Benefit dan Fasilitas Mantap PNS, Ada 1,3 Juta Lowongan

Ilustrasi PNS/Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Ilustrasi PNS/Foto: Rifkianto Nugroho

Pemerintah di tahun ini kembali membuka 1,3 juta lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan banyak keuntungan menjadi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tjahjo menjelaskan animo masyarakat untuk bisa menjadi PNS selalu tinggi. Misalnya saja pada 2019 silam. Rekrutmen CPNS saat ini ada kurang lebih 4 juta masyarakat yang mendaftar untuk memperebutkan 300.000 kursi pekerjaan.

Menurut Tjahjo, kenapa masyarakat begitu antusias ingin menjadi PNS, karena menjadi PNS bukan hanya mendapatkan gaji pokok (gapok) kecil, tapi ada tambahan-tambahan penghasilan lain seperti tunjangan kinerja, gaji ke-13, hingga jaminan mendapatkan dana pensiun.

"Jadi PNS ada kepastian jaminan hidup. Karena ada kepastian, meskipun gapok kecil, tapi ada tunjangan kinerja. Belum lagi ada kebijakan Pak Presiden melalui Menteri Keuangan, ada gaji ke-13. [...] Jadi yang paling enak sekarang ini adalah ASN," jelas Tjahjo dalam Program IMPACT di CNBC Indonesia TV, Kamis (4/3/2021) malam.

Kendati demikian, Tjahjo menegaskan menjadi PNS saat ini tidak bisa bekerja secara santai, karena harus dituntut bekerja produktif. Disamping itu juga saat ini kinerja PNS juga selalu diawasi oleh Eselon I dan II sebagai leadernya.

Bahkan selama bekerja dari rumah (WFH) pun, kata Tjahjo para abdi negara tetap dipantau kinerjanya oleh Eselon I dan II tersebut. Pemerintah saat ini juga, kata Tjahjo menerapkan penghargaan bagi yang berprestasi, serta memberikan hukuman atau bagi yang melanggar aturan.

"Sekarang sudah tertib. (Di kantor) ada absensi harus wajib datang dan pulang, sudah ada sistemnya. Ada reward dan punishment," tuturnya.

"Eselon I dan II itu harus jadi leadernya yang mengontrol, mengorganisir, menggerakkan. Sampai sekarang juga ada crisis center yang memonitor pegawai sehat atau tidak. Kalau dia kena Covid-19, bagaimana keluarganya. Terus kita monitor, tugasnya apa yang ada di rumah," kata Tjahjo melanjutkan.

Pada kesempatan terpisah, Tjahjo memparakan rencana pengadaan PNS untuk 2021. Di mana Kementerian PANRB bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta BKN sudah menyusun rencana ini sejak bulan Februari.

"Kementerian Keuangan juga berkontribusi dalam memberikan komitmen dukungan untuk penyediaan anggaran," jelas keterangan Tjahjo, dikutip Jumat (5/3/2021).

Adapun jumlah perekrutan CPNS di 2021 ini sebanyak 1,3 juta. Terdiri dari :

- Guru PPPK 1.000.000 Formasi : Pelamar dari Guru Honorer Eks THK-2 dan Lulusan PPG

- Pengadaan PNS di Pemerintah Pusat 83.000 Formasi (CPNS/CPPPK) : Sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi untuk berbagai jabatan yang dibutuhkan.

- Pengadaan PNS di Pemerintah Daerah 189.000 Formasi : 70.000 PPPK JF selain guru dan 119.000 CPNS jabatan teknis yang sangat diperlukan (termasuk tenaga kesehatan).

"Proses pengadaan tahun 2021 ini merupakan pengalaman pertama dalam merekrut sekitar 1,3 juta pegawai, jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya," kata Tjahjo.


(dru)