Kota Batu Ajukan 60 Formasi CPNS 2021, BKPSDM Tunggu Keputusan Kemenpan-RB

Pemkot Batu mengajukan kebutuhan 60 formasi CPNS berdasarkan analisis beban kerja dan analisis jabatan yang dilakukan BKPSDM Kota Batu.
Kota Batu Ajukan 60 Formasi CPNS 2021, BKPSDM Tunggu Keputusan Kemenpan-RB

Kepala BKPSDM Kota Batu, Siswanto telah mengirimkan kebutuhan formasi CPNS di lingkungan Pemkot Batu pada awal April. Berdasarkan analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK) didapat ada 60 formasi CPNS 2021 yang dibutuhkan oleh Pemkot Batu. 

Siswanto menerangkan, jumlah kebutuhan itu telah disetorkan kepada Kemenpan-RB. “Tinggal menunggu keputusan dari Kemenpan-RB apakah kebutuhan tersebut disetujui atau tidak,” kata dia.

Maka, lanjut Siswanto, pihaknya masih menunggu kepastian apakah formasi CPNS ditetapkan sesuai kebutuhan. Karena yang menetapkan formasi berada pada kewenangan Kemenpan-RB.

Lebih lajut ia menerangkan, untuk jabatan yang dibutuhkan oleh Pemkot Batu diantaranya tenaga kesehatan, jabatan fungsional seperti arsitek, teknik sipil, dan pengairan.

Begitu juga untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pihaknya juga telah mengusulkan formasi. Pertama untuk formasi PPPK jabatan guru jumlah ada 183 formasi yang dibutuhkan.

“Selain guru kami juga mengusulkan formasi P3K non guru. Untuk formasi non guru yang dibutuhkan sebanyak 337 formasi dengan jabatan perancang undang-undang, pejabat pengadaan barang dan jasa, serta arsiparis,”

Dari jumlah tersebut, lebih lanjut, untuk persyaratan untuk mendaftar P3K dengan minimal ijazah D3. Selain itu untuk pendaftaran diutamakan bagi pegawai honorer Pemkot Batu.“Untuk aturan tersebut yang menentukan adalah Pemerintah Pusat. Sedangkan pemerintah daerah hanya memfasilitasi persyaratan hingga tes yang dilakukan,” pungkasnya.

Kepala Bidang Data, Formasi dan Jabatan BKPSDM, Zulkarnain menyebutkan, pihaknya sedang mempersiapkan seleksi CPNS dan PPPK. Plot anggaran telah dimasukkan dalam APBD Kota Batu tahun 2021. 

“Untuk mempersiapkan hal tersebut, BKPSDM telah menganggarkan sekitar Rp 600 juta. Anggaran itu tak hanya untuk rekruitmen CPNS tapi juga P3K,” terang dia. (wok/wan) Nusadaily