Cegah Calo Seleksi CPNS dan PPPK, BKN Makin Canggih Siapkan Fitur Pengenalan Wajah

Cegah Calo Seleksi CPNS dan PPPK, BKN Makin Canggih Siapkan Fitur Pengenalan Wajah
Mencegah praktik calo dalam seleksi CPNS, calon PPPK dan sekolah kedinasan, tengah disiapkan teknologi pengenalan wajah (Face recognition). Foto/Dok
Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih terus mempersiapkan pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) , calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan sekolah kedinasan. Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, salah satunya adalah mencegah terjadinya kecurangan atau percaloan dalam seleksi penerimaan aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

“(Kami) akan tetap menjaga kualitas transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan seleksi ASN, termasuk mencegah terjadinya tindak kecurangan atau percaloan,” ujarnya dikutip dari pers rilis Humas BKN, 

Untuk mengantisipasi hal itu, Bima mengatakan tengah mempersiapkan fitur tambahan pada sistem CAT BKN yakni face recognition.

“Face recognition yang diperuntukkan untuk mengidentifikasi peserta yang melakukan ujian, sehingga dapat meminimalkan adanya percaloan dalam pelaksanaan ujian,” ungkapnya.

Seperti diketahui pada seleksi CPNS 2019 yang dilaksanakan tahun lalu terjadi praktik kecurangan terjadi dalam pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS. Dimana kecurangan tersebut ditemukan dalam aksi perjokian.

Kecurangan ini terjadi di titik lokasi tes SKB CPNS Kantor Regional (Kanreg) BKN Medan. Aksi ini dilakukan oleh oknum PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan berinisial EW (37). VS (33) si pelamar CPNS merupakan sepupu EW yang melamar menjadi guru di instansi Pemerintah Kota Pematangsiantar.

VS disebut EW sebagai saudara sepupu. Pada Rabu (23/09/2020) EW dan VS tiba di Kantor Regional VI BKN Medan Sunggal dengan pakaian hitam putih layaknya peserta ujian pada umumnya. Saat melakukan pemeriksaan, panitia menemukan gelagat yang mencurigakan di antaranya tampak dari kehadiran EW saat injury time dan langsung ke ruang ujian tanpa lebih dahulu registrasi pin.

Akhirnya pihak BKN Medan meminta kerja sama pihak Kepolisian Medan Sunggal untuk mengusut kecurigaan tersebut. Awalnya kedua oknum tersebut tidak mengakui perbuatannya. Setelah diperiksa lebih lanjut, EW dan VS mengakui tindakan tersebut.
(akr) Dita Angga Rusiana Sindo