Alasan Puluhan Guru PAI di Pijay Minta Diangkat Jadi ASN tanpa Tes

Bahkan, para guru PAI ini minta mereka diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN tanpa melalui jalur tes.

Puluhan Guru PAI di Pijay Minta Diangkat Jadi ASN tanpa Tes, Alasannya Gara-gara Hal Ini

Puluhan guru honorer PAI di Pidie Jaya melakukan foto bersama usai acara silaturrahmi dan temu ramah di Pondok Serambi Coffee, Kompleks Kantor Bupati Pijay, Senin (29/3/2021).  

Puluhan guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pidie Jaya atau Pijay mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk memperhatikan nasib mereka.

Bahkan, para guru PAI ini minta mereka diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN tanpa melalui jalur tes.

Pasalnya, selama ini mereka tekah mengabdi mendidik generasi bangsa di Aceh selama puluhan tahun.

Koordinator Guru PAI Aceh, Abdul Hadi bersama Ketua Panitia Pelaksana GTHNK 35 Pijay, Fuji Rizki , Senin (29/3/2021), mengatakan, menyahuti perkembangan nasib para tenaga honorer khususnya guru PAI yang telah mengabdi selama puluhan tahun terakhir, maka  pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag)  untuk lebih memperhatikan nasib para guru honorer.

"Kami sangat berharap perhatian Pemerintah Aceh agar dapat memperjuangkan nasib para tenaga pendidik (guru) honorer agar dapat di angkat menjadi ASN tanpa melalui jalur tes," ucap Abdul Hadi.

Diakui Abdul Hadi, dirinya merasa prihatin sekali dengan keluh kesah para guru yang telah lama mengabdi dengan menerima jerih yang sangat terbatas dan malahan sangat minim dalam menafkahi keluarga.

Ironisnya, persoalan ini telah lama luput dari perhatian pemerintah yang terkesan seperti abai terhadap nasib mereka.

Malah di Aceh masih banyak para guru telah menderma bakti mendidik generasi negeri hingga mencapai 35 tahun masa kerja.

"Kami sangat berharap pemerintah dapat menyahuti jeritan para guru PAI yang telah menderma bakti dalam mencerdaskan negeri ini," pinta Fuji Rizki.(*)Aceh Tribun