Persyaratan yang Harus Dipenuhi Jika Daftar di Kemenkumham CPNS 2021

Siapkan Berkasnya

Untuk jabatan penjaga tahanan dan jabatan pemeriksa keimigrasian, tinggi badan pria minimal 160 cm, sementara wanita minimal 155 cm.

Pelamar CPNS 2021, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Jika Daftar di Kemenkumham, Siapkan Berkasnyaformasi CPNS 2021   Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi pelamar jika mendaftar CPNS di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 akan segera dibuka.

Sejauh ini, pemerintah optimis bahwa pendaftaran seleksi CPNS 2021 dimulai pada April, Mei hingga Juni 2021.

Sementara untuk jumlah formasi jabatan yang akan dibuka sejauh ini masih belum diketahui, namun diperkirakan paling cepat akan diumumkan pada akhir bulan Maret mendatang.

Sementara itu, dikutip dari Wartakotalive.com, jumlah total usulan formasi CPNS 2021 yang masuk untuk instansi pusat sebanyak 113.172 formasi dan pemerintah daerah sebanyak 438.170 formasi.

Sedangkan khusus untuk Pejabat Pembina Kepegawaian jabatan guru, sesuai dengan kesepakatan beberapa menteri, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri PANRB, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), akan melakukan rekrutmen mulai 2021 dengan jumlah 1 juta formasi.

Pada seleksi CPNS 2021 ini, setidaknya ada tiga formasi yang dibutuhkan dalam seleksi CPNS dan PPPK.

Tiga formasi yang paling dibutuhkan pada masa ini yaitu profesi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.

Lalu, akankah Kemenkumham membuka penerimaan di seleksi 2021 ini ?

Merujuk pada seleksi-seleksi di tahun sebelumnya, Kemenkumham selalu membuka lowongan CPNS.

Bahkan formasi dengan jumlah kuota terbesar dibuka untuk lulusan SMA sederajat pada seleksi CPNS 2019.

Jumlah totalnya sebanyak 3.532 formasi, dengan rincian 2.875 untuk penjaga tahanan/sipir, sedangkan sebanyak 657 untuk pemeriksa keimigrasian.

Pada tahun 2017 dan 2018, Kemenkumham juga membuka formasi serupa.

Selain dua jabatan di atas, pada seleksi CPNS 2019, Kemenkumham juga membuka beberapa formasi lainnya dengan jumlah kuota yang cukup banyak.

Banyak diantaranya formasi tersebut untuk lulusan Sarjana Ekonomi, Akuntansi, Administrasi, Ilmu Politik, Hukum, dan lain-lain.

Selain itu, Kemenkumham juga membuka penerimaan untuk tenaga kesehatan, yakni untuk profesi Dokter dan Perawat pada CPNS 2019.

Dengan demikian, pada seleksi CPNS tahun 2021, instansi ini bisa saja membuka kesempatan lagi, berkemungkinan pula untuk lulusan SMA/SMK.

Lalu, apa saja syarat untuk mendaftar CPNS 2021 di Kemenkumham ? Simak dibawah ini.

Syarat Daftar CPNS Kemenkumham

Merujuk pada seleksi CPNS Kemenkumham di tahun 2029, secara garis besar, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar.

1. WNI yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

2. Memiliki karakteristik pribadi selaku penyelenggara pelayanan publik.

3. Mampu berperan sebagai perekat NKRI.

4. Memiliki intelegensia yang tinggi untuk pengembangan kapasitas dan kinerja organisasi.

5. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan.

6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.

7. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah ikatan dinas pemerintah.

8. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.

9. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan.

10. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan jabatan yang dilamar.

11. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir).

12. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (dengan menandatangani surat pernyataan).

13. Bagi Wanita tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat dan bagi Pria tidak bertato / bekas tato dan tindik / bekas tindik pada anggota badan kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.

14. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 28 tahun.

15. Untuk jabatan penjaga tahanan dan jabatan pemeriksa keimigrasian, tinggi badan pria minimal 160 cm, sementara wanita minimal 155 cm.

Persyaratan Dokumen

Adapun dokumen yang disyaratkan di Kemenkumham, berdasarkan seleksi CPNS 2019, terdiri dari:

1. Surat lamaran dan surat pernyataan

Pelamar harus membuat surat lamaran yang ditujukan pada Kemenkumham RI.

Surat lamaran harus diketik dengan menggunakan komputer, lalu ditanda tangai dengan menggunakan pena tinta hitam di atas materai Rp 6000.

Dengan aturan yang sama, surat pernyataan juga harus diketik dan ditanda tangani diatas materai Rp 6000.

Pada tahun lalu, format surat lamaran dan surat pernyataan sudah tersedia dan dapat diunduh di portal sscasn.bkn.go.id.

Kedua format ini lalu dijadikan satu file untuk diunggah sebagai dokumen persyaratan.

2. KTP elektronik

Hampir seluruh instansi pasti mempersyaratkan e-KTP.

Bagi yang belum memiliki e-KTP, maka bisa menggunakan surat keterangan telah melakukan perekaman yang dikeluarkan oleh Disdukcapil masing-masing.

3. Ijazah

Pastikan ijazah yang digunakan sesuai dengan syarat jabatan yang dilamar.

Ijazah yang digunakan juga merupakan ijazah asli.

4. Transkrip nilai

Transkrip nilai yang menjadi persyaratan dokumen merupakan transkrip nilai asli.

Merujuk pada CPNS 2019, nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dipersyaratkan minimal 2,75 baik untuk lulusan D-III/S1.

5. Akreditasi 

Bagi lulusan yang tidak mencantumkan akreditasi di ijazahnya, maka diharuskan melampirkan surat keterangan lain yang menunjukkan akreditasi kampus/jurusan/prodi.

Akreditasi prodi yang disyaratkan bisa berupa cetakan tangkapan layar (screen Capture) Direktori Hasil Akreditasi
Program Studi dari BAN-PT atau Pusdiknakes/ LAM-PTKes, yang memuat status akreditasi dan prodi  yang berasal dari portal https://banpt.or.id.

Atau bisa juga menggunakan surat akreditasi asli yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yang dimiliki perguruan tinggi pelamar.

Kesalahan yang harus dihindari saat daftar CPNS

Berikut adalah 5 kesalahan yang harus dihindari pelamar, agar bisa lolos seleksi administrasi atau seleksi berkas CPNS :

1. Salah pilih formasi jabatan

Kesalahan memilih formasi jabatan adalah salah satu penyebab gugurnya seseorang dalam seleksi administrasi.

Contohnya adalah ketika seseorang berijazah Sarjana Sastra Indonesia melamar formasi jabatan yang mengharuskan pelamarnya bergelar sarjana pendidikan bahasa Indonesia.

Ya, hal itu akan menyebabkan orang tersebut gugur dalam seleksi administrasi.

Oleh karena itu pilihlah formasi jabatan yang persyaratannya sesuai dengan ijazah kalian.

2. Usia

Perhatikan betul usia saat melamar CPNS 2021.

Rata-rata instansi memberi syarat usia pelamar adalah 35 tahun 0 bulan 0 hari pada saat melamar.

Jika sudah lewat dari itu, silahkan saja coba, tetapi jika gagal tak perlu kecewa. Sebab masih bisa ikut PPPK.

3. Hasil pindai atau scan tidak jelas

Dalam pendaftaran daring, para pelamar diharuskan mengunggah transkrip nilai, ijazah dan beberapa berkas atau dokumen lainnya.

Beberapa pelamar CPNS pernah punya pengalaman gugur lantaran memberikan hasil scan yang tidak jelas.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal ini, pelamar harus memberikan hasil pindai atau scan yang terbaik.

Dalam pendaftaran CPNS di semua instansi, dokumen-dokumen yang diunggah punya ketentuan baik dari format atau jenis file hingga ukurannya.

Merujuk pada seleksi CPNS 2019 seperti dilansir dari laman FAQ sscn.bkn.go.id, berikut adalah ketentuan dokumen persyaratan yang harus diunggah.

1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan jenis atau format file jpeg/jpg, ukuran 200 kb.

2. Ijazah dengan format pdf ukuran 800 kb.

3. Transkrip Nilai format pdf ukuran 500 kb.

4. Pas foto format jpeg/jpg ukuran 200 kb.

5. Surat lamaran format pdf ukuran 300 kb.

6. Dokumen pendukung lainnya (gabungan file) dengan format pdf ukuran 700 kb.

4. Surat akreditasi tak sesuai tanggal ijazah

Jangan lupa dengan poin satu ini.

Surat akreditasi yang digunakan saat melamar harus sesuai dengan tahun lulus atau tanggal ijazah.

"Akreditasi Jurusan yang diakui merupakan status akreditasi yang tertera pada saat kelulusan sesuai dengan tanggal ijazah."

Demikian aturan yang berlaku, dikutip dari kolom FAQ laman sscn.bkn.go.id.

Jadi ingat, jangan lampirkan surat keterangan akreditasi yang terbaru, tapi harus sesuai dengan tahun saat Anda lulus.

5. Salah buat surat lamaran

Nah, setiap instansi memiliki format surat lamarannya masing-masing.

Oleh karena itu, jangan salah unduh ya dan jangan lupa pakai kwitansi.

Dokumen pendukung yang harus diunggah saat pendaftaran CPNS sesuai dengan ketentuan dari masing-masing instansi yang akan dilamar.

Kelengkapan dokumen menjadi salah satu faktor yang membuat pelamar lolos dalam seleksi CPNS tahap pertama, yaitu seleksi administrasi.

Oleh sebab itu, bagi yang ingin mendaftar CPNS 2021 sudah bisa menyicil sebagian berkas atau dokumen umum yang disyaratkan.

Tak hanya itu, perhatikan juga ukuran dan format file yang dikirimkan, apakah sudah sesuai dengan yang disyaratkan atau belum.

Pastikan ukuran file dan jenis file yang akan di unggah tidak melebihi dari batasan masing masing dokumen yang dipersyaratkan di SSCN.

Apabila melebihi dari batasan ukuran yang ditetapkan, maka secara otomatis file atau dokumen yang Anda unggah akan ditolak oleh sistem.

Jangan sampai gagal lolos karena dokumen dan ukuran file tidak sesuai dengan yang diminta. (Aceh Tribun /Yeni Hardika)