Aceh Buka Penerimaan 5.218 Guru Lewat P3K dan 74 Tenaga Pendidikan Untuk 574 SMA/SMK/SLB

penerimaan guru lewat pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) sebanyak 5.218 orang dan tenaga pendidikan (perpustakaan ) sebanyak 74 orang

Aceh Buka Penerimaan 5.218 Guru Lewat P3K dan 74 Tenaga Pendidikan Untuk 574 SMA/SMK/SLB

Plt Kabid GTK Disdik Aceh, Muksalmina, Spd, MPd  
Dinas Pendidikan Aceh menyatakan kekurangan guru dan tenaga pendidikan yang terjadi selama ini pada 574 sekolah SMA, SMK dan SLB di 23 Kabupaten/Kota akan segera diatasi.

Caranya melalui jalur penerimaan guru lewat pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) sebanyak 5.218 orang dan tenaga pendidikan (perpustakaan ) sebanyak 74 orang.

“Pengumuman penerimaannya, sudah disampaikan melalui Surat Gubernur Nomor 810/001/2021 tertanggal 30 Juni 2021 tentang Seleksi Calon Aparatur  Sipil Negara dilingkungan Pemerintah Aceh  tahun 2021,” kata Kadisdik Aceh, Drs Al Hudri MM, melalui Plt Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) nya, Muksalmina, SPd, MPd  Selasa (6/7) di Banda Aceh.

Kabid GTK, Muksalmina menjelaskan, dari 5.218 orang guru P3K yang akan diterima, paling banyak kuotanya untuk guru bimbingan konseling (BK) mencapai 881 orang atau sebesar17 persen.

Selanjutnya guru bimbingan teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebanyak 831 orang, atau sebesar 16 persen.


Banyaknya guru Bimbingan Konseling akan diterima dalam penerimaan guru P3K tersebut, kata Muksalmina, sejalan dengan target pengembangan pendidikan pada era milenial.

Dimana guru bimbingan konseling menjadi tumpuan bagi anak untuk berkonsultasi tentang bakat dan minatnya, serta tempat bertanya saat memeilih jurusan hendak kuliah nanti.

Selain itu, Guru Bimbingan Konseling (BK) akan menjadi konselor bagi para anak didik di sekolahnya.

Sedangkan Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi  (TIK) adalah guru yang memiliki tugas dan fungsi sebagai jembatan bagi para anak didik dan guru lainnya di sekolah untuk membuka  akses yang sehat kedunia maya dan menjadi agen pendukung untuk pembelajaran digital.

Dengan kehadiran guru TIK disekolah, lanjut Muksalmina, maka laboratorium computer akan menjadi center  of knowledge (ilmu pengetahuan) untuk para anak didik guna mendapatkan  informasi yang luas dan berharga.

Selain kepada guru Bimbingan Konseling (BK) dan Guru Teknologi dan Komunikasi (TIK) pada penerimaan Guru P3K tahun ini, kata Muksalmina, Disdik Aceh juga memfokuskan untuk penerimaan dan pemenuhan guru produktif pada jenjang pendidikan SMK, yang masih sangat kurang sekali.

Formasi yang tersedia untuk guru produktif disediakan sebanyak 767 orang, atau sebesar 15 persen dari total guru P3K yang akan diterima.

Muksalmina berharap, dengan adanya formasi guru produksi dari penerimaan guru P3K itu, akan mampu memenuhi kekurangan guru mata pelajaran produktif pada 213 SMK yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota.

Selain informasi Guru P3K yang akan diterima tahun ini, lanjut Kabid GTK itu, kali ini Pemerintah juga menerima formasi CPNS untuk tenaga perpustakaan sebanyak 74 orang.

Selama ini, tenaga perpustakaan di sekolah tidak ditangani langsung oleh tenaga ahli yang memiliki ijazah perpustakaan, umumnya tenaga perpustakaan disekolah adalah guru PNS atau pun nonPNS yang mengambil jam tambahan saja, sehingga tugas dan fungsinya tidak optimal.

Sehingga dengan hadirnya  tenaga perpustakaan yang profesional, akan mampu menambah manfaat dan fungsi  perpustakaan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Dapat diinformasikan, kata Muksal, untuk peserta yang bisa mengikuti  seleksi P3K, kali ini adalah guru-guru yang sudah terdata di dapodik yang memiliki ijazah linier atau sejalan mata pelajaran yang dipilihnya.

Selain itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 28 tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Jabatan Fungsional Guru Pada Instansi Daerah Tahun 2021.

Disebutkan  bahwa guru jenjang SD dan SMP hanya bisa mendaftar untuk mengisi formasi pada Kabupaten tempat sekolah nya berada saja. Mereka tidak dibenarkan untuk mengisi formasi di kabupaten lain .

Namun untuk jenjang SMA,SMK dan SLB, para guru dapat memilih formasi pada semua sekolah yang ada dalam Provinsi Aceh,  dan tidak dibenarkan untuk memilih formasi di provinsi lain di Indonesia.

Mereka hanya dibenarkan mengisi formasi di wilayah administrasinya masing-masing. Sehingga guru di Aceh hanya bersaing dengan kawan sejawatnya, untuk mencapai pasing grade agar diterima sebagai Guru P3K.

Muksalkmina berharap semoga guru-guru kontrak atau nonPNS yang ada sekarang di Aceh yang memenuhi persyaratan, secepatnya mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi Guru P3K.

Kemudian mereka juga diharapkan mau mengikuti bimbingan dan pelatihan yang akan dilaksanakan Kantor Cabang Dinas Pendidikan di masing-masing.

Ini dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengetahuannya dalam menghadapi seleksi Guru P3K yang akan dilaksanakan tahap pertma tanggal 23 – 29 Agustus dan seleksi tahap kedua tanggal 6 – 12 Oktober 2021 mendatang.

Selesai melaksanakan bimbingan belajar mandiri, kata Muksalmina, Disdik Aceh juga,menjelang pelaksanaan seleksi penerimaam guru P3K,  akan melakukan tes UKG bagi guru non PNS secara online.

Semoga hasil bimbingan belajar mandiri dan tes UKG secara online ini, bisa memberikah hasil yang maksimal, bagi para guru nonPNS dalam tes seleksi penerimaan Guru P3K.

“Semakin banyak guru SMA/SMK dan SLB  bernilai kompetensi B dan A, maka mutu pendidikan akan naik, karena pelaksanaan proses belajar dan mengajar di SMA, SMK dan SLB, sudah semakin bagus. 

Hal itu, bisa mengantarkan jumlah lulusan SMA/SMK dan SLB kita tahun depan, yang masuk dan lulus perguruan tinggi negeri favorit di tingkat nasional maupun Internasional, pasar dunia kerja, bertambah banyak lagi, ” ujar Muksalmina.(*)Aceh Tribun