Guru Honorer Non Kategori Sangat Antusias Mengikuti Bimbingan Belajar PPPK dari Kemendikbud

Guru Honorer Non Kategori Sangat Antusias Mengikuti Bimbingan Belajar PPPK dari Kemendikbud
Ketum Forum Hononer Non K PGHRI Raden Sutopo Yuwono bersama pengurus lainnya saat ke Istana Negara baru-baru ini. Foto: dokumentasi pribadi  

Guru-guru honorer nonkategori di wilayah Jawa Tengah (Jateng) sangat antusias mengikuti bimbingan belajar PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mereka juga tidak mengalami kesulitan mengakses seri belajar mandiri calon guru ASN PPPK yang baru saja diluncurkan tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Honorer Nonkategori Dua Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2 PGHRI) Raden Sutopo Yuwono , Sabtu (6/3).

"Alhamdulillah lancar-lancar saja. Kami sejak program guru belajar ini diluncurkan 3 Maret langsung bisa menggunakan seri belajar PPPK," kata Raden Sutopo Yuwono.

Dia mengatakan semua honorer yang pernah mengikuti uji kompetensi guru (UKG) pada 2015, baik lulus atau tidak, memiliki nomor UKG.

Nomor UKG itu, kata Sutopo, bisa digunakan untuk mengakses seri belajar mandiri atau bimbel PPPK yang diresmikan Mendikbud Nadiem Makarim.

"Bisa kok pakai nomor UKG. Yang tidak punya nomor UKG, bisa masuk dengan nomor NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan)," jelasnya.

Cara mengakses seri belajar mandiri PPPK itu sudah disampaikan kepada seluruh guru honorer yang tergabung dalam FHNK2 PGHRI. Rata-rata mereka bisa mengakses dengan mudah.Honorer yang tidak bisa mengakses hanya tenaga kependidikan atau guru yang tidak terdaftar dalam Dapodik.

"Kami di Jateng aman-aman saja. Kami sangat berterima kasih kepada Mendikbud karena membekali kami agar lebih siap menghadapi seleksi  PPPK," ucap Raden Sutopo.

Pihaknya menilai animo para guru honorer yang ingin ikut bimbingan belajar (bimbel) PPPK dari Kemendibid cukup besar. Kondisi ini sama seperti tryout yang digelar PGRI Jateng pada Februari lalu.

"Kini semua guru honorer non K2 ikut bimbel PPPK dan ingin ikut seleksi PPPK. Walaupun awalnya banyak yang menolak. Semoga menjadi pintu masuk guru honorer non K2 meningkatkan kesejahteraannya. Kemudian tenaga kependidikan yang harus dikawal semua honorer non K2," paparnya.

Sutopo menyampaikan rasa terima kasih kepada PGRI, DPR, dan pemerintah yang membuka rekrutmen 1 juta PPPK bagi honorer K2 dan non K2.

"Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Umum PB PGRI di mana pada 2018 menyarankan kami menerima PPPK. Alhamdulillah kini ada hasilnya," pungkas Sutopo.(esy/jpnn)