Beberapa Data yang Jangan Sampai Salah Isi Saat Daftar CPNS 2021

 Hati-Hati!

Identitas nama yang diisi di halaman SSCN tidak dapat diperbaiki jika sudah terlanjur mengklik "Akhiri Pendaftaran".

Pelamar CPNS Simak, Ini Beberapa Data yang Jangan Sampai Salah Isi Saat Daftar CPNS 2021, Hati-Hati!Pemerintah akan membuka perekrutan pegawai lewat seleksi CPNS/PPPK 2021 pada tahun ini.  Berikut adalah beberapa data yang jangan sampai salah diisi saat proses pendaftaran CPNS 2021 di laman SSCN.

Pendaftaran CPNS 2021 akan dibuka sebentar lagi.

Sejauh ini, pendaftaran CPNS 2021 direncanakan akan dibuka mulai bulan April, Mei atau Juni mendatang.

Sementara itu, mengenai formasi CPNS 2021 dikabarkan akan diumumkan pada bulan Maret mendatang.

Sebagaimana diketahui, pendaftaran seleksi CPNS sudah dilakukan secara online melalui portal sscn.bkn.go.id, sejak penerimaan CPNS 2017, CPNS 2018 dan CPNS 2019.

Melalui portal ini, para pelamar diharuskan untuk membuat akun terlebih dahulu dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baru setelahnya, pelamar login dengan menggunakan NIK serta password yang didaftarkan di halaman itu, untuk melakukan pengisian biodata pendaftaran.

Melihat pengalaman di seleksi tahun-tahun sebelumnya, beberapa masalah sering dialami oleh para pelamar selama proses pendaftaran CPNS.

Mulai dari tahap membuat akun hingga saat pengisian data diri, sesuai dengan alur pendaftaran CPNS.

Bahkan ada beberapa diantaranya yang salah melakukan pengisian data diri, karena kurang teliti atau tidak membaca aturannya.

Jika sampai terlanjur mengklik tombol "Akhiri Pendaftaran", maka data diri yang diisikan di halaman resume tidak dapat diperbaiki sampai dengan tahap akhir seleksi CPNS.

Meski pendaftaran CPNS 2021 masih dibuka dua bulan lagi, tak ada salahnya mempelajari beberapa hal yang sering muncul saat proses pendaftaran.

Hal ini semata-mata demi kelancaran saat mendaftar CPNS 2021 nanti, sekaligus meminimalisir kesalahan yang bisa saja membuat pelamar gagal lolos.

1. Jangan salah isi nama

Perhatikan betul pengisian nama saat pendaftaran CPNS 2021 nanti.

Melansir dari laman FAQ sscn.bkn.go.id, pengisian nama yang benar adalah nama yang tertera pada ijazah, tanpa menggunakan gelar.

Identitas nama yang diisi di halaman SSCN tidak dapat diperbaiki jika sudah terlanjur mengklik "Akhiri Pendaftaran".

Kendati demikian, para pelamar CPNS masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya jika sudah dinyatakan lulus seleksi.

Nantinya, para pelamar diminta untuk melampirkan nama yang sesuai dengan ijazah tanpa menggunakan gelar.

Begitu pula dengan data-data lain yang salah diisi oleh pelamar.

Data diri yang diisi di halaman resume baru dapat diperbaiki setelah lulus ujian seleksi.

Namun perbaikan itu baru akan diproses pada waktu pemberkasan dan penetapan NIP.

2. Ragu pilih instansi/jabatan

Hal ini menjadi kendala hampir semua pelamar CPNS di setiap tahunnya.

Para pelamar tentu akan mempertimbangkan instansi atau jabatan mana yang memiliki peluang lulus tinggi.

Pada seleksi CPNS 2019 lalu, para pelamar hanya dibolehkan mendaftar untuk satu formasi jabatan untuk satu instansi di satu periode seleksi.

Oleh sebab itu, sebelum memilih jabatan mana yang akan dilamar, sebaiknya cermati terlebih dahulu dari masing-masing formasi yang tersedia.

Kesalahan dalam memilih formasi bisa memperkecil peluang untuk lulus seleksi.

Selama belum mengakhiri pendaftaran di halaman CPNS, pelamar masih bisa mengganti atau membatalkan instansi yang dipilih sebelumnya.

Akan tetapi, jika sudah terlanjur mengklik tombol "Akhiri Pendaftaran", pelamar tidak bisa lagi melakukan perubahan.

3. Salah unggah dokumen

Sama seperti saat pengisian nama dan memilih formasi jabatan, kesalahan mengunggah dokumen juga tidak dapat diperbaiki jika sudah mengakhiri pendaftaran.

Oleh sebab itu, perhatikan betul-betul dokumen apa yang diunggah di halaman SSCN, sebelum mengklik "Akhiri Pendaftaran".

Beberapa dokumen umum yang dipersyaratkan di halaman SSCN biasanya sudah tertera keterangannya dalam kolom unggahan.

Namun untuk instansi tertentu, ada tambahan dokumen lainnya yang harus diunggah oleh pelamar.

Untuk itu, baca terlebih dahulu persyaratan yang dibuat oleh masing-masing instansi yang akan dilamar.

4. Akreditasi jurusan

Status akreditasi jurusan yang digunakan atau diisi saat mendaftar CPNS adalah akreditasi saat kelulusan atau yang tertera di ijazah.

Sebab akreditasi itulah yang diakui sesuai dengan aturan seperti yang tertera pada laman FAQ sscn.bkn.go.id.

Itu artinya, saat mendaftar CPNS, status akreditasi jurusan yang digunakan bukanlah yang terbaru (saat ini), melainkan akreditasi di tahun kelulusan Anda.

Ketentuan dan persyaratan dokumen 

Sejauh ini, belum ada informasi mengenai kententuan atau persyaratan untuk seleksi CPNS 2021.

Merujuk pada seleksi CPNS 2019 lalu dan tahun-tahun sebelumnya, beberapa dokumen ini merupakan dokumen utama yang digunakan saat pendaftaran CPNS.

Dokumen-dokumen ini harus diunggah di halaman SSCN dengan memperhatikan ketentuan baik dari ukuran maupun tipe filenya.

Berikut adalah dokumen-dokumen yang harus diunggah di SSCN saat mendaftar CPNS 2019, serta ukuran dan tipe file yang disyaratkan.

- Scan Pas Foto berlatar belakang merah, tipe file jpeg/jpg ukuran dokumen maksimal 200 Kb.

- Scan Swafoto (memegang kartu informasi akun dan KTP) maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan KTP maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan Surat Lamaran maksimal 300 Kb bertipe file pdf.

- Scan Ijazah (+ Serdik/STR) maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

- Scan Transkrip Nilai maksimal 500 Kb bertipe file pdf.

- Scan Dokumen Pendukung lainnya maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

Ketentuan ukuran dan tipe file tersebut berdasarkan sistem seleksi pada CPNS 2019.

Ketentuan itu bisa saja berubah atau tetap sama dan dipakai kembali pada seleksi CPNS 2021 ini.

Agal tidak gagal dalam mengunggah dokumen, pastikan jenis dan ukuran file sudah sesuai dengan yang ditentukan.

Sebelum mengakhiri pendaftaran, periksa kembali data-data yang telah diisi, apakah sudah benar dan sesuai dengan ketentuan. 

Sebab jika ada kesalahan dalam pengisian dan terlanjur mengakhiri sesi pendaftaran, data-data tersebut tidak dapat diperbaiki hingga selesai proses seleksi. (Aceh TribunYeni Hardika)