Seleksi PPPK 2021, Ada Alokasi 9.495 Guru Madrasah dan 27.303 Guru Agama

madrasah
Pemerintah menyediakan alokasi 30 ribu lebih formasi untuk guru madrasah dan guru agama sekolah dalam seleksi PPPK 2021 (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikEdu)
Pemerintah mengalokasikan lebih dari 30 ribu formasi bagi guru madrasah dan guru agama sekolah dalam seleksi PPPK 2021 atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar mengatakan tahun ini pihaknya telah mengalokasikan 9.495 formasi PPPK untuk guru madrasah.

"Tahun ini, ada 9.495 formasi PPPK yang disiapkan bagi guru madrasah. Mereka adalah eks Tenaga Honorer K-II yang tidak dapat mengikuti seleksi PPPK pada tahun 2019," ujar Nizar di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Selain itu, lanjut Nizar, Kemenag juga telah mengusulkan 27.303 formasi PPPK 2021 untuk guru agama di sekolah negeri. Formasi ini tersebar pada sekolah negeri yang ada di 393 pemerintah daerah.

Formasi tersebut terdiri atas 22.927 formasi guru agama Islam, 2.727 guru agama Kristen, 1.207 guru agama Katolik, 403 guru agama Hindu, dan 39 guru agama Buddha.

"Saat ini, tim Kemenag tengah menyusun soal dan modul tes seleksi PPPK 2021. Pendaftaran kami rencanakan Mei-Juni, dan rencana pelaksaan seleksi pada Agustus 2021," kata Nizar.

"Menjadi satu kesatuan antara Dapodik dan Kemendikbud," ujar Tjahjo Kumolo dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Rabu (24/3/2021). Rencananya, seleksi PPPK 2021 untuk guru agama ini akan dilaksanakan bersama-sama dengan guru umum yakni menggunakan Sistem UNBK-Kemendikbud.Secara terpisah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama akan mensinkronkan data-data peserta yang dapat mengikuti seleksi yakni guru agama di sekolah negeri atau swasta di pemerintah daerah.

Kementerian PAN RB pun mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap praktik percaloan dalam seleksi baik CPNS maupun PPPK. Plt Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Teguh Widjinarko mengatakan jika ada oknum yang menjanjikan seseorang dapat lulus dari proses seleksi, terlebih tanpa tes itu dapat dipastikan bohong. (pal/erd) Detik