3 Bulan Menganggur, Pekerja Karaoke Gelar Aksi Lamar CPNS di Kantor Bupati Semarang

Para pekerja karaoke Bandungan melakukan aksi melamar menjadi CPNS di Kantor Bupati Semarang. KOMPAS/DIAN ADE PERMANAPara pekerja karaoke Bandungan melakukan aksi melamar menjadi CPNS di Kantor Bupati Semarang. Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) Bandungan menggelar aksi melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Bupati Semarang, Jawa Tengah.

Aksi lamar pekerjaan massal ini sebagai bentuk protes karena selama tiga bulan usaha karaoke tidak boleh beroperasi.

Dengan membawa map berisi berkas lamaran pekerjaan, sekitar 30 orang anggota Akar berjalan kaki menuju Kantor Bupati Semarang.

Mereka lalu antre di depan pintu masuk, seolah sedang menunggu giliran memasukkan berkas.

Ketua Akar Pujiono menyampaikan selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tempat karaoke tidak boleh beroperasi.

"Kami mencoba melamar menjadi CPNS ini bertujuan untuk mengubah nasib, karena kami melihat secara ekonomi hanya PNS yang mendapat gaji rutin dan tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19," jelasnya, Kamis (19/8/2021).

Pujiono menyampaikan, yang terpenting bagi karyawan swasta adalah bisa bekerja.

"Secapai-capai orang bekerja, lebih capai orang yang tidak bekerja. Karena kami juga harus memenuhi kebutuhan setiap hari. Kalau tidak ada pemasukan, tentu kami kelimpungan," paparnya.

Dia berharap kebijakan Pemerintah Kabupaten Semarang untuk mengizinkan dibukanya kembali tempat karaoke.

"Mungkin bisa dilakukan uji coba dulu untuk melihat kesiapan tempat karaoke di Bandungan," ungkap Pujiono.

Soal vaksinasi, lanjutnya, seluruh pekerja karaoke sudah mendapatkannya dengan difasilitasi Polres Semarang.

"Anggota Akar sekitar 180 orang, semua sudah mendapat vaksin. Kecuali yang ada komorbid atau penyakit penyerta dan tidak memenuhi syarat kesehatan," terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih menyampaikan masih melakukan kajian untuk pembukaan tempat karaoke.

"Memang saat ini masih tutup, kita akan mengundang para pelaku usaha pariwisata untuk mencari jalan keluar," jelasnya.

Dewi berharap situasi pandemi Covid-19 semakin membaik sehingga semua tempat pariwisata bisa dibuka secara bertahap.

"Semoga setelah tanggal 23 Agustus ini, ada jalan keluar yang baik untuk wisata di Kabupaten Semarang," terangnya.kompas