CPNS Abdya Lulusan 2019 Wajib Mengabdi Minimal 10 Tahun

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Abdya Drs. Thamrin sebagai jabatan tertinggi di ASN menyampaikan arahan kepada seluruh CPNS yang baru agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai aturan yang berlaku. 

“Sebagai ASN, dituntut memiliki pengetahuan, wawasan dan mewujudkan PNS yang profesional guna meningkatkan pelayanan yang prima yaitu pintar, ramah, inovatif, melayani dan amanah terhadap publik”, ungkap Sekda Abdya.

Dihadapan peserta Latsar angkatan II dari golongan III tersebut, Sekda berpesan tentang aturan-aturan PNS, dimana, selain memiliki etika, juga menjauhi agar terhindar persoalan hukum. 

“Misalnya melakukan tindakan korupsi, dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan, paling lama dua bulan setelah keputusan, harus kita berhentikan dari PNS, begitu di tetapkan sebagai terdakwa, itu harus kita kurangi hak nya, hanya tinggal tujuh puluh lima persen”, jelas Sekda Thamrin. 

Oleh sebab itu, selaku pembina ASN di Kabupaten Abdya, Drs Thamrin mengimbau agar mengubah cara berfikir. 

“Jadi, mindset harus di rubah, kita adalah pekerja, yang tugas kita yang pertama adalah melayani masyarakat, menjalankan roda pemerintahan”, jelasnya. 

Begitu halnya pendapatan, PNS sudah diupah oleh pemerintah, upah pun yang diberikan sesuai golongan dan jabatan, tentu upah yang diterima oleh PNS sudah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

“Gaji kita sudah diukur, sesuai jabatan nya, jadi jangan sampai jabatan sebagai pegawai biasa tapi gaji seperti pejabat, ini dicurigai, sesama kita saja curiga, apalagi penegak hukum”, kata Sekda. 

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, Drh. Cut Hasnah Nur mengatakan, sebanyak 133 CPNS Abdya yang lulus seleksi pengadaan pegawai tahun 2019 tersebut diberikan Latihan Dasar, latihan itu merupakan atas perintah aturan. 

“Latsar ini merupakan perintah aturan, pemerintah wajib menjalankan nya, sehingga berapa pun biaya yang dibutuhkan untuk Latsar, pemerintah harus mengaloksikan nya”, sebut Cut Hasnah. 

Adapun Latsar CPNS angkatan satu, dua dan tiga yang digelar itu dari CPNS golongan III sebanyak 121 orang, dari golongan II sebanyak 12 orang. Setiap angkatan hanya dibenarkan jumlah peserta nya 40 orang, jika tiga angkatan maka total yang dapat mengikuti Latsar di Abdya sebanyak 120 orang, dan 1 CPNS terpaksa harus di distribusi atau mengikuti Latsar di luar Abdya dengan semua proses pengurusan dituntaskan BKPSDM Abdya. 

“Satu CPNS golongan III harus kita distribusi keluar Abdya, itu nanti kita buat saja sistem tarik undian, sehingga tidak ada yang merasa kecewa atas keputusan kita, begitu juga sebanyak 12 peserta dari golongan II, juga harus di distribusi ke luar Abdya, karena tidak menapai 40 peserta sebagaimana di syaratkan dalam aturan”, sebut Drh Cut Hasnah. 

Cut Hasnah juga menjelaskan, dari sebanyak 133 CPNS yang lulus di Abdya, 63 diantaranya adalah putra-putri Abdya dan CPNS yang lulus tersebut, disebutkan Kepala BKPSDM Abdya membuat perjanjian untuk mengabdi di Abdya selama minimal sepuluh tahun. 

“Pemerintah Abdya membuat perjanjian mengabdi dengan CPNS ini minimal sepuluh tahun, itu diatas notaris antara Bupati dengan CPNS dihadapan notaris Dirwan, SH”, jelas Cut Hasnah. 

Sikap tersebut diakui Cut Hasnah bukanlah perkara mudah, namun atas pertimbangan karena pengadaan CPNS telah menghabiskan anggaran mencapai tiga ratusan juta lebih itu sehingga pemerintah harus tegas demi masyarakat umum. 

“Jika tidak kita buat seperti ini (perjanjian notaris), maka kepentingan masyarakat umum yang disayangkan, dari pada kita pertimbangkan kepentingan PNS itu hanya satu dua orang, apalagi biaya pengadaan CPNS itu sangat besar”, tutup Cut Hasnah Nur. (Taufik)narasiterkini

»»

Menpan RB: Seleksi CPNS Dilakukan Maret 2021

menpan-rb-seleksi-cpns-dilakukan-maret-2021
Seleksi CPNS Kota Surabaya (Sumber: Tangkapan Layar KOMPASTV)

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo umumkan Maret 2021 akan dibuka seleksi penerimaan calon pegawai negara sipil (CPNS). Pembukaan seleksi CPNS dilakukan setelah proses pembagian kebutuhan ASN untuk masing-masing instansi selesai dilakukan.

“Mengenai waktu pengumuman (seleksi CPNS), akan dilakukan pada Maret, setelah proses pembagian untuk masing-masing instansi selesai dilakukan,” ujar Tjahjo Kumolo seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Tjahjo lebih lanjut mengatakan, untuk persyaratan pendaftaran akan ditentukan oleh masing-masing instansi sesuai dengan kualifikasi jabatan yang dibutuhkan. Karena, sambungnya, setiap jabatan memiliki persyaratan kualifikasi yang beragam sesuai aturan yang berlaku. Tjahjo menambahkan pemerintah telah menentukan kebutuhan ASN pada 2021 total sebanyak 1,3 juta orang.

"Pemerintah sudah menentukan kebutuhan ASN secara total tahun 2021, jika tidak ada kebijakan lain yang bersifat darurat sejumlah sekitar 1,3 juta orang," kata Tjahjo.

Untuk 1,3 juta ASN, Tjahjo menuturkan angka tersebut termasuk satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui skema yang menjadi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Rekrutmen satu juta guru PPPK, dilakukan di seluruh pemerntah daerah untuk mengatasi persoalan kekurangan tenaga guru.

"Program ini adalah untuk menyelesaikan kekurangan tenaga guru yang selama ini diisi oleh tenaga honorer," ungkap Tjahjo.

Terkait PPPK, Tjahjo menjelaskan program ini hanya bisa diikuti oleh mereka yang terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).   

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti /Kompas TV

»»

Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021 Diumumkan Bulan Ini

https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370146 formasi-seleksi-cpns-dan-pppk-2021-diumumkan-bulan-ini-nu6SLT67sx.jpg CPNS 2021 (Foto: PANRB) Pemerintah pada tahun ini akan kembali membuka seleksi aparatur sipil negara (ASN). Baik untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan untuk formasi apa saja yang akan dibuka akan diumumkan pada bulan Maret ini.

“Mengenai waktu pengumuman, akan dilakukan pada bulan Maret, setelah proses pembagian untuk masing-masing instansi selesai dilakukan," katanya dikutip dari keterangan persnya, Senin (1/3/2021).

Tjahjo mengatakan bahwa tahun ini kebutuhan ASN yang disiapkan pemerintah sebanyak 1,3 juta. Di mana 1 juta di antaranya adalah untuk formasi guru PPPK.

"Program ini adalah untuk menyelesaikan kekurangan tenaga guru yang selama ini diisi oleh tenaga honorer," ujarnya.

Selain itu, terdapat 189.000 kebutuhan ASN yang diperuntukan bagi pemerintah daerah.

"Kebutuhan 189. 000 ASN ini rinciannya terdiri dari 70.000 untuk formasi PPPK jabatan fungsional selain guru. Lalu 119.000 untuk formasi CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan. Termasuk tenaga kesehatan," tuturnya.

Sementara untuk instansi pemerintah pusat, Tjahjo mengatakan telah ditentukan kebutuhan sebanyak sekitar 83.000 formasi. Dimana dari jumlah tersebut 50% untuk PPPK dan 50% untuk CPNS.

“Sementara terkait dengan persyaratan akan ditentukan oleh masing-masing instansi sesuai dengan kualifikasi jabatan yang dibuka lowongannya,” pungkasnya.Okz

»»

Alasan Lowongan PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370169 lowongan-pppk-lebih-banyak-dibanding-cpns-apa-alasannya-uoNb9mxFro.jpeg CPNS 2021 (Foto: Okezone) Pemerintah akan lebih banyak merekrut calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dibandingkan calon pegawai negeri sipil (CPNS). 

Hal ini terlihat dari kebutuhan ASN tahun 2021 yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa rekrutmen 1 juta guru PPPK dilakukan untuk menuntaskan masalah kekurangan guru.

"Program ini adalah untuk menyelesaikan kekurangan tenaga guru yang selama ini diisi oleh tenaga honorer," ujarnya dikutip dari keterangan persnya, Senin (1/3/2021).

Tjahjo mengatakan bahwa pengumuman formasi yang akan dibuka akan dilakukan pada bulan Maret ini.

“Mengenai waktu pengumuman, akan dilakukan pada bulan Maret, setelah proses pembagian untuk masing-masing instansi selesai dilakukan," katanya

Sementara terkait dengan persyaratan, Tjahjo mengatakan akan ditentukan oleh masing-masing instansi. Dimana hal ini akan disesuaikan dengan kualifikasi jabatan.

“Setiap jabatan memiliki persyaratan kualifikasi yang beragam sesuai aturan yang berlaku di jabatan tersebut,” pungkasnya.

Seperti diketahui pada tahun ini kebutuhan ASN yang ditetapkan sebanyak 1,3 juta. Di mana 1.000.000 formasi diperuntukan untuk Guru PPPK. Lalu 70.000 PPPK di instansi daerah untuk jabatan fungsional selain guru. Kemudian ada 41.500 PPPK di instansi pusat untuk jabatan fungsional di luar guru.

Sementara terdapat 119.000 CPNS untuk instansi daerah. Sisanya 41.500 untuk CPNS instansi pusat, sehingga dapat disimpulkan seleksi CPNS tahun ini hanya sekitar 160.500 formasi. Sementara PPPK berjumlah 1.111.500.Okz

»»

1,3 Juta Seleksi CPNS 2021 Siap Dibuka, 1 Juta untuk PPPK

CPNS saat mengikuti SKD di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Senin (27/1/2020). Tes SKD CPNS Tahun Anggaran 2019 diselenggarakan mulai 27 Januari hingga 28 Februari 2020 dengan jumlah peserta memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti SKD sebanyak 3.364.868 orang. ( S. Nugroho)

Pemerintah menetapkan jika jumlah seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) pada tahun 2021 mencapai 1,3 juta orang. Dengan catatan, kebutuhan tersebut tidak terganggu dengan kebijakan lain yang bersifat darurat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan jika, lowongan seleksi CPNS 2021 sebanyak 1,3 juta meliputi 1 juta guru PPPK  (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) melalui skema yang menjadi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Rekrutmen 1 juta guru PPPK ini akan diadakan di seluruh pemerntah daerah. "Jika tidak ada kebijakan lain yang bersifat darurat sejumlah sekitar 1.300.000 orang," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Dia mengatakan jika rekrutmen 1 juta guru PPPK diberlakuakn di seluruh pemerintah daerah. "Program ini adalah untuk menyelesaikan kekurangan tenaga guru yang selama ini diisi oleh tenaga honorer," ujarnya.

Tjahjo menambahkan, yang dapat mengikuti program 1 juta PPPK ini adalah mereka yang terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tidak hanya itu, pemerintah juga telah menentukan kebutuhan aparatur di Pemerintah Daerah (Pemda). Jumlahnya mencapai sekitar 189.000 CPNS. Jumlah kebutuhan tersebut di luar kebutuhan guru PPPK yang merupakan program Kemendikbud.

"Kebutuhan 189 ribu ASN ini rinciannya terdiri dari 70.000 PPPK jabatan fungsional selain guru, dan 119.000 CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan, termasuk tenaga kesehatan," katanya.

Untuk instansi pemerintah pusat, lanjut Tjahjo telah ditentukan kebutuhan sebanyak 83 ribu orang dengan prosentase 50 persen PPPK dan 50 persen CPNS.

"Mengenai waktu pengumuman, akan dilakukan pada bulan Maret, setelah proses pembagian untuk masing-masing instansi selesai dilakukan," ujarnya.

Liputan6
»»

Kota Bontang Usulkan 491 Formasi CASN Tahun 2021

Proses persiapan seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk formasi 2021 di Bontang, masih minim fasilitas penunjung. Hal itu diungk Buka Lowongan CPNS dan PPPK Pemkot Bontang 2021, BPKSDM Usulkan 491 FormasiKepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto mengungkapkan minimnya fasilitas penunjang untuk proses seleksi rekrutmen CASN 2021. 
Proses persiapan seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk formasi 2021 di Bontang, masih minim fasilitas penunjung.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BPKSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto. Senin (1/3/2021).

Ia menuturkan, fasilitas untuk persiapan seleksi penerimaan CASN seperti laptop masih cukup terbatas.

"Pengadaan laptop masih 8 biji, mana cukup. Jadi perlu ditambah lah," bebernya.

Ia membeberkan, jika proyeksi yang dibutuhkan minimal harus 100 laptop.

Sementara ini masih dalam tahap usulan untuk pengadaan fasilitas penunjang.

"Saat ini baru kami usulkan, belum tahu ini gimana ke depannya nanti," tuturnya.

Bahkan, ia mengakui jika setiap seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pihaknya masih kerap terkendala dengan fasilitas.

"Di penerimaan sebelumnya saja di tahun 2018, laptop pembagian guru kami pinjam sebanyak 50 unit sebelum dibagikan," katanya.

Selain itu, ia mengemukakan, jika saat ini pihaknya masih dalam tahap usulan kuota formasi ke Pemerintah Pusat.

Untuk jadwal proses seleksi dan petunjuk teknis rekrutmen belum mendapat arahan resmi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Sementara kami dalam usulan besaran kuota formasi. Kalau jadwal dan Juknisnya belum ada arahan," ucapnya.

Sebagai tambahan informasi, total usulan dari Pemkot Bontang sebanyak 491 Formasi, terdiri dari:

1. 156  CPNS terdiri dari:
- tenaga kesehatan 51
- tenaga teknis 105

2. 335 PPPK terdiri dari:
- Guru 158
- Guru Agama 30
- tenaga kesehatan 67
- tenaga teknis 80

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad TaufiqTRIBUNKALTIM


»»

Jumlah Formasi yang Disediakan Pada Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Yang Akan Dibuka April 2021,

Pendaftaran CPNS dan PPPK segera dibuka April 2021, berikut jumlah formasi yang dibutuhkan beserta kebijakan seleksi PPPK tahun 2021.Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Dibuka April 2021, Berikut Jumlah Formasi yang DisediakanDok Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Pendaftaran CPNS dan PPPK segera dibuka April 2021, berikut jumlah formasi yang dibutuhkan beserta kebijakan seleksi PPPK tahun 2021.
Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 akan segera dibuka.

Pengumuman jumlah formasi yang dibutuhkan untuk seleksi CPNS akan diumumkan oleh pemerintah pada Maret 2021.

Sementara jadwal pendaftaran dan seleksi CPNS dan PPPK dibuka mulai April 2021.

"Rencananya bulan Maret 2021 akan ditetapkan formasinya. Bulan April hingga Mei 2021 dibuka proses pendaftaran CPNS 2021."

"Juni 2021, mulai dilakukan seleksi (tes CPNS 2021)," ucap Plt Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjanarko dikutip dari Kontan, Senin (15/2/2021).

Pendaftaran CPNS bisa dilakukan secara online melalui Sistem Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (SSCN).

Dikutip dari sscn.bkn.go.id, SSCASN atau Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara adalah situs resmi pendaftaran ASN secara nasional sebagai pintu pendaftaran pertama seleksi ASN ke seluruh instansi baik pusat maupun daerah.

Situs ini dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai Panitia Seleksi Penerimaan Nasional.

Jumlah Formasi yang Dibutuhkan

Teguh menyatakan, kebutuhan calon pegawai di pemerintahan pusat tidak begitu banyak.

Hal ini berbeda dengan kebutuhan pegawai di pemerintahan daerah.

"Untuk instansi pemerintah pusat ditentukan kebutuhan sebesar sekitar 83.000 dengan persentase 50 persen PPPK dan 50 persen CPNS untuk berbagai jabatan sesuai kebutuhan masing-masing instansi," ucap Teguh.

Sementara pegawai pemda di luar guru, dibutuhkan sekitar 189.000 formasi.

Terdiri dari 70.000 PPPK jabatan fungsional selain guru dan 119.000 CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan, termasuk tenaga kesehatan.

Sementara pemerintah daerah membutuhkan formasi guru PPPK, mencapai 1 juta orang.

"Kementerian PANRB saat ini sudah mengirimkan surat pertimbangan teknis kepada Menkeu dan sudah memperoleh surat pertimbangan teknis tersebut."

"Pada intinya, Menteri Keuangan setuju dengan usulan rencana kebutuhan ASN tahun 2021," ungkapnya.

Selanjutnya, pihak Kementerian PANRB sedang menunggu pertimbangan teknis dari BKN.

Secara keseluruhan, sebanyak 1,3 juta tenaga CPNS dan PPPK yang dibutuhkan.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono mengatakan, secara teknis untuk proses seleksi CPNS dan PPPK masih tahap menunggu regulasi dari Kementerian PANRB.

"Kalau yang tahap pertama dulu cuma pakai passing grade saja, tapi untuk tahun 2021 saya belum tahu juga, nunggu Permenpan-nya," kata Paryono.

Berikut kebijakan seleksi PPPK 2021:

1. Semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi dan semua yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru.

Maka dari itu, agar pemerintah bisa mencapai target 1 juta guru, pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi sebanyak mungkin sesuai dengan pemerintah.

2. Setiap pendaftar diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali.

Jika gagal pada kesempatan pertama, pendaftar dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali di tahun yang sama atau di tahun berikutnya.

3. Kemendikbud akan menyediakan materi pembelajaran secara daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi.

4. Pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

5. Biaya penyelenggaraan ujian ditanggung oleh Kemendikbud.

Rekrutmen guru PPPK didasarkan pada estimasi kebutuhan guru di sekolah negeri yang mencapai 1 juta guru yang di dapat melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Jumlah kebutuhan guru PPPK di luar dari jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini mengajar.

(Tribunnews/Oktavia WW, Kompas/Ade Miranti Karunia/Muhammad Choirul Anwar)

»»