Kuota Formasi PPPK Tahun 2021 Kabupaten Mempawah Sebanyak 697 Orang

Forum Gerakan Guru Honorer Sambut Baik 697 Orang Kuota P3K di Kabupaten Mempawah

Kita juga ketahui mungkin tidak sepenuhnya guru honorer untuk terakomodir diangkat untuk P3K ini, tapi setidaknya ada program dan terobosan dari Pemda

Forum Gerakan Guru Honorer Sambut Baik 697 Orang Kuota P3K di Kabupaten Mempawah Ketua Forum Gerakan Guru Honorer Kabupaten Mempawah, Hidaya, S.Pd.   Bupati Erlina lakukan kunjungan kerjanya ke Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada Rabu 3 Maret 2021.

Pada kesempatan itu, Bupati Erlina menyampaikan aspirasi para guru honorer, agar ada penambahan kuota guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tepat pada hari ini, Kamis 4 Maret 2021, Bupati Erlina merasa senang, karena harapan para guru honorer menemui titik terang.

Dirinya menyebutkan dari 710 formasi P3K yang diajukan kepada Kemendikbud RI, disetujui 697 orang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Gerakan Guru Honorer Kabupaten Mempawah, Hidaya, S.Pd, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bupati Erlina.

Menurutnya hal itu adalah kabar baik untuk para guru Honorer ya g ada di Kabupaten Mempawah.

"Jelas kami sangat mengapresiasi dengan kuota P3K yang akan dibukan untuk 697 orang ini," katanya kepada Tribun, Jumat 5 Maret 2021.

Dirinya juga menyoroti tentang pasal-pasal yang termuat dalam pengangkatan guru honorer dalam program P3K.

"Kita ketahui juga yang di prioritaskan yakni guru-guru honorer yang sudah mengabdi sangat lama, semoga hal itu terealisasi dengan baik," harapnya.

Dirinya juga berharap, kuota yang sudah disampaikan Bupati Erlina tidak berkurang.

"Semoga kuota yang sudah diinformasikan tidak berubah lagi," tegasnya.

Sebagai Ketua Forum Gerakan Guru Honorer Kabupaten Mempawah, dirinya berharap setidaknya para guru honorer nantinya juga mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

"Kita juga ketahui mungkin tidak sepenuhnya guru honorer untuk terakomodir diangkat untuk P3K ini, tapi setidaknya ada program dan terobosan dari Pemerintah Daerah untuk memperhatikan para guru honorer," harapnya lagi.

Dirinya juga mengatakan akan terus mengawal program P3K ini dengan seksama.

"Kita juga akan melakukan pengawalan, sehingga teman-teman yang tidak terakomodir dalam P3K ini bisa mendapatkan perhatian lebih juga," ucapnya.

Dirinya juga menyampaikan semoga hal ini, menjadi jawaban dari penantian panjang guru honorer.

"Ini juga menjadi ikhtiar kami bersama untuk tetap memperjuangkan apa yang menjadi impian para guru honorer," tutupnya. (*)pontianak.tribunnews