Pendaftaran CPNS dan PPPK Jatim Dibuka Mei, Ada 15.177 Formasi

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur Nur Kholis. (SURYA/FATIMATUZ ZAHRO)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur Nur Kholis. Proses seleksi penerimaan CPNS dan PPPK Provinsi Jawa Timur akan dimulai pada Mei 2021.

"Berdasarkan pengumuman pusat, seleksi CPNS akan dimulai Mei 2021. Prosesnya akan panjang karena dibagi di beberapa tahapan. Seleksinya insya Allah akan berakhir sampai Januari 2022 mendatang," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur Nur Kholis, seperti dilansir dari Surya.co.id, Selasa (13/4/2021).

Pemprov Jatim membuka formasi untuk PPPK guru 12.566 orang, PPPK kesehatan 684 orang, dan PPPK teknis 341 orang untuk tahun 2021.

Formasi CPNS hanya dibuka untuk tenaga kesahatan 665 orang dan tenaga teknis 921 orang.

Pemprov Jatim tidak membuka formasi CPNS guru dalam seleksi tahun ini.

"Jadi totalnya kita membuka 15.177 formasi untuk CPNS dan PPPK. Yang paling banyak memang dari PPPK," ujar Kholis.

Pengadaan calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021 dilakukan dalam tiga tahap berdasarkan timeline yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Pertama yakni seleksi sekolah kedinasan, yang saat ini prosesnya sudah dimulai hingga 30 April 2021.

Kemudian akan dilanjutkan dengan pembukaan seleksi untuk PPPK guru. 

Rencananya, seleksi untuk PPPK guru akan dimulai pendaftarannya pada bulan Mei sampai dengan Juni 2021.

"Nanti, seleksinya akan dilakukan tiga tahap juga untuk PPPK guru ini. Yaitu seleksi satu, dua dan tiga. Prosessnya sampai Desember 2021," ujar Kholis.

Peserta yang bisa melamar di CASN PPPK Guru tahun 2021 adalah peserta yang terdaftar dalam dapodik Kemendikbud, lulusan PPG yang saat ini tidak mengajar. Hal ini sudah menjadi ketentuan pusat.

Untuk tahapan seleksi CPNS dan PPPK non guru (tenaga teknis dan kesehatan) pelaksanaannya direncanakan juga akan dilakukan pada bulan Mei 2021.

Teknis pelaksanaannya, lanjut dia, nanti masih dilakukan secara online.

Jika ada tahapan yang diwajibkan untuk tatap muka seperti tes maka juga akan dilakukan secara ketat protokol kesehatan.-----------------

 (SURYA/FATIMATUZ ZAHRO).