Peserta SKD Calon ASN 2021 Jawa-Bali Wajib Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Syarat Peserta Tes SKD CPNS 2021 
     KOMPAS/Akbar Bhayu TamtomoSyarat Peserta Tes SKD CPNS 2021 Berdasarkan Surat Badan Kepegawaian Negara tertanggal 23 Agustus 2021 yang diunggah di akun Instagram BKN, seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS dan seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non-Guru instansi pusat serta daerah akan dimulai pada 2 September 2021.

Sementara untuk jadwal seleksi kompetensi PPPK Guru akan disampaikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Adapun SKD instansi pusat dan daerah dilaksanakan di kantor BKN Pusat, kantor regional, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN.

Dalam surat BKN bernomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 itu juga disebut bahwa salah satu ketentuan bagi peserta seleksi CASN 2021 adalah sudah divaksin Covid-19 dosis pertama.

Wajib vaksin Covid-19 ini khusus bagi peserta CASN yang berada di wilayah Jawa, Bali, dan Madura.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen  mengungkapkan, syarat wajib sudah divaksin dosis pertama bagi peserta seleksi di Jawa, Bali, dan Madura merupakan syarat serta ketentuan yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada BKN.

Adapun syarat lainnya yang tercantum dalam surat itu adalah peserta harus melakukan tes usap reverse-transcriptase reaksi berantai polimerase (RT PCR) kurun waktu maksimal 2x24 jam atau tes usap antigen kurun maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif atau nonreaktif.

Selain itu, peserta seleksi juga wajib mengenakan masker tiga lapis dan ditambah masker kain di bagian luar, jaga jarak satu meter, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta ruang rempat pelaksanaan seleksi maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal.

Peserta seleksi SKD juga diwajibkan untuk mengisi formulir deklarasi sehat melalui situs sscasn.bkn.go.id.

Pengisian formulir wajib diisi dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian seleksi dan paling lambat pada H-1 sebelum ujian.

Formulir yang telah diisi wajib dibawa pada saat pelaksanaan seleksi dan ditunjukkan kepada petugas sebelum dilakukan pemberian PIN registrasi.

Peserta seleksi diimbau agar mengisi formulir deklarasi sehat secara jujur dengan kondisi yang dirasakan.

Kejujuran peserta saat mengisi fomulir dapat memperlancar pelaksanaan SKD sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 di titik lokasi SKD.

Panduan mengisi formulir deklarasi sehat adalah sebagai berikut:

  • Kunjungi laman sscasn.bkn.go.id.
  • Login ke laman tersebut dengan menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.
  • Setelah mengakses laman SSCASN, akan muncul formulir deklarasi sehat, yang dapat diisi peserta sesuai dengan pernyataan di kolom yang disediakan.
  • Jika telah mengisi formulir deklarasi sehat dengan sebenar-benarnya, klik tombol “Simpan”.
  • Untuk mencetaknya, klik tombol “Cetak Kartu Deklarasi Sehat”.

Syarat vaksin harus dicabut

Syarat sudah divaksin dosis pertama bagi peserta CASN 2021 yang mengikuti seleksi menuai kritikan.

Sebab, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Jawa dan Bali masih rendah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang diakses pada Selasa (24/8) pukul 17.12 WIB, hanya DKI Jakarta yang cakupannya di atas 100 persen, yakni 114,7 persen.

Sementara cakupan vaksinasi di Banten sebesar 26,6 persen, Jawa Barat 22,5 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 50,6 persen, Jawa Tengah 23 persen, Jawa Timur 28,1 persen, dan Bali 29,3 persen.

Menurut anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, syarat sudah divaksin tersebut harus dicabut. Sebab, tidak mungkin semua orang bisa memenuhi syarat tersebut.

”Vaksin itu tidak sepenuhnya dalam kontrol mereka (peserta),” kata Robert.

Ia menegaskan, distribusi vaksin saat ini belum merata. Alhasil, kewajiban harus sudah divaksin ini akan merugikan peserta yang belum mendapatkan vaksin.

Dalam konteks pelayanan publik, persyaratan ini merupakan wujud pelanggaran keadilan bagi semua pihak. Keadilan akses pekerjaan dijamin di dalam konstitusi.

Robert juga menyayangkan syarat tersebut dikeluarkan jelang pelaksanaan SKD. Padahal, pandemi Covid-19 sudah terjadi sejak tahun lalu sehingga panitia dapat mempersiapkan segala persyaratannya sebelum pendaftaran dibuka.

Adapun terkait kebijakan protokol kesehatan dan pengisian deklarasi sehat, Robert tidak mempermasalahkannya. Sebab, aturan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

*** kompas