Formasi & Jabatan CPNS dan PPPK 2021 untuk Pusat/ Provinsi/ Kota/ Kabupaten, Dimulai Bulan Depan

Setelah sebelumnya, CPNS 2021 untuk sekolah kedinasan telah dibuka, pada Mei hingga Juni mendatang akan dibuka untuk jalur umum.

CPNS & PPPK 2021 Dimulai Bulan Depan, Beda Formasi & Jabatan untuk Pusat/ Provinsi/ Kota/ Kabupaten
ilustrasi penerimaan CPNS 2021.   

Pemerintah melalui Kementerian PAN RB akan segera membuka peluang pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil / CPNS 2021 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Setelah sebelumnya, CPNS 2021 untuk sekolah kedinasan telah dibuka, pada Mei hingga Juni mendatang akan dibuka untuk jalur umum.

Disampaikan oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sabtu (10/4/2021), tahun ini kebutuhan akan ASN atau PNS mencapai 1,2 juta.

Ini terbagi untuk formasi guru PPPK sebanyak 1,02 juta dan PPPK non-guru 70 ribu serta 119 ribu untuk PNS.

Adapun untuk formasi dan jabatan CPNS 2021 yang dibutuhkan tiap daerah berbeda-beda.

Seleksi CPNS 2018 di Kementerian PANRB
Seleksi CPNS 2018 di Kementerian PANRB (Dok. Kementerian PANRB)

Kebutuhan untuk pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten dan kota pun berbeda.

Berikut selengkapnya, rincian formasi dan jabatan CPNS 2021 yang dibutuhkan.

Apakah sesuai dengan bidangmu?

Jabatan terbanyak yang dibutuhkan pemerintah pusat tahun ini, antara lain dosen, penjaga tahanan, penyuluh KB, analis perkara peradilan, pemeriksa, perawat, analis hukum pertanahan, jaksa, dokter, statisi, pranata komputer, pranata barang bukti, pengawas farmasi dan makanan, penyuluh perikanan, dan perencana.

Jabatan terbanyak yang dibutuhkan pemerintah provinsi, antara lain jabatan guru, jabatan tenaga kesehatan, dan jabatan teknis. Jabatan guru terdiri dari guru BK, guru TIK, guru matematika, guru senin budaya, dan guru bahasa Indonesia.

Jabatan kesehatan terdiri dari perawat, dokter, asisten apoteker, perekam medis apoteker.

Sedangkan jabatan teknis terdiri dari pranata komputer, polisi kehutanan, pengawas benih tanaman, pengelola keuangan, dan pengelola barang dan jasa.

Jabatan terbanyak yang dibutuhkan pemerintah kabupaten/kota antara lain guru kelas, guru penjasorkes, guru BK, guru TIK, guru seni budaya, perawat, bidan, dokter, apoteker, pranata laboratorium kesehatan, penyuluh pertanian, auditor, pengelola pengadaan barang dan jasa, pengelola keuangan, dan verifikator keuangan.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Teguh Widjinarko mengungkap, pelaksanaan tes CPNS dan PPPK tahun ini tetap akan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Mengenai lokasi pelaksanaan tes CPNS dan PPPK, lanjut Teguh, sama seperti tahun lalu, akan terlaksana di 34 Kantor Regional BKN beserta Unit Pelaksana Teknisnya (UPT).

"Kalau misal dilakukan di lokasi-lokasi lain, kita bisa merancangnya," katanya dalam konferensi virtual, Jumat (9/4/2021).

Ada yang Berbeda untuk Ijazah

Ada yang berbeda dalam seleksi CPNS 2021 mendatang.

Kali ini, peserta tidak perlu mengunggah ijazah saat melakukan pendaftaran berkas CPNS 2021.

Aparatur Sipil Negara (ASN)
Aparatur Sipil Negara (ASN) 

Lantas bagaimana prosedur pendaftaran CPNS 2021 yang baru?

Pemerintah bakal segera membuka seleksi CPNS tahun 2021. 

Penerimaan CPSN tahun ini terbagi dalam tiga kategori yakni CPNS, sekolah kedinasan dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan jumlah formasi yang dibuka dalam seleksi CPNS 2021 akan diputuskan akhir bulan ini.

"Kami merencanakan dengan BKN nanti mudah-mudahan akhir Maret ini kita putuskan (jumlah formasi), berapa sebenarnya formasi yang dibutuhkan, jadi ini tawar-menawar masih banyak, baik daerah beberapa Kementerian/Lembaga (K/L) instansi, tapi Alhamdulillah ini akan mencapai," ujar Tjahjo, dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Rabu (24/3/2021).

Meski belum diputuskan, Tjahjo mengungkapkan diperkirakan ada 1.275.387 lowongan dengan rincian 83.669 di antaranya untuk memenuhi kebutuhan pemerintah pusat dan 1.191.718 lowongan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah daerah. 

Dari total lowongan yang dibutuhkan, Tjahjo menyebut posisi paling banyak akan ditempatkan sebagai guru PPPK yaitu sebanyak 1.022.616, PPPK non guru sebanyak 70.008, dan sisanya sebagai CPNS sebanyak  119.094.

"Tapi jumlah rencana penetapan untuk pemerintah pusat sebanyak 69.684 dengan rincian 61.129 untuk 56 K/L, dan 8.555 untuk 8 sekolah kedinasan," jelas Tjahjo.

"Untuk pemerintah daerah sebanyak 671.867 dengan rincian guru PPPK sebanyak 565.633, PPPK non guru 21.571 dan CPNS 64.663," imbuhnya.

Jadwal Tahapan CPNS 2021

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana membeberkan tahapan jadwal seleksi CPNS 2021. 

Pendaftaran CPNS 2021, kata dia,  sudah bisa dimulai pada bulan April 2021. Namun hanya bagi sekolah kedinasan di bawah 8 instansi Kementerian dan Lembaga terlebih dahulu. 

"Tahun ini kami berharap pada bulan April sudah bisa dimulai pendaftaran terutama untuk sekolah kedinasan. Karena apa? karena kami tidak ingin itu disatukan, agar protokol kesehatan bisa terjaga, karena kalau terlalu banyak ini agak sulit menjaga protokol kesehatannya," ujar Bima, dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/3/2021). 

Setelah pendaftaran bagi sekolah kedinasan selesai dilakukan, nantinya baru dilanjutkan pendaftaran bagi guru dengan skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), PPPK non guru, dan CPNS. 

Bima mengungkap pendaftaran grup ini rencananya mulai dibuka antara bulan Mei sampai dengan Juni 2021. Selepas itu gelaran seleksi CPNS 2021 akan dimulai. 

"Pertama seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk sekolah kedinasan pada Mei 2021. Kedua, seleksi untuk PPPK non guru dan CPNS digelar antara Juli sampai Oktober 2021. Sedangkan, seleksi SKD untuk guru PPPK baru dibuka mulai Agustus sampai Desember 2021 dibagi menjadi 3 tahapan," jelasnya. 

Nantinya November 2021 hingga Januari 2021 akan menjadi tahap pengumuman, pemberkasan dan penetapan NIP bagi CPNS dan PPPK non guru. 

Sementara bagi guru PPPK, kata Bima, pengumuman hingga penetapan NIP akan dilaksanakan secara bertahap.

Satu Portal SSCASN, Tak Perlu Unggah Ijazah

Dikutip dari laman resmi BKN, Rabu (24/3/2021), Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan penerimaan CPNS 2021 hanya akan menggunakan satu portal pendaftaran yakni portal SSCASN.

BKN mengaku telah melakukan perbaikan pada portal tersebut.

Di antaranya peserta seleksi nantinya tidak perlu mengunggah sejumlah dokumen seperti ijazah, Surat Tanda Registrasi (STR) serta Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) saat melakukan pendaftaran.

"Portal SSCASN akan terintegrasi dengan data NIK di Dukcapil, data Dapodik Kemdikbud, data STR di Kementerian Kesehatan dan akses data ijzah dan akreditasi Perguruan Tinggi di Kementerian Ristekdikti," ujarnya

Selain itu, Bima juga memastikan peserta seleksi ASN dapat mengakses informasi seluruh formasi yang dibuka pemerintah.

Ini merupakan inovasi pada portal SSCASN.

"Pada seleksi sebelumnya peserta hanya dapat melihat ketersediaan pada portal SSCASN di website masing-masing instansi," jelasnya. (TribunMataram/ Salma) (Tribunnews/Daryono/Vincentius Jyestha)