Panselnas Mulai Susun Skema Seleksi ASN 2021

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen mengungkapkan, panitia seleksi ASN nasional (panselnas) mulai menyiapkan infrastruktur pelaksanaan seleksi calon ASN tahun 2021. Pada rekrutmen ASN 2021, terdiri dari seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen mengungkapkan, panitia seleksi ASN nasional (panselnas) mulai menyiapkan infrastruktur pelaksanaan seleksi calon ASN tahun 2021. Pada rekrutmen ASN 2021, terdiri dari seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Foto: Republika
Perlaksanaan seleksi akan berlangsung sepanjang tahun 2021.
Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen mengungkapkan, panitia seleksi ASN nasional (panselnas) mulai menyiapkan infrastruktur pelaksanaan seleksi calon ASN tahun 2021. Pada rekrutmen ASN 2021, terdiri dari seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"BKN bersama Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemendikbud tengah mematangkan kesiapan pelaksanaan seleksi CASN 2021. Khususnya dari aspek infrastruktur dan skema penyelenggaraan seleksi,” kata Suharmen yang dikutip dari web resmi BKN.go.id, Rabu (3/3).

Suharmen menjelaskan, BKN selaku Ketua Pelaksana Panselnas akan bekerja sama dengan beberapa kementerian/lembaga untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pendaftaran sampai penyelenggaraan seleksi ASN. Baik seleksi PPPK, seleksi CPNS maupun seleksi sekolah kedinasan.

Namun kata Suharmen, sebelum tahap pengumuman, Panselnas akan memastikan jadwal pelaksanaan seleksi ASN ini secara mendetail terlebih dahulu. Setelahnya, baru berkoordinasi dengan seluruh instansi pusat dan daerah yang mengajukan usulan formasi ke KemenPANRB. 

"Perlaksanaan seleksi akan berlangsung sepanjang tahun 2021. Mulai dari PPPK, CPNS dan sekolah kedinasan," kata Suharmen.

Sedangkan, Plt Deputi SDM KemenPANRB Teguh Widjinarko mengatakan, komposisi dari rencana kebutuhan ASN 2021 terdiri dari lingkup instansi pemerintah pusat dan daerah. Teguh mengungkapkan, formasi jabatan guru merupakan komposisi terbanyak dalam penetapan kebutuhan ASN 2021 yakni melalui rekrutmen satu juta guru PPPK.

“Diikuti formasi tenaga kesehatan dengan kompisisi terbanyak kedua dan dilanjutkan jabatan fungsional teknis lainnya,” kata Teguh.

Teguh mengatakan panselnas juga akan berkoordinasi lanjutan untuk memastikan sejumlah kesiapans seleksi ASN 2021. Mulai dari aspek pengawasan sampai dengan kematangan pelaksanaan yang masih disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menyebut kebutuhan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) pada 2021 ini sebanyak 1,3 juta orang. Tjahjo merinci kebutuhan sebanyak 1,3 juta ASN di tahun 2021 lebih banyak dari PPPK yakni meliputi satu juta guru PPPK melalui skema program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Untuk rekrutmen 1 juta guru PPPK ini akan diadakan di seluruh pemerintah daerah untuk menyelesaikan kekurangan tenaga guru yang selama ini diisi oleh tenaga honorer. Tjahjo menambahkan, yang dapat mengikuti program 1 juta PPPK ini adalah mereka yang terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik).

Sementara untuk kebutuhan aparatur di Pemerintah daerah jumlahnya mencapai sekitar 189 ribu ASN yang terdiri dari PPPK dam CPNS dengan masing masing terdiri dari 70 ribu PPPK dan 119 ribu CPNS. "Kebutuhan 189 ribu ASN ini rinciannya terdiri dari 70 ribu PPPK jabatan fungsional selain guru, dan 119 ribu CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan, termasuk tenaga kesehatan," ungkapnya.<