Rincian Formasi untuk CPNS dan PPPK Provinsi Jawa Tengah, Buka 11.648 Formasi

 Ilustrasi pengumuman formasi CPNS 2021. KOMPAS/ABBA GABRILLINIlustrasi pengumuman formasi CPNS 2021. Formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2021 ada sebanyak 11.648 lowongan.

Dari jumlah tersebut, hampir 96 persennya diperuntukan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yakni 11.347 lowongan.

Sedangkan, empat persennya diperuntukan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yakni sebanyak 301 lowongan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah Wisnu Zaroh menyebut, dari jumlah lowongan untuk PPPK tahun ini paling banyak adalah tenaga guru.

Lowongan PPPK terdiri dari guru mencapai 10.819, tenaga kesehatan sebanyak 525 dan tenaga teknis sebanyak tiga orang.

Sedangkan lowongan CPNS terdiri dari tenaga teknis sebanyak 291 dan tenaga kesehatan sebanyak 10 orang.

"Memang tahun ini perbandingannya cukup jauh sekali, untuk PPPK itu hampir 96 persen," ujar Wisnu dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Wisnu mengatakan perekrutan CASN tahun 2021 sudah sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Ke depannya ASN kita perbandingannya sebesar 70 persen untuk PPPK dan 30 persen untuk PNS. Artinya ke depan baik tenaga teknis maupun tenaga kesehatan dan pendidikan akan lebih banyak menggunakan metode PPPK tidak lagi CPNS," ujarnya.

Wisnu menjelaskan dalam sistem penerimaan CASN 2021 dilakukan dengan ujian baik untuk lowongan CPNS ataupun PPPK.

Namun, untuk lowongan PPPK tidak ada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.

Skema perekrutan PPPK langsung menggunakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Semua tahapan mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ujian dan pemberkasan dilakukan online.

Wisnu menerangkan seleksi PPPK diperuntukan bagi mereka para profesional yang telah mempunyai kemampuan kerja sebelumnya.

"Pemerintah daerah akan merekrut tenaga profesional, dengan demikian untuk bisa memasuki PPPK ini, mereka sudah berpengalaman di bidangnya, bukan yang baru atau fresh graduate. Persyaratannya minimal tiga tahun sudah bekerja di bidangnya dan dibuktikan dengan pernyataan dari pimpinan bersangkutan," terangnya.

Selain itu, kata dia kriteria umur PPPK lebih fleksibel hingga mendekati masa pensiun.

Bahkan, untuk posisi PPPK tenaga guru, yang berusia kurang dari 59 tahun pun masih boleh mendaftar.

Perbedaan lain PPPK dengan PNS adalah tidak adanya pengembangan karier, pola karier, tidak ada mutasi, tidak ada promosi dan sistem pensiun yang berbeda.

"Kalau seorang sarjana masuk PNS masuk fungsional jabatan fungsional ahli pertama, kalau PPPK tidak, minimal ahli muda di atasnya (PNS baru). Persyaratan usia tidak memandang usia, bisa dipersyaratkan mendekati usia pensiun bagi jabatan yang dipilih," paparnya.

Terkait jadwal pendaftaran, hingga kini pihaknya masih menunggu keterangan dari kementerian terkait.

Wisnu menyebut jadwal diperkirakan mundur, dari sebelumnya 30 Mei sampai 13 Juni 2021.

"Namun Insya Allah pendaftaran (tetap) Juni ini. Di Provinsi Jateng (untuk lokasi ujian SKD) akan dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang. Sementara yang PPPK menunggu dari kementerian, namun dimungkinkan melalui sistem online," imbuhnya.

Wisnu mengajak para calon peserta CASN 2021 agar percaya diri dengan kemampuan masing-masing.

Calon peserta CASN diimbau tidak memercayai pihak-pihak yang mengklaim bisa memasukkan sebagai PNS atau PPPK.

"Ikuti media sosial dari BKD atau BKN serta Kominfo yang resmi. Jangan percaya pada orang yang mengaku bisa memasukkan sebagai PNS. Untuk yang akan melamar PPPK belajar gunakan komputer, karena kita sudah di era Industri 4.0," pungkasnya.kompas