6 Dokumen Yang Harus Diunggah di Portal SSCN

Syarat atau dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran CPNS sesuai dengan ketentuan dari masing-masing instansi yang akan dilamar.

CPNS 2021 - Ini 6 Dokumen Yang Harus Diunggah di Portal SSCN

Beberapa kendala atau masalah yang sering muncul saat mendaftar CPNS di portal SSCN.  Berikut adalah beberapa dokumen yang harus diunggah dalam portal SSCN saat pendaftaran CPNS.

Pendaftaran CPNS 2021 akan segera dibuka.

Sejauh ini Kemenpan RB dan BKN memperkirakan menyebut pendaftaran CPNS 2021 akan dimulai antara bulan April, Mei, atau Juni 2021.

Kendati demikian, jumlah formasi yang akan dibuka pada CPNS 2021 masih belum diketahui.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Humas BKN, Paryono kepada Wartakotalive.com saat dihubungi Kamis, 11 Februari 2021.

"Ini karena formasi belum turun jadi belum ada kabar yg bisa kami sampaikan (menyangkut CPNS 2021)," ujar Paryono dikutip dari wartakotalive.com.

Lantaran formasi belum turun, maka jumlah seluruh formasi CPNS 2021 belum bisa diketahui.

Meski belum ada informasi mengenai jumlah formasi jabatan yang akan dibuka, tapi tidak ada salahnya untuk menyiapkan berkas atau dokumen yang dibutuhkan saat pendaftaran nanti.

Lalu, apa saja syarat dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran CPNS 2021?

Jika berencana untuk ikut seleksi CPNS 2021, ada beberapa dokumen dan persyaratan yang perlu dipersiapkan.

Sebagaimana diketahui, pendaftaran seleksi CPNS sudah dilakukan secara online melalui portal sscn.bkn.go.id sejak penerimaan CPNS 2017, CPNS 2018 dan CPNS 2019.

Melalui portal ini, para pelamar diharuskan untuk membuat akun terlebih dahulu dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Selanjutnya pelamar harus melengkapi sejumlah data diri dan mengunggah beberapa dokumen yang disyaratkan.

Syarat dan dokumen yang perlu diunggah

Syarat atau dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran CPNS sesuai dengan ketentuan dari masing-masing instansi yang akan dilamar.

Merujuk pada seleksi CPNS 2019 seperti dilansir dari laman FAQ sscn.bkn.go.id, beberapa dokumen yang harus diunggah ialah sebagai berikut.

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan jenis atau format file jpeg/jpg, ukuran 200 kb.

2. Ijazah dengan format pdf ukuran 800 kb.

3. Transkrip Nilai format pdf ukuran 500 kb.

4. Pas foto format jpeg/jpg ukuran 200 kb.

5. Surat lamaran format pdf ukuran 300 kb.

6. Dokumen pendukung lainnya dengan format pdf ukuran 700 kb.

Selain dokumen-dokumen utama yang disebutkan diatas, ada beberapa dokumen tambahan yang bisa dipersiapkan sejak sekarang.

Dokumen-dokumen ini juga diminta oleh sejumlah instansi, bahkan ada yang menjadikannya sebagai syarat wajib.

Dokumen tambahan yang dimaksud seperti:

a. Surat keterangan akreditasi jurusan

Jika di ijazah tidak disertakan keterangan akreditasi jurusan, maka sebaiknya sediakan surat ini.

Tentu saja yang dipakai adalah akreditasi sesuai dengan tahun lulus ijazah.

Hal ini perlu diperhatikan agar tidak salah dalam mengisi data dan informasi saat pendaftaran CPNS 2021 nanti.

Melansir laman FAQ sscn.bkn.go.id, status akreditasi jurusan yang diakui ialah pada saat kelulusan, sesuai dengan tanggal ijazah.

b. Surat keterangan sehat

Meski menjadi salah satu dokumen yang perlu dipersiapkan, namun sebaiknya surat keterangan sehat tidak dibuat dari sekarang.

Sebab Surat Keterangan Sehar ada masa berlakunya.

Sebaiknya surat ini dibuat menjelang pendaftaran dibuka atau saat pendaftaran sudah dibuka.

c. TOEFL

Beberapa instansi memberlakukan syarat Toefl, tetapi cukup prediction toefl.

Surat ini bisa buat dari sekarang, atau menjelang pembukaan pendaftaran.

Tapi jangan lupa perhatikan masa kedaluwarsa toefl.

Sebelum menentukan akan mendaftar di instansi mana, Anda harus menyiapkan dokumen utama dan tambahan yang disyaratkan oleh instansi.

Kelengkapan dokumen menjadi bagian penting agar bisa melewati syarat seleksi administrasi di tahap pertama.

Tips agar lolos seleksi berkas

Sebagaimana diketahui, tahap awal seleksi CPNS adalah seleksi administrasi.

Tentunya, kelengkapan berkas administrasi menjadi syarat mutlak agar pelamar bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya.

Seleksi administrasi ada di tahap paling awal dari sistem seleksi CPNS, sebelum menginjak SKD dan SKB.

Ternyata, ada berbagai penyebab yang membuat pelamarnya gugur dalam seleksi di tahap ini.

Penyebab ini bisa timbul dari kurangnya ketelitian pelamar saat membaca persyaratan formasi jabatan yang akan dipilih, hingga kesalahan saat mengunggah dokumen.

Dalam artikel ini, ada 5 kesalahan yang bisa membuat pelamar gugur dalam seleksi administrasi atau seleksi berkas CPNS.

Jika merasa pernah melakukan kesalahan ini pada seleksi CPNS sebelumnya, maka pada pendaftaran CPNS 2021 ini jangan diulangi kembali.

berikut adalah 5 penyebab yang membuat pelamar gugur di seleksi administrasi atau seleksi berkas CPNS :

1. Salah pilih formasi jabatan

Kesalahan memilih formasi jabatan adalah salah satu penyebab gugurnya seseorang dalam seleksi administrasi.

Contohnya adalah ketika seseorang berijazah Sarjana Sastra Indonesia melamar formasi jabatan yang mengharuskan pelamarnya bergelar sarjana pendidikan bahasa Indonesia.

Ya, hal itu akan menyebabkan orang tersebut gugur dalam seleksi administrasi.

Oleh karena itu pilihlah formasi jabatan yang persyaratannya sesuai dengan ijazah kalian.

2. Usia

Perhatikan betul usia Anda saat melamar CPNS 2021.

Rata-rata instansi memberi syarat usia pelamar adalah 35 tahun 0 bulan 0 hari pada saat melamar.

Jika Anda sudah lewat dari itu, silahkan saja coba, tetapi jika gagal tak perlu kecewa. Anda masih bisa ikut PPPK.

3. Hasil pindai atau scan tidak jelas

Dalam pendaftaran daring, para pelamar diharuskan mengunggah transkrip nilai dan ijazah.

Beberapa pelamar CPNS pernah punya pengalaman gugur lantaran memberikan hasil scan yang tidak jelas.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal ini, Anda harus memberikan hasil pindai atau scan yang terbaik.

Pastikan ukuran file dan jenis file yang akan di unggah tidak melebihi dari batasan masing masing dokumen yang dipersyaratkan di SSCN.

Apabila melebihi dari batasan ukuran yang ditetapkan, maka secara otomatis file atau dokumen yang Anda unggah akan ditolak oleh sistem.

4. Surat akreditasi tak sesuai tanggal ijazah

Jangan lupa dengan poin satu ini.

Surat akreditasi yang digunakan saat melamar harus sesuai dengan tahun lulus atau tanggal ijazah.

"Akreditasi Jurusan yang diakui merupakan status akreditasi yang tertera pada saat kelulusan sesuai dengan tanggal ijazah."

Demikian aturan yang berlaku, dikutip dari kolom FAQ laman sscn.bkn.go.id.

Jadi ingat, jangan lampirkan surat keterangan akreditasi yang terbaru, tapi harus sesuai dengan tahun saat Anda lulus.

5. Salah buat surat lamaran

Nah, setiap instansi memiliki format surat lamarannya masing-masing.

Oleh karena itu, jangan salah unduh ya dan jangan lupa pakai kwitansi. (Aceh Tribun/Yeni Hardika)