Search Cari

6 Jabatan CPNS Kota Magelang 2019 Kosong Pelamar

Jabatan yang kosong pelamar adalah dokter spesialis bedah syaraf, dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis jantung, dokter spesialis Enam Jabatan CPNS Kota Magelang 2019 Kosong Pelamar


Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang, Aris Wicaksono, diwawancarai soal CPNS usai rapat koordinasi Persiapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Magelang Tahun 2020 di Hotel Atria Kota Magelang, Senin (2/12/2019).

Enam jabatan pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Magelang Tahun 2019 ini kosong pelamar. Jabatan yang kosong pelamar adalah dokter spesialis bedah syaraf, dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis jantung, dokter spesialis jiwa, dokter umum untuk puskesmas, dan epidemilog.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Magelang, Aris Wicaksono, mengatakan, tak ada pelamar pada jabatan CPNS tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Ia sendiri menilai di dunia medis, tenaga dokter tinggi pasarannya dengan take home pay, sehingga para pendaftar kurang berminat mendaftar sebagai CPNS.
"Mungkin di dunia medis, (tenaga dokter) tinggi pasarannya. Standby di Rumah Sakit, take home pay di luar," ujar Aris, Senin (2/12/2019).
Aris mengatakan, kekosongan pelamar ini membuat pemerintah Kota Magelang perlu mencarikan solusi lain.
Jabatan yang kosong nanti akan dicari melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Kita mencari dengan mekanisme BLUD, bukan dari PNS, tapi merekrut dari mekanisme BLUD," katanya.
Jumlah pelamar yang mengisi formulir CPNS sendiri ada sebanyak 3.779 orang.
Pelamar yang telah submit ada sebanyak 3.734 orang, terdiri dari formasi pendidikan 1.888 orang, formasi kesehatan 672 orang, dan tenaga teknis 1.174 orang.
Pemkot Magelang membuka 225 formasi untuk CPNS 2019 ini. Formasi tersebut terdiri dari guru 132 formasi, tenaga kesehatan 78 formasi, dan tenaga teknis 15 formasi. 132 formasi guru terdiri dari guru PAI sebanyak 27, Bahasa Indonesia enam orang, Guru Kelas sebanyak 71, Guru Matematika sebanyak tiga, Bahasa dan Sastra Jawa dua orang, Penjasorkes 15 orang, PPKN dua orang, Prakarya dua orang, dan Guru Seni Budaya empat orang.
Sementara untuk tenaga kesehatan, perawat 22, Asisten Apoteker 11 formasi, Dokter Umum 10 formasi, dan Dokter Gigi 5 formasi.
Satu formasi masing-masing untuk Dokter Spesialis Anestesi, Spesialis Bedah, Spesialis Bedah Saraf, Spesialis Jantung, Spesialis Jiwa, Spesialis Kulit dan Kelamin, Spesialis Mata, Spesialis Ortthopedi dan Traumatologi, dan Dokter Spesialis Bedah Digestif.
Dua formasi masing-masing untuk Epideemilogi, Pranata Laboratorium Kesehatan, Radiografor, Sanitarian, dan Teknisi Elektromedis. Terakhir, Apoteker sebanyak tiga formasi. Tenaga Teknis 15 formasi, terdiri dari Auditor dua formasi, Instruktur tiga kuota, Pengawas Kemetrologian satu formasi, dan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa sebanyak sembilan formasi.