Formasi CPNS 2021 Kemenlu, 3 di Antaranya Ditugaskan di Luar Negeri

 Tangkapan layar e-recruitment di laman Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) 2021. 

e-cpns.kemlu.go.idTangkapan layar e-recruitment di laman Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) 2021. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengumumkan formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 yang ada di lingkungannya.

Pengumuman itu disampaikan melalui laman e-cpns.kemlu.go.id.

Mengacu pada informasi tersebut, dapat disampaikan Kementerian yang dipimpin oleh Retno Marsudi ini memiliki ratusan formasi di sejumlah posisi yang bisa diisi oleh para pendaftar seleksi CPNS nanti.

Rincian formasi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Diplomat (140)
  • Penata kanselerai (80)
  • Pranata informasi diplomatik (44)
  • Perancang peraturan perundang-undangan (1)
  • Perencana (6)
  • Arsiparis (2)
  • Pengelola pengadaan barang/jasa (3)
  • Auditor (6)
  • Analis sdm aparatur (10)
  • Asesor sdm aparatur (3)
  • Analis kelembagaan (2)
  • Analis laporan akuntabilitas kinerja (6)
  • Analis monitoring evaluasi dan pelaporan (4)
  • Analis organisasi (2)
  • Analis pengembangan kompetensi (1)
  • Analis bangunan dan perumahan (1)
  • Penyusun kurikulum, modul, dan bahan ajar (7)
  • Analis diklat (1)
  • Analis kerja sama diklat (1)
  • Analis kompetensi tenaga pengajar (2)

Jika ditotal, untuk seleksi di Kemenlu akan menerima 322 CPNS.

Lebih lanjut, untuk formasi-formasi tersebut beberapa di antaranya ada yang akan ditugaskan di luar negeri.

"Tiga yang pertama (diplomat, penata kanselerai, dan pranata informasi diplomatik) yang akan bertugas di perwakilan RI di luar negeri," ujar Kepala Humas Kemenlu Teuku Faizasyah , Rabu (9/6/2021).

Ketiga formasi tersebut memiliki status sebagai Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) yang ditugaskan di lingkungan Kementerian Luar Negeri atau di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri secara reguler.

Tugas seorang Diplomat adalah melaksanakan diplomasi dalam pengelolaan hubungan antar negara dan Pemerintah RI dengan negara dan pemerintah asing dan/atau organisasi internasional di dalam dan luar negeri.

Selanjutnya adalah posisi Penata Kanselerai.

Mereka bertugas untuk melaksanakan kegiatan kekanseleraan yang meliputi penataan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia untuk mendukung kegiatan dan konsultan.

Dan terakhir, Pranata Diplomasi Informatik bertugas mengelola informasi diplomatik, mengolah data digital diplomatik, serta monitoring dan evaluasi pengelolaan informasi diplomatik di Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Republik Indonesia untuk mendukung kegiatan diplomatik dan konsuler.Kompas