Kuota Formasi CASN Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun 2021

Ilustrasi seleksi CPNS

Laporan : Syakbanudin

Berdasarkan data yang ada di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada tahun 2021 jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun sebanyak 191 ASN.

Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang memasuki pensiun yaitu
sebanyak 266 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten OKI, Endro Suarno melalui Sekretaris BKPP, Husni berharap kepada ASN yang akan memasuki masa pensiun ini untuk dapat bergabung di dalam organisasi PWRI (Persatuan Werdatama Republik Indonesia).

Tentunya organisasi ini bisa saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya dalam satu wadah untuk mengabdikan diri setelah memasuki masa purna
bakti.

Terkaitnya banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun tersebut, BKPP sudah mengusulkan untuk pengadaan PNS yakni rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dan dari usul yang disampaikan sudah dilakukan
validasi oleh BKN pusat.

“Kabupaten OKI, mendapatkan formasi sebanyak 296 formasi. 296 formasi tersebut, terdiri dari 215 formasi tenaga kesehatan, dan 81 tenaga teknis,”ujar Husni.<

Dia menambahkan BKPP juga mengusulkan penerimaan atau perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan ini khusus untuk tenaga pendidik atau guru.

“P3K di OKI, jika kita bandingkan dengan daerah lain di regional VII. Kabupaten OKI, terbanyak dalam penerimaan yakni sebanyak 1856 formasi. Penerimaan ini untuk memenuhi kekurangan guru yang ada di OKI, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD), maupun di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di sekolah dasar, ada tentunya ada guru kelas, guru Pendidikan Agama
Islam (PAI), termasuk guru Penjaskes. Sedangkan di tingkat SMP, guru mata pelajaran atau guru bidang study. Jadi 1856 ini, terdiri dari guru berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu pendidikan khusus untuk guru,”urainya.

Untuk pelaksanaannya CPNS dan P3K ini sendiri, kata Husni, pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat, sebab ada ketentuan Juklak dan Juknisnya yang harus diikuti. Dan memang biasanya penerimaan CPNS dan P3K ini dilaksanakan secara serentak.

Menyingung tentang ketentuan kontrak P3K, Husni menjelaskan ketentuan kontrak ada satu tahun, dua tahun, ada juga lima tahun.

“Namun, bila rekrutmen P3K tahun lalu, mudah-mudahan masih sama yakni kontraknya 5 tahun dan ini bisa diperpanjang lagi,”tukasnya. (**)SumselUpdate