Masalah Yang Timbul Jika Pemda Tidak Mengusulkan Formasi PPPK 2021

Masalah Yang Timbul Jika Pemda Tidak Mengusulkan Formasi PPPK 2021
Guru honorer. Ilustrasi. Foto: dok

Ketua Umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat memprediksi kekurangan tenaga pendidik aparatur sipil negara (ASN) bakal bertambah tahun depan. Hal ini karena akan banyak guru PNS yang pensiun.

Sedangkan rekrutmen satu juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini sepertinya meleset. Lantaran formasi yang diajukan pemda belum mencapai 600 ribu.

"Ini tanda-tanda masuk masa darurat guru. Lagi-lagi pemda akan menggunakan jasa guru honorer," kata Rizki , Sabtu (27/3).

Menggunakan jasa guru honorer, menurut Rizki merupakan langkah paling aman ketimbang mengajukan usulan PPPK.

Sebab, Pemda tidak perlu memikirkan anggaran besar untuk membayar gaji dan tunjangan guru honorer dibandingkan PPPK.

"Coba kalau gaji dan tunjangan PPPK ditanggung APBN, pasti usulan formasi satu juta guru PPPK cepat terpenuhi," ujarnya.

Walaupun Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan seluruh gaji PPPK sudah ditanggung APBN, faktanya pada rekrutmen PPPK 2019, pemda kesulitan membayar.

Bahkan yang sudah terima SK saja belum digaji dan harus menunggu April. Dia membandingkan dengan rekrutmen CPNS yang cepat terisi kuotanya karena sumber pembiayaannya sudah jelas.

Sedangkan PPPK, ada pasal di PP Manajemen PPPK bahwa sumber gaji dan tunjangan berasal dari APBN/APBD. Inilah yang membuat pemda ragu. Ditambah lagi dengan pengalaman tidak mengenakkan dalam rekrutmen PPPK 2019.

Dia yakin kalau gaji PPPK ditanggung APBN, pasti kejadiannya tidak seperti sekarang.

"Yang jadi korban lagi-lagi guru honorer karena ada daerah tidak mengajukan usulan kebutuhan PPPK," tandasnya. (esy/jpnn)