Kesimpulan Permenpan No 61 Tahun 2018 Tentang Nilai Minimal SKD Sebagai Syarat Ikut SKB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

1. Peserta SKB berasal dari Peserta SKD yang:
a. Lulus Passing Grade (PG) (1a)
b. Tidak lulus Passing Grade (PG) tapi memiliki nilai peringkat kumulatif terbaik (1b)

2. Peserta SKB dari poin (1b) harus memenuhi kriteria:
- Nilai kumulatif FORMASI UMUM >255
- Nilai kumulatif FORMASI UMUM DOKTER SPESIALIS dan INSTRUKTUR PENERBANG >255
- Nilai kumulatif FORMASI UMUM Petugas Ukur, Rescuer, Anak Buah Kapal, Pengamat Gunung Api, Penjaga Mercu Suar, Pelatih/Pawang Hewan, dan Penjaga Tahanan >255
- Nilai kumulatif FORMASI CUMLAUDE & DIASPORA >255
- Nilai kumulatif FORMASI DISABILITAS >220
- Nilai kumulatif FORMASI PAPUA/PAPUA BARAT >220
- Nilai kumulatif FORMASI EKS HONORER K-2 >220

3. Ketentuan di poin 2 berlaku apabila
a. Tidak ada yang lulus SKD di formasi yang tersedia (3a)
b. Belum cukup jumlah peserta lulus SKD di formasi yang tersedia (3b)

4. Untuk poin (3a), tatacaranya:
- Diurutkan dari nilai terbaik, dan diambil PALING BANYAK 3x dari Jumlah Formasi
- Kalau nilai total sama, diurut berdasarkan nilai TKP, TIU, dan TWK tertinggi
- Kalau nilai total dan nilai TKP, TIU, dan TWK nya sama, dan masuk dalam batas jumlah 3x formasi, maka seluruh peserta dengan nilai sama ikut SKB
Contoh: Di Puskesmas ABCD membutuhkan 1 orang Dokter Gigi. Pendaftar di Puskesmas ABCD ada 7 orang, dan tidak ada yang lulus SKD. Maka yang berhak mengikuti SKB adalah 3 orang dengan peringkat terbaik

Untuk poin (3b), tatacaranya:
- Dibagi dulu peserta yang lulus PG dan tidak lulus PG. Lulus PG =  Auto ikut SKB (Kelompok Pertama)
- Jatah kuota SKB untuk yang tidak lulus PG berasal dari JUMLAH FORMASI dikurangi JUMLAH LULUS PG (Kelompok Kedua)
- Peserta SKB di Kelompok Kedua, 3x dari SELISIH JUMLAH FORMASI dan JUMLAH LULUS PG
- Kalau nilai total sama, diurut berdasarkan nilai TKP, TIU, dan TWK tertinggi
- Kalau nilai total dan nilai TKP, TIU, dan TWK nya sama, dan masuk dalam batas jumlah 3x formasi, maka seluruh peserta dengan nilai sama ikut SKB
Contoh: DI Puskesmas EFGH membutuhkan 4 orang Dokter Gigi. Pendaftar di Puskesmas EFGH ada 15 orang, dan yang lulus PG ada 2 orang. Maka cara hitungannya:
   - Kelompok Pertama : 2 orang lulus PG
   - Kelompok Kedua : (JUMLAH FORMASI - JUMLAH LULUS PG) x 3
= (4 - 2) x 3 = 2 x 3 = 6 orang peringkat terbaik dari yang tidak lulus SKD
- Peserta SKB berkompetisi dengan kelompoknya masing2