Kebijakan Rekrutmen PPPK 2021 Masih Tidak Menutupi Kekurangan Guru Di Daerah

Kebijakan Rekrutmen PPPK 2021 Masih Tidak Menutupi Kekurangan Guru Di Daerah
Guru honorer. Ilustrasi. Foto: dok  

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendibud Iwan Syahril mengatakan pemerintah sangat membutuhkan guru-guru aparatur sipil negara (ASN) untuk menutupi kebutuhan tenaga pendidik.

Saat ini, 742 ribu lebih guru yang mengajar di sekolah-sekolah negeri statusnya honorer.

Itu sebabnya, kata Iwan, untuk memperbaiki tata kelola guru, pemerintah membuka rekrutmen satu juta guru ASN PPPK atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

"Penyelesaian masalah honorer ini salah satunya ditempuh dengan satu juta PPPK ini," kata Dirjen Iwan, Kamis (29/4).

Dia menjelaskan, mengapa pemerintah lebih mengarahkan guru honorer ini ke PPPK dibandingkan CPNS.

Alasannya sebagai tuntunan reformasi birokrasi untuk meningkatkan layanan publik, dibutuhkan ASN yang turun langsung ke lapangan.

Guru termasuk jabatan fungsional yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Pertimbangan lainnya ialah para guru honorer ini usianya banyak yang di atas 35 tahun sehingga tidak memungkinkan untuk ikut seleksi CPNS.

"Mas menteri (Nadiem Makarim) sudah menyampaikan bahwa rekrutmen guru tahun ini fokus pada PPPK," ucapnya.

Rekrutmen PPPK tahun ini juga berbeda dengan seleksi 2019. Kemendikbud lebih mendorong guru untuk belajar terutama meningkatkan kemampuan minimun yang dimilikinya terhadap mata pelajaran (mapel) yang diampu.

Itu sebabnya kata Iwan, Kemendibud memberikan fasilitas belajar mandiri bagi calon guru PPPK agar bisa meningkatkan kompetensinya dan siap menghadapi tes PPPK yang rencananya digelar tiga tahap.

Yakni Agustus, Oktober, dan Desember.

"Seleksi PPPK ditanggung Kemendikbud sehingga daerah tidak perlu memikirkan anggaran," ujarnya.

Iwan juga menuturkan, sejatinya kebutuhan guru sebanyak 1 juta. Kalaupun 742 ribu lebih guru honorer diangkat semua, masih kekurangan 275 ribu. 

"Artinya kebutuhan guru ini luar biasa karena itu kami butuh dukungan pemerintah daerah untuk mengusulkan formasi guru PPPK semaksimal mungkin," kata Iwan.(esy/jpnn)