Jangan Percaya Iming-iming Jadi PNS, Ini Pesan BKN

Peserta tes CPNS Pemkot Magelang tahun 2019 di halaman GOR Samapta Kota Magelang, Februari 2019 lalu. KOMPAS/IKA FITRIANAPeserta tes CPNS Pemkot Magelang tahun 2019 di halaman GOR Samapta Kota Magelang, Februari 2019 lalu. Seorang ibu di Grobogan, Jawa Tengah, haru menanggung beban utang ratusan juta rupiah setelah ditipu oleh tetangganya yang merupakan seorang perangkat desa di kampungnya.

Ia diminta memberikan sejumlah uang dengan iming-iming putrinya akan menjadi seorang pegawai negeri sipil ( PNS).

kasus ini sudah terjadi sejak 2015, namun hingga kini tidak ada kejelasan yang diterima Kusmiyati. 

Uang hilang, anaknya pun tak menjadi PNS sebagaimana yang dijanjikan.

Alhasil, ia harus mencicil sebesar Rp 5,3 juta per bulan selama 5 tahun untuk melunasi utang tersebut kepada pihak bank.

Hal semacam ini tak hanya dialami Kusmiyati. Sebelumnya, beberapa kasus penipuan berkedok dijanjikan menjadi PNS sudah berulang kali terjadi.  

Badan Kepegawaian Negara ( BKN), menegaskan, untuk bisa menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, hanya ada satu jalur, yakni jalur resmi melalui tes.

Jadi, tidak ada cara lain yang bisa membuat seseorang lolos menjadi abdi negara. Tidak dengan membayar mahar, tidak dengan menggunakan orang dalam, dan cara-cara lainnya yang tidak prosedural.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono.

"Tidak ada lagi titip-titipan atau membayar sejumlah uang," kata Paryono Jumat (26/2/2021).

Ia menegaskan, dalam proses rekruitmen CPNS tidak ada sama sekali biaya yang harus dibayarkan oleh peserta mulai dari tahap pendaftaran hingga dinyatakan diterima.

"Untuk masuk CPNS semua gratis dan melalui tes," kata dia.

Jika ada biaya yang dikeluarkan saat rekrutmen hanya biaya transportasi ke lokasi tes, persiapan berkas administrasi yang harus ditanggung oleh peserta. 

"Betul (biaya yang ada hanya lah biaya pribadi di luar proses seleksi)," kata Paryono.

Oleh karena itu, Paryono mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai iming-iming jaminan menjadi PNS dengan membayar sejumlah uang, karena tidak ada CPNS yang diterima di luar jalur tes resmi pemerintah.

"Makanya masyarakat jangan percaya jika ada orang yang menjanjikan bisa memasukkan menjadi CPNS," ujar Paryono.

Selain kerugian materil, mempercayai pihak tidak bertanggung jawab seperti itu juga bisa mendatangkan kerugian secara imateril.

Anda sudah percaya bahwa anak Anda, adik Anda, atau bahkan Anda sendiri pasti lolos menjadi PNS, padahal nyatanya hal itu tidak mungkin terjadi tanpa ada rangkaian tes yang diikuti.Kompas