Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Dimulai Mei 2021, Siap Siap



Suasana Tes CPNS Kemenkum HAM. ©2020 /Imam Buhori

Proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nonguru tinggal menghitung hari. Anda harus segera bersiap. Sebab, proses pendaftaran akan dimulai pada Mei hingga Juni 2021.

Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Teguh Widjanarko menjelaskan, proses seleksi akan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2021. Sementara pengumuman penerimaan akhir pada November 2021.

Pendaftaran dilakukan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) BKN. "Seleksinya bulan Juli sampai Oktober karena banyak sekali, tahun lalu ada 4 juta pelamar. Proses seleksinya juga cukup lama," jelas Teguh.

Terkait dengan lokasi seleksi, Kementerian PANRB bersama BKN masih belum menentukan lokasi pasti. Namun intinya, seleksi akan dilaksanakan di kantor pusat BKN, kantor regional BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN, dan tempat-tempat tes tambahan baik itu yang dibiayai oleh BKN maupun dibiayai mandiri oleh instansi.

Berikut rangkuman sejumlah hal yang perlu diperhatikan jelang pembukaan pendaftaran penerimaan CPNS dan PPPK 2021.

1. Jumlah Formasi yang Dibuka

<


Berdasarkan informasi terkait rincian rekrutmen CASN 2021 atau CPNS yang dibuka oleh pemerintah mulai Jumat, 9 April 2021, formasi CASN 2021 yang dipersiapkan disebut mencapai 1.275.387.

Dari total formasi CASN 2021 tersebut, dengan rincian sebanyak 83.669 formasi untuk pemerintah pusat dan instansi pemerintah daerah 1.191.718. Jumlah ini mencakup guru PPPK sebanyak 1.002.616, serta PPPK non guru dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 119.094 formasi.

"Jabatan dengan alokasi penetapan terbanyak untuk 2021 bagi pemerintah kabupaten kota adalah guru termasuk guru kelas, guru guru BK, guru TIK, dan guru seni budaya," ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo.

2. Diminta Waspada Penipuan Calo



Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN)/Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak dipungut biaya sama sekali. Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat untuk berhati-hati agar tidak tertipu oknum yang meminta biaya.

"Ini tidak dipungut biaya. Untuk semua yang mau daftar, pendaftaran ini tidak dipungut biaya," kata Menteri Tjahjo.

"Hati-hati terhadap siapapun, perorangan atau kelompok yang mengatasnamakan siapa yang sifatnya calo. Ini prosesnya terbuka, sistemnya juga tidak ada peluang untuk KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme)," jelasnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat merujuk pada website resmi milik pemerintah untuk mendapatkan informasi mengenai seleksi CPNS, guru PPPK, dan PPPK non-guru.

"Ikuti website PANRB dan website BKN, termasuk yg 1 juta PPPK guru, websitenya Kemendiknas," tutur Menteri Tjahjo.

3. Saat ini Tengah Proses Input Soal Ujian



Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menerima Naskah Soal Seleksi CASN Tahun 2021. Naskah soal tersebut nantinya akan digunakan dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan Seleksi Kompetensi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Naskah soal diserahkan dalam bentuk dokumen digital terenkripsi untuk mencegah kebocoran data. Kerahasiaan soal dijamin aman, dan bahkan tim penyusun soal pun tidak mengetahui kode enkripsinya.

Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo mengatakan, dengan diserahkannya soal seleksi CASN tersebut, selanjutnya Tim Panselnas akan melakukan proses pemasukan (input) ke dalam sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang akan digunakan dalam pelaksanaan seleksi nantinya.

"Pada proses ini diperlukan kehati-hatian dan jaminan kerahasiaan dan keamanan data-datanya. Kami yakin sejak tahun-tahun sebelumnya kerahasiaan dan keamanan data menjadi kata kunci kita bersama," ujar Menteri Tjahjo dalam acara Serah Terima Naskah Soal Seleksi CASN Formasi Tahun Anggaran 2021.

Oleh karenanya, Menteri Tjahjo selaku Ketua Tim Pengarah Panselnas Pengadaan CASN 2021 berpesan kepada seluruh Tim Panselnas, khususnya BSSN, BPPT, BPKP, dan Tim Quality Assurance (QA) untuk bekerja sama dengan Kementerian PANRB, BKN, Kemendikbud agar dapat mengawal kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian proses seleksi CPNS dan PPPK.

4. Diimbau Tak Daftar Sekolah Kedinasan dan CPNS Bersamaan



Pendaftaran untuk sekolah kedinasan telah dimulai pada 9 April lalu. Beriringan, pendaftaran untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) juga akan dibuka pada Mei/Juni 2021.

Hal ini menjadi pertanyaan bagi banyak calon pelamar, apakah hal ini diperbolehkan jika mengikuti keduanya?

Plt. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Teguh Widjanarko menjelaskan, calon pelamar harus yakin dengan pilihan yang akan diambilnya, baik mendaftar ke sekolah kedinasan atau mengikuti seleksi CPNS dan PPPK. Selain karena formasi yang terbatas, hal ini juga dikarenakan pelamar hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan dan juga hanya satu formasi pada seleksi CPNS dan PPPK.

Terdapat perbedaan waktu yang signifikan antara pendaftaran untuk seleksi sekolah kedinasan dan seleksi CPNS serta PPPK. Batas pendaftaran bagi sekolah kedinasan berakhir pada 30 April 2021, sedangkan pendaftaran CPNS dan PPPK baru dilakukan setelah itu, yakni pada Mei/Juni 2021.

Selain itu, jumlah formasi dan persyaratan bagi seleksi CPNS dan PPPK untuk formasi lulusan SMA/sederajat pun belum diumumkan. Berbeda dengan sekolah kedinasan yang jumlah formasi serta persyaratan sudah diumumkan dan dapat dicek di laman dikdin.bkn.go.id serta laman sekolah kedinasan masing-masing.

Untuk itu, Teguh mengingatkan calon pelamar agar fokus terhadap pilihannya. "Jika ingin mendaftar sekolah kedinasan, lebih baik fokus terhadap proses seleksi sekolah kedinasan. Demikian juga sebaliknya. Percaya dengan pilihan yang diambil, diikuti dengan ikhtiar, doa, dan usaha yang cukup. Insyaallah hasil yang terbaik," ungkap Teguh.

  [bim]Merdeka