Ketua PB PGRI Sedih Membayangkan Rekrutmen Guru PPPK 2021 Kedepan

Ketua PB PGRI Sedih Membayangkan Rekrutmen Guru PPPK 2021
Puluhan guru honorer K2 yang lulus PPPK 2019 bersama Ketua PB PGRI Dudung Nurullah Koswara. Foto: dokumentasi pribadi  

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Nurullah Koswara meminta pemerintah memberikan afirmasi kepada tenaga pendidik yang sudah memiliki sertifikat pendidik (serdik), pada seleksi guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) 2021.

Pasalnya, para guru honorer yang bersertifikat pendidik dan berkualifikasi S-1 sesuai tuntutan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, sehingga wajar jika diprioritaskan dalam rekrutmen guru PPPK. 

Dikatakannya, pemerintah mewajibkan setiap guru berkualifikasi S-1 dan bersertifikat pendidik.  

Kewajiban ini sudah dilaksanakan  sejumlah guru honorer.  Biaya, waktu dan sulitnya lulus pendidikan profesi guru (PPG) sudah dikorbankan para guru honorer.

"Guru honorer berserdik ini jangan lagi dipersulit dalam seleksi PPPK.  Saya setuju setiap guru sudah S-1 dan bersertifikat pendidik, luluskan otomatis. Angkat mereka menjadi PPPK tanpa tes," kata Dudung  Jumat (1/1).

Mengapa harus lulus otomatis? Karena dua syarat utama UU Guru dan Dosen yaitu S-1 dan sertifikat pendidik sudah dipenuhi.

Sedangkan guru honorer yang belum punya serdik tetapi punya pengabdian baik, minimal 5 tahun pengabdian, juga sepantasnya dlluluskan secara otomatis.

Pengabdian 5 tahun, kata Dudung, adalah pembekalan alami para guru.

"Ini kuliah lapangan!," cetusnya.

Dudung juga membayangkan bakal terjadi kisah getir dan memilukan terkait rencana penempatan guru PPPK 2019 dan CPNS 2019.

Bisa terjadi guru honorer di sekolah negeri yang sudah bertahun-tahun mengabdi tergeser oleh guru PPPK 2019 dan CPNS 2019.

"Habis manis sepah dibuang.  Inilah dilematika dunia guru," ucapnya.

Rizki Safari, ketua Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Jawa Barat, kembali menyuarakan tentang nasib entitasnya.

Ia berharap  setiap guru honorer mendapatkan perlakuan proporsional dan adil. Mengingat jasa setiap guru honorer khususnya di sekolah negeri sudah membantu pemerintah menambal sementara masalah kekurangan guru.

Dalam “Surat Cintanya” Rizki Safari menyesalkan guru honorer yang sudah bersertifikat pendidik dan menjunjung tinggi profesionalisme guru tetapi masih harus diuji kembali dalam seleksi PPPK 2021.

"Sekali lagi saya setuju guru honorer bersertifikat pendidik di sekolah negeri dan swasta langsung terima di jalur PPPK. Saya juga setuju UU Aparatur Sipil Negara (ASN) diwujudkan. Perekrutan ASN guru ada dua yakni  jalur CPNS dan PPPK. Jangan sampai semua guru dijadikan PPPK," tegas Rizki. (esy/jpnn)