Search Cari

Kabupaten Aceh Barat prioritaskan putera-puteri daerah saat tes CPNS Tahun 2019



Aceh Barat prioritaskan putera-puteri daerah saat tes CPNS

Bupati Aceh Barat H Ramli MS. Teuku Dedi Iskandar)

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memprioritaskan putera-puteri daerah dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2019 yang saat ini sedang berlangsung.

"Prioritas penerimaan terhadap putera-puteri daerah, agar nantinya para lulusan diharapkan sebagian besar dari Kabupaten Aceh Barat," kata Kepala Bidang Pengadaan dan Pembinaan Pegawai Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Barat, Andry SE Selasa di Meulaboh.

Menurutnya, pembatasan penerimaan peserta tes tersebut didasarkan pada kesesuaian Kartu Tanda Penduduk (KTP) dimana peserta tes yang diprioritaskan berasal dari Aceh Barat.

Hingga Selasa siang, kata dia, jumlah pelamar yang sudah mendatarkan diri melalui sistem komputerisasi sebanyak 2.787 orang dan pelamar yang sudah melengkapi berkas pendatarannya sebanyak 1.192 pelamar.

Untuk tahun ini, Pemkab Aceh Barat membuka penerimaan 192 formasi tes CPNS terdiri dari tenaga teknis, tenaga pendidikan (guru) dan tenaga kesehatan seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya.

Sebelumnya, Bupati Aceh Barat H Ramli MS mengharapkan kepada pemerintah pusat agar pelaksanaan tes penerimaan calon pegawai negeri sipil CPNS) dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah, tanpa harus dilaksanakan oleh pemerintah pusat.

"Alasan saya meminta agar tes CPNS ini dilaksanakan oleh masing-masing daerah, agar nantinya peserta yang lulus tes benar-benar putra-putri daerah sesuai dengan jenjang ilmu yang dibutuhkan, dan tidak mengusulkan pindah kerja ketika sudah lulus tes," katanya.

Selama ini, kata dia, setiap tahunnya jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Barat selalu berkurang karena banyaknya PNS yang mengusulkan pindah ke daerah lain, setelah beberapa tahun mengabdi.

Dampaknya, kata dia, pelayanan kepada masyarakat di setiap kecamatan dan intansi pemerintah ikut terganggu karena kekurangan tenaga ahli yang dibutuhkan seperti guru, tenaga teknis, administrasi, kesehatan, dokter serta tenaga ahli lainnya.

elain itu, para peserta tes yang lulus dalam penerimaan pada 2018 lalu kebanyakan peserta dari luar Aceh Barat dan luar Aceh, sehingga hak putra-putri daerah untuk bersaing dan mendapatkan peluang kerja di lembaga pemerintah ikut berkurang.

"Kalau seandainya putra-putri daerah yang lulus, maka jumlah PNS di Aceh Barat tidak akan lagi kekurangan, karena mereka sudah menetap di daerah dan tidak perlu usul pindah tugas," kata Ramli MS.

Ant