8 Kriteria Calon ASN yang Dicari Pemerintah Dalam CASN 2021

 8 Kriteria Calon ASN yang Dicari Pemerintah Dalam CASN 2021
Ilustrasi rekrutmen CPNS dan pendaftaran PPPK 2021 .Foto: Ricardo/dok  

Rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) 2021 baik pegawai negeri sipil atau PNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK makin dekat.

Pemerintah memastikan bahwa CPNS dan PPPK yang diterima nantinya merupakan individu bertalenta yang menjadi cikal bakal smart ASN (aparatur sipil negara).

"Mereka harus siap menjadi bagian dari lahirnya birokrasi berkelas dunia 2024," kata Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Katmoko Ari Sambodo, Kamis (6/5).

Dia menjelaskan seorang smart ASN harus memiliki setidaknya delapan profil yaitu integritas, nasionalisme, profesionalisme, wawasan global, IT dan bahasa asing, hospitality, networking, dan entrepreneurship.

Pemerintah, lanjutnya, mencari ASN sesuai dengan profil yang dapat mendorong terwujudnya birokrasi berkelas dunia pada 2024. 

"Kami juga ingin para CASN memiliki sikap anti-radikalisme,” tegasnya.

Katmoko Ari meminta semua pihak agar bersama-sama memastikan seleksi tahun ini berjalan lancar.

Seluruh kegiatan akan diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Menurut dia, jadwal keseluruhan seleksi yang telah dibuat bisa berubah karena harus memantau kebijakan pemerintah terkait pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam melaksanakan rangkaian kegiatan ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah akan kembali membuka jalur formasi umum dan formasi khusus pada seleksi CPNS 2021.

Formasi khusus CPNS terdiri dari formasi putra/putri lulusan terbaik berpredikat dengan pujian (cumlaude), formasi penyandang disabilitas, formasi diaspora, dan juga formasi bagi putra/putri Papua dan Papua Barat untuk ditempatkan di kementerian dan lembaga. 

"Sementara untuk seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan dibuka bagi jabatan guru dan non-guru," kata Katmoko Ari Sambodo. (esy/jpnn)