Kota Lubuklinggau Ajukan 454 PPPK Tahun 2021

zDinas Pendidikan Kota Lubuklinggau Sumsel tahun ini mengajukan 454 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Ratusan Guru Honorer di Lubuklinggau Akan Bersaing Perebutkan 454 Formasi P3KIlustrasi P3K.  Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau Sumsel tahun ini mengajukan 454 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Jumlah tersebut dapat dipastikan akan diperebutkan oleh 700 orang guru honorer yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Dian Candra mengatakan jumlah guru honorer yang diajukan menjadi P3K ini sesuai dengan kebutuhan tenaga pendidik di seluruh sekolah di Kota Lubuklinggau.

"454 P3K yang kita ajukan ini merupakan hasil analisa dari usulan sekolah-sekolah yang ada di Kota Lubuklinggau saat ini," ujarnya pada pada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Ia mengungkapkan dari 454 P3K yang diusulkan ke pemerintah pusat tersebut didominasi oleh usulan untuk guru sekolah dasar, sebab untuk tahun 2021 ini puluhan guru SD di Kota Lubuklinggau pensiun.

"Mengapa kita usulkan banyak guru SD tahun karena banyak yang pensiun. Untuk Kepsek saja ada tiga orang, tapi untuk jumlah keseluruhan berapa guru SD pensiun masih kita data," ungkapnya.

Sementara Plt Kepala BKPSDM Kota Lubuklinggau Yulita Anggraini menyebutkan, tahun ini BKPSDM Kota Lubuklinggau mengajukan sebanyak 93 formasi CPNS dan 454 formasi PPPK Guru.

"PPPK Guru kita ajukan 454 sedangkan CPNS sebanyak 93 yang terdiri dari CPNS tenaga kesehatan 67 dan CPNS teknis 26, sehingga
totalnya 547," ungkapnya.

Hanya saja untuk kepastian penerimaan waktu penerimaan CPNS dan PPPK tahun ini, BKPSDM masih menunggu petunjuk dari BKN dan Kemenpan-rb, kapan waktu resmi pembukaan.

"Belum tahu kapan, karena saat ini kita masih menunggu petunjuk teknis dari BKN dan Kemenpan-rb, karena rumornya tenaga guru hanya P3K, jadi kita masih nunggu petunjuk," ungkapnya.

Menurutnya, setelah keluar petunjuk resmi nanti BKPSDM kabupaten atau/kota baru bisa menentukan langkah selanjutnya sesuai arahan dari BKN dan Kemenpan-rb tersebut.

"Formasi yang paling banyak kurang itu guru, dan tenaga medis, bahkan untuk ASN guru di Kota Lubuklinggau banyak belum terpenuhi, masih banyak sekolah -sekolah yang kekurangan guru khusus untuk guru SD," ujarnya.

Kendala saat perekrutan selama ini, jumlah yang diajukan tidak pernah sesuai dengan yang di terima, mungkin ada pertimbangan lain dari pemerintah pusat terutama masalah pembiayaan gaji.

"Pertimbangannya bisa jadi karena adanya reformasi birokrasi,  semuanya sekarang sistematis dengan sistem yang berjalan baik jumlah ASN mulai di kurangi," ungkapnya.

Bahkan, untuk tenaga teknis BKSDM selalu bersurat dengan OPD-OPD apa yang menjadi kekurangannya selama ini. Karena tenaga teknis setiap tahun banyak yang pensiun sementara penerimaan selalu sedikit.

"Kemudian hasilnya kita usulkan dalam formasi, tapi hasil yang kami terima kadang juah dari sesuai ajuan, padahal itu sangat dibutuhkan," ujarnya. (Joy) 

Tribun SUmsel