Wakil Bupati Abdya Serahkan SK Pengangkatan 58 PPPK, 23 Guru 35 Penyuluh Pertanian

Menurut Wabup, status PPPK dan PNS sebenarnya sama saja, hanya yang membedakan adalah tidak adanya pensiun bagi PPPK.

Wakil Bupati Abdya Serahkan SK Pengangkatan 58 PPPK, 23 Guru 35 Penyuluh PertanianWakil Bupati Abdya, Muslizar MT menyerahkan SK kepada perwakilan PPPK, Selasa (2/3/2021), di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Perwakilan Abdya.  
Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Wabup Abdya), Muslizar MT menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 58 orang, Selasa (2/3/2021), di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Abdya.

Pengangkatan PPPK tersebut berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sebagai amanat dari Undang–undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Juga Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2019 tanggal 13 Februari 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja serta Surat Menpan RB Nomor: B/013/FP3K/M.SM.01.00/2019 tanggal 4 Februari 2019 tentang Pengadaan PPPK Tahap I Tahun 2019.

Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, drh Cut Hasnah Nur mengatakan, PPPK yang dilantik itu berasal dari penyuluh pertanian dan guru yang telah mengabdi semenjak tahun 2005 atau 16 tahun lebih.

“Dari 191 orang pendaftar, 127 orang yang memenuhi syarat administrasi dan setelah proses seleksi ujian CAT UNBK yang dilaksanakan pada bulan Maret 2019 lalu, yang berhasil lulus sejumlah 58 orang, terdiri dari guru 23 orang dan penyuluh pertanian sejumlah 35 orang,” sebut Cut Hasanah Nur.

Menurutnya, tenaga PPPK yang dilantik itu akan dikontrak selama lima tahun dan bisa diperpanjang sesuai dengan peraturan daerah, dilihat dari kemampuan anggaran daerah serta kinerja perorangan.

Sementara itu, Wabup Abdya, Muslizar MT dalam sambutannya mengimbau, kepada PPPK yang telah menerima SK pengangkatannya untuk tetap menjaga kinerja sebagaimana janji awal ketika masih jadi pegawai honorer.

“Hari ini merupakan momentum yang luar biasa karena sudah lama tertunda, karena daerah harus menunggu peraturan tentang gaji dan tunjangan dari pusat terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Wabup, status PPPK dan PNS sebenarnya sama saja, hanya yang membedakan adalah tidak adanya pensiun bagi PPPK.

Dalam kesempatan itu, Muslizar juga tak lupa mengimbau kepada PPPK penyuluh pertanian untuk tetap semangat membantu pemerintah mencapai target pertanian di Abdya, karena faktor pertanian adalah program utama dan visi-misi bupati.

Selain itu, ia juga mengimbau PPPK guru untuk memberikan inovasi dalam proses belajar dan mengajar, karena anak-anak adalah masa depan bangsa.

“Apalagi sekarang kita sudah dihadapkan dengan media sosial yang menjadi ancaman baru dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Abdya, drh Nasruddin serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Abdya, Jauhari, SPd.(*)Aceh Tribun