCCASN Pendaftaran Seleksi CASN 2021 yang terdiri dari CPNS dan PPPK belum resmi dibuka. Pemerintah sebelumnya baru membuka seleksi Sekolah Kedinasan.

Pemerintah bersiap untuk membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2021 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di akhir Juni 2021.

"Sedang diupayakan (penerimaan CPNS akhir Juni 2021). Untuk formasi yang tahu adalah Kemenpan-RB," kata Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama BKN, Paryono, kepada , pekan lalu.

Pembukaan pendaftaran CPNS dan PPPK akan dibuka secara serentak. Namun untuk tanggalnya belum ada kepastian.

"Tanggalnya serempak tapi kami belum bisa menyebutkan kapan tanggalnya. Nanti kalau sudah pasti akan kami umumkan," jelasnya.

Adapun pendaftaran CASN atau CPNS 2021 ini dilakukan melalui link https://sscasn.bkn.go.id/. Namun hingga kini pendaftaran masih belum bisa dilakukan.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpPAN-RB) mengupdate per 13 Juni 2021 telah ditetapkan kebutuhan calon aparatur sipil negara (CASN) baik PPPK maupun CPNS sebanyak 707.622 formasi.

Jelang pembukaan seleksi CASNS, BKN mengingatkan peserta untuk mengetahui Tata Tertib Pelaksanaan Seleksi CASN.

Mengutip dari akun Twitter resminya, Selasa (22/6/2021), berikut tata tertibnya:

1. Peserta Hadir paling lambat 60 menit sebelum seleksi dimulai

2. Pemberian PIN registrasi kepada peserta ditutup 5 menit sebelum jadwal seleksi dimulai

3. Peserta seleksi CASN wajib membawa KTP Asli dan masih berlaku atau Surat Keterangan Pengganti KTP yang masih berlaku atau Kartu Keluarga Asli atau salinannya yang dilegalisir basah oleh pejabat yang berwenang

4. Peserta wajib membawa kartu peserta seleksi

5. Peserta harus sesuai dengan foto yang ada di kartu peserta

6. Peserta menggunakan pakaian rapi, sopan dan bersepatu (kaos, celana jeans dan sandal tidak diperkenankan)

Sanksi 

 Peserta bersiap mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS yang diikuti 829 peserta itu menerapkan protokol kesehatan (QImam Buhori)

BKN juga menetapkan sanksi bagi peserta yang melanggar tata tertib.

Peserta yang terlambat hadir dari jadwal seleksi tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi atau dianggap gugur. Peserta yang tidak membawa dokumen tidak diperkenankan mengikuti seleksi atau dianggap gugur.

"Peserta yang melanggar ketentuan larangan, tidak diperkenankan mengikuti seleksi atau dianggap gugur," jelas pihak BKN.

Terakhir, peserta yang melanggar ketentuan larangan dikenakan sanksi teguran lisan oleh Tim Pelaksana CAT BKN sampai dibatalkan sebagai peserta seleksi.Liputan6

»»

Pendaftaran CPNS Bakal Dibuka Akhir Juni, Siapkanlah Dirimu!

Pendaftaran CPNS Bakal Dibuka Akhir Juni, Siapkanlah Dirimu!
Foto/ilustrasi/SINDOnews
Pemerintah berencana membuka pendaftaran calon pegawain negeri sipil (CPNS) 2021 dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 30 Juni 2021. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, diupayakan agar pendaftarannya bisa digelar pada tanggal tersebut.

"Dibuka pendaftarannya pada 30 Juni nanti, karena pemerintah juga menargetkan rekrutmen CPNS dan PPPK rampung Desember 2021," ujar Bima di Jakarta, Selasa(22/6/2021).


Dia mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan agar pendaftaran ini bisa dilaksanakan secara tepat waktu. Jika tidak, atau diundur, dikhawatirkan akan menimbulkan kesulitan anggaran.

"Sampai saat ini proses entry data formasi untuk 13 instansi pusat tengah berjalan, selebihnya sudah selesai. Sedangkan untuk daerah masih terdapat sembilan instansi yang formasinya belum clear," ungkap Bima.

Dia mencatat bahwa 9 daerah ini sedang merevisi formasinya. Diharapkan revisi ini akan selesai pada 23 Juni 2021."Jika sampai batas waktu yang ditentukan belum juga diserahkan formasinya, dengan terpaksa BKN akan mengumumkan formasi tanpa sembilan daerah itu," tegas Bima.

Rencananya untuk tahun ini, ada 56 kementerian dan lembaga (K/L) yang akan membuka rekrutmen dan 8 Sekolah Kedinasan. Hingga 13 Juni, berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) total kebutuhan ASN tahun 2021, dari pemerintahan pusat maupun daerah sebanyak 1,27 juta lebih. Sementara, jumlah penetapan kebutuhannya baru mencapai 707.622.

Jumlah penetapan kebutuhan ini dari pemerintah pusat sebanyak 74.625 orang, pemerintah daerah 632.997, terdiri dari guru PPPK 531.076, PPPK non-guru 20.960, dan CPNS 80.961.
(uka) 
Michelle Natalia
»»