Masih Ada 100 Lebih Peserta Seleksi CPNS di Lhokseumawe yang belum Ambil Nomor Ujian

Sebabnya Jadwal pengambilan kartu ujian, untuk peserta formasi guru dan kesehatan, pengambilan kartu ujian berlangsung Rabu (8/1/2020). Masih Ada 100 Lebih Peserta Seleksi CPNS di Lhokseumawe yang belum Ambil Nomor Ujian, Ini Sebabnya Kabid Pengadaan dan Penilaian kinerja ASN Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe, Vera Nandalia SSTP MAP.  Panitia Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Lhokseumawe, pada Kamis (12/12/2019) lalu telah selesai melakukan verifikasi terhadap berkas yang telah diajukan oleh pelamar. Sehingga dari 2.351 yang telah resmi mendaftar, 1.690 berkas dinyatakan lengkap atau memenuhi syarat.
Sedangkan 661 berkas lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Dinyatakan tidak memenuhi ada empat penyebab.
Pertama, atau yang terbanyak, akibat pelamar bukan ber-KTP Lhokseumawe.
Kedua, ijazahnya tidak sesuai dengan formasi yang dipilih.
Ketiga, karena kapasitas berkas yang diupload terlalu kecil sehingga tidak bisa dibaca oleh tim verifikasi.
Serta terakhir akibat IPK dibawah 2,75.
Dari hasil verifikasi tersebut, maka panitia pun membuka peluang sanggah pada 17-19 Desember 2019, khusus bagi pendaftar yang berkasnya sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Maka selama tiga hari masa sanggah tersebut, ada 236 orang yang melakukan sanggahan.
Mayoritas yang menyanggah dengan alasan ijazah atau transkrip nilai yang diupload adalah asli, sementara menurut pandangan verifikator adalah fotokopi, dikarenakan stempelnya pudar.
Untuk itu pelamar diminta membawa ijazah atau transkrip nilai untuk dibandingkan oleh verifikator dengan hasil dokumen yang diupload oleh pelamar.
Sehingga dari 236 pendaftar yang melakukan sanggahan, maka keputusan panitia, 12 diantaranya dinyatakan memenuhi syarat.
Sedangkan 224 lainnya tetap dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Jadi, total sekarang ini yang dinyatakan memenuhi syarat menjadi 1.702 peserta.
Untuk persiapan ujian, pihak BPKSDM Lhokseumawe sudah selesai mencetak kartu ujian bagi 1.702 peserta.
Jadwal pengambilan kartu ujian, untuk peserta formasi guru dan kesehatan, pengambilan kartu ujian berlangsung Rabu (8/1/2020).
Untuk formasi teknis, berlangsung Kamis (9/1/2020) dan Jumat (10/1/2020).
Pengambilan kartu ujian di Sekretariat Panitia Seleksi CPNS Kota Lhokseumawe di Jalan Mayjen T Hamzah Bendahara atau di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe.
Namun setelah tiga hari masa pengambilan kartu ujian berakhir, masih ada 300-an peserta seleksi yang belum mengambil kartu ujian.
Alasanya, ada yang sakit, melahirkan, sedang di luar kota, bahkan ada juga akibat tidak membawa ijazah asli.
Sehingga saat itu panitia pun mengambil kebijakan, peserta boleh mengambil kartu ujian ulang pada Senin (13/1/2020).

"Namun sampai saat ini masih ada sekitar seratusan lagi yang juga belum menggambil kartu ujian. Alasannya karena peserta seleksi masih diluar daerah," ujar Kabid Pengadaan dan Penilaian kinerja ASN BKPSDM Lhokseumawe, Vera Nandalia SSTP MAP, barusan.
Namun dipastikan juga oleh Vera, bagi 100-an peserta seleksi tersebut tetap masih ada peluang untuk mengambil kartu ujian.

"Kita tunggu sampai sepekan sebelum jadwal ujian dimulai. Meskipun sampai saat ini kita belum bisa pastikan kapan BKN akan menggelar ujian di Lhokseumawe," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2019 ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI memberi kuota penerimaan CPNS untuk Kota Lhokseumawe pada tahun 2019 ini sebanyak 147 orang.
Untuk tenaga pendidikan sebanyak 61 orang, tenaga kesehatan sebanyak 41 orang, dan tenaga teknis sebanyak 45 orang.
Formasi lengkapnya:
A. Farmasi Tenaga Pendidikan (61 orang)
1. S-1 Pendidikan Agama Islam (2 orang).
2. S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia (1 orang).
3. S-1 Pendidikan Bimbingan Konseling (4 orang).
4. S-1 Pendidikan Fisika / S-1 Pendidikan Biologi (1 orang).
5. S-1 Pendidikan Ekonomi/ S-1 Pendidikan Sejarah/ Geografi (2 orang).
6. S-1 PGSD (17 orang).
7. S-1 Pendidikan Matematika (2 orang).
8. S-1 Pendidikan Olahraga / S-1 Pendidikan dan Rekreasi/ S-1 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (16 orang).
9. S-1 Pendidikan Ketrampilan Kerajinan /S-1 Pendidikan PKK (3 orang).
10. S-1 Pendidikan Seni Budaya/ S-1 Pendidikan Seni Musik/ S-1 Pendidikan Seni Tari (8 orang).
11. S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (5 orang).
B Tenaga Kesehatan (41 Orang)
1. S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (3 orang).
2. Apoteker (5 orang).
3. Dokter Umum (7 orang).
4.Dokter Gigi (6 orang).
5. S-1 Fisioterapi (2 orang).
6. D-IV Gizi (4 orang).
7. D-1 Kesehatan Kerja/S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (1).
8. S-1 Analis Kesehatan (2 orang).
9. S-1 Kesehatan Lingkungan (3 orang).
10. D-III Farmasi (1 orang).
11. D-III Gizi (3 orang).
12. D-III Keperawatan Gizi (1 orang).
13. D-III Perekam Medis/ D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (1 orang).
14. D-III Analis Kesehatan (1 orang).
15. D-III Kesehatan Lingkungan (1 orang).
C. Tenaga Teknis (45 orang)
1. S-1 Pertanian /S-1 Agribinis (2 orang).
2. S-1 Sistem Informasi /S-1 Ilmu Komputer (2 orang).
3. S-1 Teknik Industri (1 orang).
4. S-1 Pendidikan Seni (1 orang).
5. S-1 Transportasi (5 orang).
6. S-1 Manajemen (1 orang).
7. S-1 Ilmu Hukum (3 orang).
8. S-1 Ekonomi Akutansi (7 orang).
9. S-1 Administrasi Negara (1 orang).
10. S-1 Geologi Pertambangan (1 orang).
11. S-1 Teknik Informatika /S-1 Sistem Informasi (4 orang).
12. S-1 Jaringan Komputer / S-1 Teknik Informatika (2 orang).
13. S-1 Antropologi (1 orang).
14. S-1 Psikologi (1 orang).
15. D-III Pariwisata (1 orang).
16. D-III Teknik Kimia (1 orang).
17. D-III Teknik Lingkungan (1 orang).
18. D-IV Manajamen Teknik Informatika (1 orang).
19. D-III Koperasi (1 orang).
20. S-1 Perpustakaan (1 orang).
21. S-1 Teknik Sipil (2 orang).
22. S-1 Dakwah Islam (1 orang).
23. S-1 Sosiologi (1 orang).
24. S-1 Kearsipan (1 orang).
25. S-1 Ekonomi Pembangunan (1 orang).
26. D-III Akutansi /D-III Perpajakan (1 orang).