Rincian Alokasi Kuota Formasi CPNS Kejaksaaan Agung Tahun 2021

Baru Sebatas Usulan dan Belum Bisa DIjadikan Acuan

Sarjana Hukum Siap-Siap! LOWONGAN Jabatan JAKSA Banyak Dibuka di CPNS 2021. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Sarjana Hukum Siap-Siap! LOWONGAN Jabatan JAKSA Banyak Dibuka di CPNS 2021
Formasi CPNS 2021 diperkirakan lebih banyak ketimbang 2019   Para sarjana hukum harus mulai bersiap dari sekarang. 

Sebab ada banyak lowongan Jaksa dibuka pada CPNS 2021. 

Kemenpan RB sudah menyampaikan mengenai daftar jabatan dengan alokasi terbanyak di CPNS 2021. 

Hal itu diungkapkan Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo dalam jumpa pers pada 9 April 2021. 

Mari kita simak daftar jabatan yang paling banyak dibuka baik di instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 

PEMERINTAH PUSAT : 

- Dosen

- Penjaga tahanan

- Penyuluh KB

- Analis Perkara Peradilan

- Pemeriksa 

- Perawat

- Analis hukum pertanahan

- Jaksa

- Dokter

- Statistisi

- Pranata komputer

- Pranata barang bukti

- Pengawas farmasi dan makanan

- Penyuluh perikanan

- Perencana

PEMERINTAH PROVINSI : 

- Guru BK

- Guru TIK

- Guru Matematika

- Guru seni dan budaya

- Guru bahasa indonesia

- Perawat

- Dokter

- Asisten apoteker

- Perekam medis

- Apoteker

- Pranata komputer

- Polisi Kehutanan

- Pengawas benih tanaman

- Pengelola keuangan

- Pengelola pengadaan barang/jasa

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA : 

- Guru kelas

- Guru Penjasorkes

- Guru BK

- Guru TIK

- Guru seni budaya

- Perawat

- Bidan

- Dokter

- Apoteker

- Pranata Laboratorium kesehatan

- Penyuluh Pertanian

- Auditor

- Pengelola pengadaan barang/jasa

- Pengelola keuangan

- Verifikator keuangan

RINCIAN USULAN CPNS 2021 KEJAKSAAN AGUNG

Formasi jabatan Jaksa disebut menjadi salah satu yang paling banyak akan dibuka. 

Artinya para Sarjana Hukum yang ingin menjadi Jaksa tampaknya sudah harus mulai bersiap-siap.

Kejaksaan Agung mengusulkan untuk merekrut 1000 analis penuntutan atau calon Jaksa di CPNS 2021. 

Hal tersebut tertuang dalam Nota Dinas Nomor B-138/C/Cp-2/1/2021 yang dikeluarkan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan tertanggal 29 Januari 2021.

Nota dinas itu tersebar dari grup-grup whatsapp. 

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonarda Eben Ezer Simanjuntak, membenarkan nota dinas tersebut adalah usul kebutuhan formasi ASN Tahun Anggaran 2021 kepada Jaksa Agung.

"Benar Nodis tersebut adalah dokumen usulan yang berdasarkan analisa jabatan, analisa beban kerja dan kebutuhan pegawai, nanti kemudian masih harus mendapatkan persetujuan dari Jaksa Agung dan selanjutnya persetujuan dari MenPAN RB. Oleh karena itu Nodis tersebut belum dapat dijadikan acuan dan belum final," ujar Leonarda , Sabtu (27/3/2021).

Kendati belum dapat dijadikan acuan, setidaknya ini dapat dijadikan informasi awal bagi para Sarjana Hukum yang berminat jadi calon Jaksa.

Dalam nota dinas tersebut terlihat Kejaksaan Agung mengusulkan 1000 analis penuntutan atau calon jaksa untuk direkrut lewat CPNS 2021.

Angka 1000 calon Jaksa baru untuk 2021 tampaknya termasuk angka yang kecil.

Sebab, masih berdasarkan nota dinas tersebut, disebut bahwa sesuai dengan analisa beban kerja, Kejaksaan Agung dinilai kekurangan 11.185 jaksa.

Selain calon Jaksa, formasi jabatan lain di Kejaksaan yang diusulkan cukup banyak adalah pengawal tahanan dan pengadministrasi penanganan tahanan yang direkrut dari lulusa sekolah menengah.

Untuk pengawal tahanan, jumlah formasi yang diusulkan adalah sebanyak 494.

Sedangkan pengadministrasi penanganan tahanan diusulkan sebanyak 494.

Formasi jabatan lain yang juga banyak diusulkan oleh Kejaksaan Agung adalah pranata barang bukti sebanyak 527.

Selanjutnya ada formasi pengolah data pekara dan putusan sebanyak 495.

Berikutnya arsiparis pelaksana/terampil sebanyak 129

Lalu pengolah data intelijen sebanyak 431.

Analisa forensik digital sebanyak 140

Sekretaris diusulkan untuk direkrut sebanyak 140.

Lalu pengolah pengaduan publik sebanyak 140

Nah, tapi pembaca harus ingat bahwa ini baru usulan dan masih bisa berubah.

Para peminat CPNS Kejaksaan Agung harus tetap menunggu angka pasti setelah diumumkan KemenpanRB. WartaKota