Usulan Kebutuhan Formasi PPPK Belum terpenuhi Tidak Mempengaruhi Rekrutmen PPPK 2021, Kata Dirjen GTK Kemdikbud

 Usulan Kebutuhan Formasi PPPK Belum terpenuhi Tidak Mempengaruhi Rekrutmen PPPK 2021, Kata Dirjen GTK Kemdikbud

Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril bicara soal rekrutmen guru PPPK 2021. Ilustrasi Foto: humas Kemendikbud

Kuota satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK ternyata belum terpenuhi hingga awal Maret 2021.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, usulan kebutuhan formasi yang diajukan Pemda ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) baru 568.238. Artinya masih ada 431.762 formasi yang belum terisi.

Mengenai kuota kosong ini, menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril, tidak akan memengaruhi rekrutmen guru PPPK.

Dia memastikan, rekrutmen guru PPPK akan tetap dilaksanakan tahun ini.

"Rekrutmen PPPK tahun ini tetap ada. Jadwal pastinya masih terus dikoordinasikan dengan Panselnas," kata Dirjen Iwan , Sabtu (6/3).

Untuk pelaksanaan seleksi, lanjutnya, persiapan-persiapan perlu dilakukan dengan sebaik-baiknya. Apalagi kondisi pandemi masih menjadi tantangan utama.

Sembari menunggu pendaftaran rekrutmen guru PPPK dibuka, lanjut Iwan, Kemendikbud terus menyiapkan para guru honorer agar siap menghadapi tes nanti.

Persiapan itu berupa program guru belajar dan seri belajar mandiri calon guru ASN PPPK. "Saya berharap seluruh guru honorer tetap semangat. Mari saling menguatkan untuk terus belajar dan belajar. Saya percaya guru-guru honorer kita bisa lulus tes dan mengisi formasi yang tersedia," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, walaupun usulan yang masuk sebanyak 568.238. Namun angka itu adalah rekor dalam sejarah perekrutan guru di Indonesia.

Dia menegaskan, kuota satu juta guru itu juga tidak akan hilang.

Sebab, pemenuhan formasi sampai satu juta guru ASN PPPK akan dilanjutkan sampai seluruh kuota terpenuhi.

"Kuota satu juta itu enggak akan hilang. Kalau sekarang sekitar 568 ribu usulan formasi yang masuk, bukan berarti sisa kuotanya hilang. Itu akan dilanjutkan sampai kuota satu juta terpenuhi," tegasnya.

Iwan juga memberikan apresiasi terhadap 490 pemerintah daerah yang telah mengajukan formasi kebutuhan guru di wilayahnya.

Dia berharap, pemerintah daerah yang belum mengajukan formasi nantinya bisa mengirimkan pada kesempatan berikutnya. 

"Ini diharapkan akan mampu mempercepat pemenuhan kekurangan guru di daerah yang saat ini jumlahnya masih sangat besar,” tutup Iwan. Data Kemendikbud mencatat, saat ini terdapat 1.002.616 kebutuhan guru secara nasional yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten. (esy/jpnn)