Search Cari

Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Materi hingga Teknis Ujian, Perbedaan Peserta Lolos Tes SKD I &

Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Materi hingga Teknis Ujian, Perbedaan Peserta Lolos Tes SKD I & II

Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Materi hingga Teknis Ujian, Perbedaan Peserta Lolos Tes SKD I & II
Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Materi hingga Teknis Ujian, Perbedaan Peserta Lolos Tes SKD I & II 
Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Materi hingga Teknis Ujian, Perbedaan Peserta Lolos Tes SKD I & II
 Jadwal, teksnis dan materi tes SKB CPNS 2018 paling dicari peserta CPNS 2018 yang sudah dinyatakan lolos Tes SKD CPNS 2018.
Jadwal pelaksanaan ujian Tes SKB CPNS 2018 rencananya akan dilakukan mulai awal Desember 2018, tepatnya pada 4 Desember 2018.
Teknis dan materi Tes SKB CPNS 2018 sendiri dilakukan dengan mengambil dua kelompok berbeda pada peserta yang lolos Tes SKD CPNS 2018.

Sementara itu, kelompok kedua adalah peserta yang tidak lulus passing grade tetapi memiliki total nilai yang tinggi.
"Mereka akan bersaing dalam kelompoknya masing-masing, jadi tidak dicampur," tutur Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana.

Teknis lain dari Tes SKB CPNS 2018 adalah masih digunakannya sistem Computer Assisted Test (CAT).
"SKB tetap menggunakan komputer, jadi untuk tes CPNS 2018 ini semuanya memakai komputer. Mulai dari administrasi, sampai pengumuman nanti menggunakan komputer," jelasnya.
Meski terbagi menjadi dua kelompok, Bima memastikan, kualitas soal sama baiknya bagi peserta yang lolos passing grade atau tidak.

"Untuk SKB, soalnya sama, kualitas sama baik untuk yang lolos passing grade atau tidak," tutur Bima.
Sementara itu, materi ujian Tes SKB CPNS 2018 yang akan diujikan tergantung dari formasi jabatan yang dipilih.
Misalnya, bagi para peserta yang mendaftar untuk tenaga kesehatan, maka materi ujian SKB pun dirumuskan oleh Kementerian Kesehatan.
Sedangkan, untuk tenaga pendidik seperti dosen, soal akan disusun oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).


Pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruangan dilaksanakannya tes CPNS 2018.
Pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruangan dilaksanakannya tes CPNS 2018. (reni kurnia wati)

Adapun, bagi formasi guru akan dibuat oleh Kemeneterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Titik lokasi ujian Tes SKB CPNS 2018 pun telah ditentukan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Tempat pelaksanaan ujian SKB CPNS 2018 ini disebutkan akan dilakukan di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat dan seluruh station Computer Assisted Test (CAT) yang ada di Kantor Regional dan Unit Pelaksana Teknis BKNdi daerah.
Pelaksanaan ujian SKB di daerah dianggap sudah siap dan matang.
Sementara itu, Bima juga mengimbau kepada Panselnas untuk kembali mempersiapkan kemungkinan titik lokasi di ibu kota provinsi.
Pertimbangan ini diambil untuk mempermudah peserta Tes SKB CPNS 2018 mengikuti seleksi.
Sementara itu, jadwal tes SKB sendiri telah resmi disampaikan oleh BKN melalui Twitternya.
SKB akan dilaksanakan pada awal Desember 2018 tepatnya pada tanggal 4 Desember 2018.
Pelaksanaan Tes SKB CPNS 2018 masih harus menunggu beberapa instansi untuk menyelesaikan hasil rekap peserta lolos SKD , dan kebutuhan kuota yang diperlukan.


Ruangan Tes CPNS 2018 Pemkab Tanahbumbu
Ruangan Tes CPNS 2018 Pemkab Tanahbumbu (banjarmasin post group/man hidayat)

Melalui Twitternya @BKNgoid , BKN menegaskan jika belum ada pengumuman peserta SKB secara resmi.
Akan tetapi, BKN memperkirakan jadwal Tes SKB CPNS 2018 akan segera dilakukan pada 4 Desember 2018.
"Baiklah. Wahai para ortu, saat ini pengumuman peserta SKB #CPNS2018 belum ada. BKN & Pemda masih verifikasi & validasi hasil SKD.
Mimin perkirakan jadwal SKB mulai 4 Des u/ CAT BKN.
Para ortu, yakinlah bahwa anak2mu sdh dewasa. Beri mereka kepercayaan. Hilangkan keraguanmu," tulis BKN.



Jika Formasi Kosong
Pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai pemenuhan kebutuhan atau formasi calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018 melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 61 Tahun 2018.
Peraturan tersebut membahas tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan atau formasi dalam seleksi CPNS 2018. Salah satunya untuk menentukan peserta seleksi kompetensi dasar ( SKD) yang dapat mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB).
Pengolahan hasil dari kedua tes ini mempunyai bobot masing-masing, di mana nilai SKD sebesar 40 persen dan 60 persen untuk SKB.
Namun, bagaimana bila formasi tetap belum terpenuhi setelah integrasi nilai SKD dan SKB?
Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 menyebutkan beberapa tata cara pengisian formasi setelah integrasi nilai SKD dan SKB, sebagai berikut:
1. Formasi umum
Di dalam aturan tersebut menyebutkan, apabila kebutuhan formasi umum belum terpenuhi maka dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan dan kualifikasi pendidikan bersesuaian di unit penempatan atau lokasi formasi yang sama.
Peserta tersebut haruslah memenuhi nilai ambang batas sesuai Peraturan Menteri PAN RB Nomor 37 Tahun 2018 dan berperingkat terbaik.
Kemudian, apabila belum juga terpenuhi maka dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi khusus pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian di unit penempatan atau lokasi formasi yang sama.
Tentunya, peserta yang dapat mengisi kekosongan ini harus memenuhi nilai kumulatif SKD formasi umum sesuai Pasal 3 Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018, yakni paling rendah 255 dan berperingkat terbaik.


Peserta seleksi CPNS 2018 untuk Kabupaten Murungraya saat tes di Yonif 631 Antang Jalan Tjilik Riwut km 5,5 Palangkaraya.
Peserta seleksi CPNS 2018 untuk Kabupaten Murungraya saat tes di Yonif 631 Antang Jalan Tjilik Riwut km 5,5 Palangkaraya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Apabila kebutuhan formasi khusus belum terpenuhi, maka dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi umum dan formasi khusus lainnya pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang bersesuaian di unit penempatan atau lokasi formasi yang sama.
Peserta tersebut memenuhi nilai ambang batas formasi umum sebagaimana diatur pada Peraturan Menteri PAN RB Nomor 37 Tahun 2018 dan berperingkat terbaik.
Dalam hal kebutuhan formasi khusus sesuai aturan di atas belum juga terpenuhi, maka dapat diisi dari peserta yang mendaftar pada formasi umum dan formasi khusus lainnya pada jabatan dan kualifikasi pendidikan bersesuaian di unit penempatan atau lokasi formasi yang sama.
Tentunya, peserta tersebut memenuhi nilai kumulatif SKD formasi umum yang diatur pada Peraturan Menteri Nomor 61 Tahun 2018, yaitu nilai kumulatif SKD minimal 255 dan berperingkat terbaik