Provinsi Riau Minta Kuota 511 Formasi CPNS Tahun 2021 Ke Kemenpan RB

Gubernur Riau Syamsuar - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Gubernur Riau Syamsuar - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat memberikan rekomendasi penerimaan 511 Calon Pegawai Negeri Sipil.

Jumlah tersebut sesuai dengan formasi yang diajukan Badan Kepegawaian Daerah Riau.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Riau Syamsuar saat melakukan pertemuan dengan Komisi II DPR RI.

Pertemuan tersebut terkait dengan penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Reformasi Birokrasi dan pelayanan publik atas pandemi Covid-19.

Pertemuan membahas persiapan pelaksanaan seleksi CPNS dan PPPK periode 2021 dan evaluasi pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

Syamsuar mengatakan saat ini jumlah PNS di lingkungan Pemprov Riau masih kurang, apalagi dalam tahun ini banyak PNS yang mulai memasuki masa pensiun.

Jika tidak mendapatkan jumlah sesuai yang diajukan, dia meminta agar pegawai honorer dapat meningkat statusnya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Harapan kami kalau bisa CPNS semua, yang diusulkan bisa direkomendasikan, kalaupun tidak semua P3K disamakan. Usulan formasi Riau tahun ini bisa disesuaikan, melihat banyaknya yang pensiun, 2020 lalu ada sekitar 300 pegawai pensiun, belum lagi 2021 ini banyak juga yang pensiun,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (13/4/2021).

Syamsuar menjelaskan untuk pengangkatan status CPNS tidak hanya dari seleksi langsung CPNS, tapi juga dari pegawai K2 yang sudah bertahun-tahun menjadi tenaga honorer.

Seperti pada tahun lalu, banyak K2 yang diangkat menjadi P3K terutama bagi tenaga pengajar atau guru-guru yang tersebar di Kabupaten/Kota.

Namun, ujarnya, perlu ada penambahan pegawai lainnya yang dibutuhkan Pemprov Riau, baik dari tenaga kesehatan, juga pertanian.

“Tahun lalu ada 134 guru honor K2 yang sudah diangkat sebagai pegawai P3K, diprioritaskan guru yang sudah tua dan mengajar puluhan tahun. P3K lebih banyak guru, harapan kami kalau bisa CPNS semua. Tidak hanya guru yang kami butuhkan tapi juga tenaga kesehatan, ahli pertanian, sehingga ada nantinya tenaga penyuluh pertanian," ujar Syamsuar. Bisnis