Search Cari

2 Kelompok Peserta Seleksi Kompetensi Bidang SKB CPNS tahun 2018

Pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan baru dalam seleksi CPNS 2018.
CPNS 2018 - Peserta Seleksi Kompetensi Bidang/SKB Terdiri dari Dua Kelompok, Ini Penjelasannya Pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan baru dalam seleksi CPNS 2018.
Kebijakan tersebut mengenai sistem kelulusan bagi peserta SKD yang termuat dalam Peraturan Menteri PAN RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.
Peraturan ini menjelaskan pembagian dua kelompok peserta SKB CPNS 2018.
Kelompok pertama terdiri dari peserta SKD yang memenuhi passing grade.
Sementara kelompok kedua terdiri dari peserta yang tidak memenuhi passing grade namun punya peringkat terbaik dari nilai kumulatif SKD.

Bagi kelompok kedua, ada aturan tambahan yaitu adanya nilai minimal SKD untuk masing-masing formasi.
Berikut nilai kumulatif minimal pada kelompok dua.
a. Nilai kumulatif SKD formasi Umum paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
b. Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Dokter Spesialis dan Instruktur Penerbang paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
c. Nilai kumulatif SKD formasi Umum untuk jabatan Petugas Ukur, Rescuer, Anak Buah Kapal, Pengamat Gunung Api, Penjaga Mercu Suar, Pelatih/Pawang Hewan, dan Penjaga Tahanan paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);

d. Nilai kumulatif SKD formasi Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude) dan Diaspora paling rendah 255 (dua ratus lima puluh lima);
e. Nilai kumulatif SKD formasi Penyandang Disabilitas paling rendah 220 (dua ratus dua puluh);
f. Nilai kumulatif SKD formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat paling rendah 220 (dua ratus dua puluh);
g. Nilai kumulatif SKD formasi Tenaga Guru dan Tenaga Medis/Paramedis dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II paling rendah 220 (dua ratus dua puluh).
Peserta yang memenuhi ketentuan tersebut dan berperingkat terbaik akan ikut tes SKB dengan jumlah paling banyak tiga kali jumlah alokasi formasi.
Jika peserta mendapatkan nilai kumulatif SKD sama, penentuan selanjutnya secara urut bersadar nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Dilansir dari Kompas.com pada Jumat (23/1/2018), Setiawan Wangsaatmaja, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN RB menjalaskan jika peserta dengan nilai sama lebih dari tiga kali formasi maka keseluruhan akan diikutsertakan SKB.
Jumlah peserta SKB pada kelompok dua maksimal sebanyak tiga kali dari selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta kelompok pertama.
Sementara pelaksanaan tes SKB akan dilakukan pada masing-masing kelompok.
Artinya kelompok pertama hanya akan berkompetisi dengan sesama peserta yang lolos passing grade.
Kelompok kedua akan berkompetisi dengan peserta yang memenuhi kualifikasi pada kelompok kedua.
Peserta SKB kelompok dua juga akan mengisi formasi sebanyak selisih antara jumlah alokasi formasi dengan jumlah peserta pada kelompok pertama.