Kuota CPNS-PPPK Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo Tahun 2021


Formasi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah turun. Dari empat daerah wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo, Kabupaten Pasuruan adalah pemerintah daerah yang paling sedikit mendapatkan kuota CPNS. (selengkapnya lihat grafis)

Pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB hanya menyetujui formasi 57 CPNS untuk Pemkab Pasuruan. Padahal saat pengajuan, pemkab mengusulkan kebutuhan sebanyak 540 CPNS.

Selain CPNS, Kementerian PAN-RB juga menyetujui 58 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) nonguru yakni untuk tenaga kesehatan. Nah, yang paling banyak adalah formasi PPPK untuk guru. Jumlahnya yakni sekitar 2.676 kuota. Jumlah terbanyak kedua setelah Kabupaten Probolinggo.

Jumlah 57 CPNS tentu terbilang sedikit. Bahkan jika dibandingkan dengan Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo yang luas wilayahnya lebih kecil, kuota Kabupaten Pasuruan masih kalah.

Agus Hariyanto, Kepala Bidang Pengadaan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, untuk jumlah CPNS tahun ini tidak bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, untuk tahun ini pemerintah mengkategorikan guri sebagai PPPK.

“Kalau 2019 lalu sekitar enam ratusan ya. Itu dengan formasi guru. Tetapi, untuk sekarang ini beda. Guru dipisahkan dari CPNS,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk tahun ini CPNS kuotanya memang sedikit. Tetapi, untuk kuota PPPK terpaut banyak mencapai 2.676. Itu, untuk seluruh Kabupaten Pasuruan.

“PPPK-nya kan banyak. Jadi tidak apa-apa kalai CPNS-nya sedikit. Dan ini sama saja dengan tahun lalu,” tuturnya.

Untuk pembukaan pendaftaran, akan dimulai bulan ini. Pihaknya mengaku, untuk kepastiannya masih menunggu jadwal resmi dari Kementerian PAN-RB. Karena wewenang seluruhnya, berada pada kementerian. Daerah hanya mengikuti jadwal yang telah diberikan.

“Bisa tengah bulan atau akhir bulan. Yang pasti kami masih menunggu. Jika jadwal sudah turun, nantinya kami pasti umumkan,” katanya.

Pendaftaram dilakukan secara online. Para pendaftar mengirimkan CV memalui website. Setelah masuk, kemudian oleh pihaknya dilakukan verifikasi terlebih dulu. Apakah ada kesalahan atau kerkurangan. Jika masih ada kekurangan, maka diminta untuk perbaikan.

“Kalau lolos berarti tidak ada kekurangan. Tinggal menunggu jadwal tes saja,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya, juga sepakat bahwa kuota CPNS ketentuannya dari pemerintah pusat. Dia juga senada bahwa kuota sebanyak 57 CPNS, terbilang sedikit.

“Tapi jika dengan kuota PPPK, maka itu terbilang besar lho. Apalagi dua ribuan guru, yang memang kami butuhkan,” beber Anang.

Anang menambahkan, tentu pemerintah pusat sudah mempertimbangkan kuota tiap daerah. Belum tentu angka 57 CPNS untuk Kabupaten Pasuruan, adalah angka yang sedikit. “Bisa jadi itu sudah banyak, jika dibandingkan dengan daerah lain di seluruh Indonesia,” beber dia.

Apakah jumlahnya kurang untuk menutupi banyaknya pegawai yang pensiun ? Soal itu Anang menilai, saat ini pemerintah punya kebijakan penyederhanaan birokrasi. “Kami dengan BKN dan Kementerian PAN RB juga intens koordinasi. Terutama untuk penempatan pegawai yang memang benar-benar dibutuhkan pemerintah daerah. Dengan jumlah yang ada, jelas kami harus memaksimalkan,” beber Anang.

 

Hanya 19 Persen dari Usulan

Kesempatan menjadi abdi negara mulai terbuka. Pemerintah memastikan menggelar seleksi penerimaan aparatur sipil negara (ASN). Tahun lalu, seleksi penerimaan ASN sempat ditiadakan. Karena bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang mulai merebak di berbagai daerah saat itu.

Adanya kepastian mengenai seleksi penerimaan ASN tahun ini, menjadi kesempatan baik bagi masyarakat yang berniat menjadi abdi negara. Di lingkungan Pemkot Pasuruan, sedikitnya ada 506 formasi yang bakal dibuka dalam penerimaan tahun ini.

Rekrutmennya terdiri dari dua jenis formasi. Yaitu formasi CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Pemkot Pasuruan sebelumnya mengusulkan 608 kuota CPNS dalam seleksi penerimaan tahun ini. Akan tetapi dalam formasi yang ditetapkan, kuota CPNS di lingkungan pemkot berjumlah 118.

Jauh lebih sedikit dibandingkan yang diusulkan. Hanya sekitar 19 persen. Sedangkan untuk formasi PPPK, ada 388 kuota. Meliputi 281 tenaga guru, 101 tenaga kesehatan dan 6 tenaga teknis. “Jadi jumlah totalnya ada 506 kuota dari formasi CPNS dan PPPK,” terang Kepala Dinas Kominfotik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat.

Hingga saat ini, Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah menyiapkan pembukaan rekrutmen CPNS. Belum ada jadwal pasti terkait pengumuman rekrutmen dan pembukaan pendaftaran CPNS 2021. Jadwal pembukaan rekrutmen CPNS dan PPPK itu sempat mundur. Sedianya, pengumuman dan pendaftaran rekrutmen CPNS 2021 dibuka, Senin (31/5).

Adanya penetapan formasi kebutuhan di lingkungan Pemkot Pasuruan itu juga tak disertai dengan jadwal dan tahapan penerimaan. Menurut Kokoh, pemkot juga masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat. Termasuk mengenai jadwal pendaftaran dan tahapan seleksi penerimaan ASN.

“Jadwalnya masih belum. Sekarang sedang menunggu dari pusat,” tandasnya. (sid/tom/fun)Radar Bromo