Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi-Seri Belajar Mandiri bagi Calon Guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). 
  Tangkap layar Youtube Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi-Seri Belajar Mandiri bagi Calon Guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) meluncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi. Dengan adanya program ini diharapkan bisa memfasilitasi tenaga pendidik agar mengembangkan diri secara mandiri di tengah pandemi.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril menerangkan, program Guru Belajar dan Berbagi utamanya merupakan gerakan yang membuat setiap guru bisa mengikuti program pembelajaran secara daring. Selain itu juga bisa untuk berefleksi dan terus mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

Program Guru Belajar dan Berbagi hadir sebagai fasilitas belajar dan berbagi para guru serta para pemangku kepentingan pendidikan agar anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pendidikan terbaik dari guru terbaik. Semangat Guru Indonesia, Semangat Guru Belajar dan Berbagi!,” kata Iwan Syahril dalam keterangan resminya, Rabu (3/3/2021).

Program ini dilaksanakan berdasarkan bahan belajar mandiri yang sesuai dengan bidang studi yang telah dilaksanakan secara daring. Tujuannya adalah sebagai bekal agar guru memiliki bahan ajar mandiri karena terdapat latihan soal di dalamnya.

Guru saling belajar dalam komunitas

Hal ini juga sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan bagi guru menghadapi Seleksi Guru ASN PPPK.

“Guru mampu menggunakan sistem belajar mandiri yang user friendly. Guru mampu menggunakan komunitas belajar dalam mengonstruksi pengetahuan dan keterampilan dalam moda daring,” terangnya.

Dengan cara ini, lanjut Iwan, bisa mendorong guru saling belajar dalam komunitas dengan guru lain dalam hal berbagi pengetahuan dan keterampilan.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Nunuk Suryani melaporkan, pada 2020, Ditjen GTK telah meluncurkan layanan berbasis digital.

Yaitu Guru Berbagi, di mana terdapat 65.612 rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 2.219 artikel, dan berbagai video yang telah dibagikan oleh guru-guru Indonesia dan telah diakses oleh 76 juta kali pengunjung. Selain itu RPP yang dibagikan guru-guru telah diunduh sebanyak lebih dari 20 juta kali.

Persiapan program

Ada beberapa rangkaian penyiapan program ini. Yakni sebagai berikut:

1. Pemetaan materi, substansi modul dengan model kompetensi guru untuk seri belajar mandiri Calon Guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).

2. Penyusunan modul dan soal latihan dan rancangan LMS.

3. Uji coba modul, revisi dan finalisasi modul dan soal latihan

4. Digitalisasi modul dan soal, dan pengembangan konten dalam Massive Open Online Course (MOOC).

Tahapan program Guru Belajar dan Berbagi

Sedangkan tiga tahapan program Guru Belajar dan Berbagi-Seri Belajar Mandiri bagi Calon Guru ASN PPPK. Antara lain:

1. Tahap pertama yakni, Pendahuluan. Di tahap ini, peserta dibekali orientasi terkait penjelasan teknis, penggunaan modul, pembelajaran dan komunitas pembelajaran.

2. Tahap kedua yaitu fasilitasi pembelajaran. Peserta secara mandiri belajar substansi pedagogi dan bidang studi masing-masing.

Peserta memanfaatkan fasilitas ruang kolaborasi dan komunitas pembelajaran dalam mengembangkan pemahaman dan kemampuannya. Serta mencoba beberapa soal formatif untuk mengetahui tingkat pemahaman materi yang telah dipelajari.

3. Tahapan ketiga adalah Try Out. Peserta dapat mendaftar untuk ikut pelatihan soal-soal pedagogi dan bidang studi masing-masing setelah proses belajar mandiri dilakukan.

Ada 38 jenis modul belajar. Terdiri dari 26 mata pelajaran dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Peserta para guru di Indonesia diprioritaskan untuk guru Non-PNS yang akan mengikuti Seleksi Guru ASN PPPK Tahun 2021,” imbuh Nunuk Suryani.

kompas