Formasi Guru Paling Banyak Dibuka di Seleksi ASN 2021

Ilustrasi guru, Hari Guru Nasional 
ShutterstockIlustrasi guru, Hari Guru Nasional Formasi guru memegang komposisi terbanyak dalam penetapan seleksi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021.

Hal itu mengingat pemerintah akan melaksanakan rekrutmen satu juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK).

"Diikuti formasi tenaga kesehatan dengan komposisi terbanyak kedua dan dilanjutkan dengan jabatan fungsional teknis lainnya," kata Plt Deputi SDM Kementerian PAN-RB Teguh Widjinarko dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Dia mengatakan, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) akan melakukan koordinasi lanjutan untuk memastikan sejumlah persiapan seleksi ASN 2021.

"Mulai dari aspek pengawasan sampai dengan kematangan pelaksanaan yang masih disesuai dengan kondisi pandemi Covid-19," ujarnya.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suharmen menjelaskan, saat ini Panselnas mulai menyiapkan infrastruktur untuk pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan guru PPPK 2021.

Dia menyebutkan, BKN sebagai Ketua Pelaksana Panselnas akan berkerjasama dengan beberapa kementerian/lembaga untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pendaftaran sampai penyelenggaraan seleksi ASN.

"Kami bersama Kementerian PAN-RB, Kemendagri, dan Kemendikbud tengah mematangkan kesiapan pelaksanaan seleksi ASN 2021, khususnya dari aspek infrastruktur dan skema penyelenggaraan seleksi," kata Suharmen.

Sebelum di tahap pengumuman, lanjut dia, Panselnas akan memastikan jadwal pelaksanaan seleksi ASN ini secara mendetail terlebih dahulu.

Baru kemudian, sebut dia, Panselnas akan berkoordinasi dengan seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah yang mengajukan usulan formasi ke Kementerian PAN-RB.

"Pelaksanaan seleksi ASN akan berlangsung di 2021, mulai dari seleksi PPPK, CPNS, dan Sekolah Kedinasan," jelas Suharmen.

Hanya yang lulus berhak jadi guru PPPK

Mendikbud Nadiem Makarim pernah menyatakan, hanya guru honorer yang lulus seleksi bisa menjadi guru PPPK.

Meski kapasitasnya mencapai 1 juta PPPK.

"Yang diangkat jadi PPPK itu bagi guru honorer yang lulus tes, dari seleksi 1 juta orang," kata Nadiem.

Dia mencontohkan, apabila satu juta orang yang lulus seleksi, maka satu juta orang yang lulus itu berhak menjadi PPPK.

"Kalau cuma 200 ribu yang lulus, itu yang bisa jadi PPPK. Bahkan kalau yang lulus 100 ribu orang, itu yang akan diangkat menjadi PPPK," tegas Nadiem.

Dia menyebutkan, rekrutmen PPPK akan dilakukan di 548 pemerintah daerah (Pemda). Maka dari itu, semua guru honorer harus mempersiapkan dengan matang proses seleksi tersebut.

Kesempatan menjadi guru PPPK, kata Nadiem, sangat besar. Karena, proses seleksi yang diberikan sampai tiga kali.

"Jadi bukan hanya satu kesempatan yang diberikan di tahun ini, tapi sampai tiga kali. Bisa tahun depan maupun di tahun berikutnya," jelas Nadiem.

Bahkan, seleksi guru PPPK tidak terpengaruh oleh batas usia dari guru honorer.Kompas