Kabupaten Karo Usulkan 1.196 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2021

Pemkab Karo, telah menyampaikan usulan berapa banyak jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Pemkab Karo Usulkan 1.196 Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2021 Kabid Pengembangan ASN BKD Pemkab Karo Hendra Bangun S.si, saat ditemui di Kantor BKD Pemkab Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (15/2/2021). Untuk tahun ini, Pemkab Karo usulkan CPNS dan PPPK sebanyak 1196 orang.  
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, telah menyampaikan usulan berapa banyak jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Diketahui, usulan yang telah disampaikan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Men-PAN) Republik Indonesia ini, untuk mengisi kuota pegawai di lingkungan Pemkab Karo.

Informasi yang didapat dari Kepala Bidang (Kabid) pengembangan ASN BKD Pemkab Karo Hendra Bangun S.si, untuk tahun ini pihaknya mengusulkan formasi CPNS dan PPPK sebanyak 1196 orang.

Ia mengatakan, nantinya jumlah ini dibagi ke dalam tiga formasi yaitu tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidik atau guru.

"Untuk formasi CPNS dan PPPK tahun ini, kita sudah membuat usulan dan mengirimkannya ke Men-PAN. Tahun ini, kita usulkan sebanyak 1196 orang," ujar Hendra, saat ditemui di Kantor BKD Pemkab Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (15/2/2021).

Hendra mengungkapkan, total jumlah formasi ini masih berupa usulan yang telah disampaikan oleh Pemkab Karo.

Nantinya berapa banyak angka pasti yang akan diterima oleh Pemkab Karo masih menunggu keputusan secara pasti dari Men-PAN.

"Sama seperti sebelumnya, ini kan masih berupa usulan dulu, tapi nanti Men-PAN lah yang memutuskan berapa banyak kuota yang bisa kita terima," ungkapnya.

Ketika ditanya jumlah formasi yang paling banyak dibutuhkan, pria berkacamata ini menjelaskan jika berdasarkan kebutuhan maka formasi tenaga pengajar atau guru yang paling banyak membutuhkan petugas.

Kemudian, untuk tenaga kedua yang paling banyak dibutuhkan berada di formasi teknis yang berkisar 150 orang.

Selanjutnya, untuk formasi tenaga kesehatan membutuhkan sekitar 50 orang.

"Jadi sebelum membuat usulan, kita cek dulu ke masing-masing dinas, berapa banyak kebutuhan mereka. Memang seperti sebelumnya, di tenaga pengajar yang paling banyak membutuhkan, totalnya berkisar 900 lebih," ucapnya.

Namun, dirinya mengatakan sesuai dengan ketentuan dari Men-PAN khusus untuk formasi guru pada tahun ini masuk ke dalam PPPK. Dikatakannya, hal ini memang sudah keputusan dari pusat dan mereka akan menerapkannya ke tingkat kabupaten.

"Tahun ini sedikit berbeda memang, karena tenaga pendidik masuk ke dalam formasi PPPK. Sebelumnya, untuk PPPK memang berbeda dengan CPNS penyelenggaraannya," katanya.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan pihaknya juga masih menunggu seperti apa pemberitahuan lebih lanjut dari pusat mengenai berapa banyak kuota yang nantinya akan diterima. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu seperti apa nantinya proses perekrutan hingga jadwal ujian yang akan dilakukan.

(cr4/tribun-medan)