5 Trik Jitu Menjawab Soal Agar Kamu Lolos Tes Masuk!

Pendaftaran PPPK & CPNS 2021 Dibuka Mei

Pendaftaran segera dibuka di bulan Mei, berikut trik jitu menjawab soal-soal tes CPNS 2021.

Ilustrasi tes SKB CPNS 2019  Berikut trik jitu menjawab soal-soal CPNS 2021, pelajari agar lolos ujian tes masuk!

CPNS 2021 segera dibuka untuk tahun ini.

Kabarnya, pendaftaran CPNS 2021 akan dibuka pada dalam waktu dekat.

Setiap pelaksanaan CPNS pasti memiliki perbedaan aturan.

Untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian tes CPNS 2021, ada baiknya Anda mempersiapkan diri sebelum menjawab soal-soal di ruang ujian.

Berikut ini beberapa trik jitu yang bisa Anda lakukan sebelum mengikuti ujian CPNS 2021 seperti yang dikutip pada buku Bank Soal Ujian CPNS yang disusun oleh Tim Puspa Swara (2006).

Karena persaingan memperebutkan posisi PNS saat ini sangat ketat, Anda perlu menguasal trik-trik jitu mengerjakan bentuk-bentuk soal CPNS.

Daftar Lowongan CPNS 2019 Formasi Sepi Peminat Namun Gaji Hingga Puluhan Juta, Catat Link Berikut!
Daftar Lowongan CPNS 2019 Formasi Sepi Peminat Namun Gaji Hingga Puluhan Juta, Catat Link Berikut! (rri.co.id dan SURYAMALANG/Hayu Yudha Prabowo)

Berikut ini trik-trik tiap jenis soal ujian CPNS.

Khusus untuk tes skolastik, trik-triknya berada di bagian soal.

Trik Jitu 

1. Untuk mengerjakan soal bahasa Indonesia, ingat selalu penggunaan huruf kapital, penulisan penyingkatan gelar, huruf miring, tanda baca titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda hubung (-), dan tanda tangan (?).

Selain itu, Anda perlu tahu kata dasar dan imbuhannya serta kata baku dan serapan.

2. Untuk mengerjakan soal bahasa Inggris, selalu ingat pola-pola dasar tenses, baik untuk present, past, maupun future. Kuasai vocabulary (kosa kata) serta kalimat pasif dan aktif.

3. Gunakan logika untuk menyelesaikan soal-soal logika kuantitatif (penalaran).

Gunakan analisis masuk akal atau tidak untuk menyelesaikan setiap pertanyaan dari soal tipe ini.

Anda pun dapat membuat sketsa sederhana untuk memudahkan pemahaman.

4. Kerjakan soal-soal aritmatika, logika bilangan, dan logika kuantitatif dari yang mudah dahulu. Jangan berkutat lama-lama dengan soal yang tingkatannya sulit.

5. Untuk soal-soal pengetahuan umum, seperti Sejarah, Pancasila dan UUD 1945, Tata Negara, dan Kebijakan Pemerintah, perbanyak latihan soal dan membaca buku yang berkaitan dengan hal tersebut.

Untuk soal yang berkaitan dengan pengetahuan umum, selalu ikuti berita terkini.

Jadwal pendaftaran dan jumlah formasi CPNS 2021

Informasi mengenai pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 akan segera diumumkan pada Maret 2021.

Jadwal pendaftaran serta seleksi CPNS dan PPPK nantinya akan dibuka mulai April 2021, mendatang.

Pendaftaran CPNS bisa dilakukan secara online melalui Sistem Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (SSCN).

"Rencananya bulan Maret 2021 akan ditetapkan formasinya. Bulan April hingga Mei 2021 dibuka proses pendaftaran CPNS 2021."

"Juni 2021, mulai dilakukan seleksi (tes CPNS 2021)," ucap Plt Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjanarko dikutip dari Kontan, Senin (15/2/2021).

Dikutip dari sscn.bkn.go.id, SSCASN atau Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara adalah situs resmi pendaftaran ASN secara nasional sebagai pintu pendaftaran pertama seleksi ASN ke seluruh instansi baik pusat maupun daerah.

Ilustrasi - Informasi formasi CPNS dan PPPK akan diumumkan Maret 2021, berikut jumlah formasi yang dibutuhkan beserta kebijakan seleksi PPPK tahun 2021.
Ilustrasi - Informasi formasi CPNS dan PPPK akan diumumkan Maret 2021, berikut jumlah formasi yang dibutuhkan beserta kebijakan seleksi PPPK tahun 2021. (Dok Lembaga Administrasi Negara (LAN))

Laman ini dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai Panitia Seleksi Penerimaan Nasional.

Jumlah Formasi yang Dibutuhkan

Dikutip dari Kompas.com, Teguh menyatakan, kebutuhan calon pegawai di pemerintahan pusat tidak begitu banyak.

Hal ini berbeda dengan kebutuhan pegawai di pemerintahan daerah.

"Untuk instansi pemerintah pusat ditentukan kebutuhan sebesar sekitar 83.000 dengan persentase 50 persen PPPK dan 50 persen CPNS untuk berbagai jabatan sesuai kebutuhan masing-masing instansi," ucap Teguh.

Sementara pegawai pemda di luar guru, dibutuhkan sekitar 189.000 formasi.

Terdiri dari 70.000 PPPK jabatan fungsional selain guru dan 119.000 CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan, termasuk tenaga kesehatan.

Sementara pemerintah daerah membutuhkan formasi guru PPPK, mencapai 1 juta orang.

"Kementerian PANRB saat ini sudah mengirimkan surat pertimbangan teknis kepada Menkeu dan sudah memperoleh surat pertimbangan teknis tersebut."

"Pada intinya, Menteri Keuangan setuju dengan usulan rencana kebutuhan ASN tahun 2021," ungkapnya.

Selanjutnya, pihak Kementerian PANRB sedang menunggu pertimbangan teknis dari BKN.

Secara keseluruhan, sebanyak 1,3 juta tenaga CPNS dan PPPK yang dibutuhkan.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono mengatakan, secara teknis untuk proses seleksi CPNS dan PPPK masih tahap menunggu regulasi dari Kementerian PANRB.

"Kalau yang tahap pertama dulu cuma pakai passing grade saja, tapi untuk tahun 2021 saya belum tahu juga, nunggu Permenpan-nya," kata Paryono.

Dikutip dari Kompas.com, berikut kebijakan seleksi PPPK 2021:

1. Semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi dan semua yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru.

Maka dari itu, agar pemerintah bisa mencapai target 1 juta guru, pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi sebanyak mungkin sesuai dengan pemerintah.

2. Setiap pendaftar diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali.

Jika gagal pada kesempatan pertama, pendaftar dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali di tahun yang sama atau di tahun berikutnya.

3. Kemendikbud akan menyediakan materi pembelajaran secara daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi.

4. Pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

5. Biaya penyelenggaraan ujian ditanggung oleh Kemendikbud.

Rekrutmen guru PPPK didasarkan pada estimasi kebutuhan guru di sekolah negeri yang mencapai 1 juta guru yang di dapat melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Jumlah kebutuhan guru PPPK di luar dari jumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini mengajar. (Tribunnews/Oktavia WW/Syamsul Azman)