Search Cari

PENGUMUMAN HASIL UJIAN SKD SESI DEMI SESI CPNS KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2019



Berikut kami umumkan hasil ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sesi demi Sesi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen Tahun 2019 yang telah terlaksana sejak tanggal 27 Januari s.d. 9 Februari 2020 yang lalu. Pengumuman ini kami tampilkan sembari menunggu hasil rekapitulasi SKD secara utuh yang nantinya akan kami publish kembali secara resmi melalui website ini. Adapun hasil ujian SKD sesi demi sesi tersebut dapat dilihat pada link berikut ini

(Download).
»»

SKB CPNS 2019, Pelamar Sebaiknya Fokus Pada Kisi-kisi Soal CAT Sesuai Posisi yang Dilamarnya

Pemerintah menjadwalkan tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang telah dimulai sejak 27 Januari 2020 akan berlangsung hingga pekan pertama Maret
SKB CPNS 2019, Pelamar Sebaiknya Fokus Pada Kisi-kisi Soal CAT Sesuai Posisi yang Dilamarnya
Pemerintah menjadwalkan tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang telah dimulai sejak 27 Januari 2020 lalu akan berlangsung hingga pekan pertama Maret 2020.
Untuk pengumuman hasil tes SKD dijadawalkan akan dilaksanakan pada pertengahan Maret 2020.
"Kami berharap seluruh SKD ini bisa bersaing di awal Maret. Di pusat akhir Februari. Kami berharap nanti akhir Juni peserta yang telah ditetapkan lulus seleksi CPNS sudah dapat pertimbangan teknis," kata Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, Kamis (20/2/2020).
Bagi peserta yang lolos tes SKD, tahap selanjutnya adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, tes SKB akan digelar pada 25 Maret-10 April 2020.
"Tahap selanjutnya setelah tes SKD yaitu tes SKB," kata Paryono , Minggu (23/2/2020).
Berdasarkan Peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018, tes SKB meliputi antara lain computer assisted test (CAT), tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik atau kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara.
Jumlah tes selama pelaksanaan SKB ini berbeda-beda setiap instansi pemerintah.
Sejumlah instansi hanya mensyaratkan SKB dilakukan hanya lewat CAT.
Sementara itu, banyak pula instansi yang mensyaratkan pelamar CPNS melakukan sejumlah tahapan seleksi dari psikotes hingga wawancara.
Setiap formasi akan dihadapkan dengan jenis ujian berbeda.
Umumnya, pelamar akan dihadapkan pada ujian CAT dengan soal-soal seputar bidang yang dilamar.
pelamar bisa fokus pada kisi-kisi soal CAT di SKB sesuai dengan posisi yang dilamarnya.
Formasi dalam CPNS terbagi menjadi dua, yakni Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pelaksana (JP) yang diatur Peraturan Menteri PANRB tentang nomenklatur instansi pemerintah.
Ketahui jenis formasi yang dilamar agar benar-benar fokus pada materi yang akan diujikan.
Penataan jabatan pelaksana tersebut meliputi beberapa aspek seperti penyusunan dan penetapan kebutuhan, penentuan pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, dan mekanisme pemberhentian.
Sedangkan jabatan fungsional merupakan sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas yang berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
Setelah mengetahui apakah formasi yang dilamar jabatan pelaksana atau fungsional, pelamar bisa mengetahui kisi-kisi soal SKB dengan membaca peraturan-peraturan instansi terkait tentang nomenkelatur, tugas pokok, dan fungsi pada formasi yang dilamar tersebut.
Pola JF dan JP ini juga nantinya menentukan karier PNS.
Pola karier jabatan fungsional berjenjang dari pertama hingga naik ke utama, sedangkan jabatan pelaksana kariernya berdasarkan nomenklatur jabatan.

Materi tes SKB

Materi tes SKB untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi Pembina jabatan fungsional selanjutnya diintegrasikan ke dalam bank soal CAT BKN.
Kemudian, materi untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis dapat menggunakan soal SKB yang bersesuaian atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional terkait.
Seperti contohnya untuk jabatan yang bersifat teknis atau membutuhkan keahlian khusus, seperti pranata komputer.
SKB dapat pula dilakukan dalam bentuk praktik kerja.
Selain itu, Instansi Daerah yang menyelenggarakan SKB selain sistem CAT, wajib menetapkan pedoman atau panduan pelaksanaan tes.



Alur dan tahapan proses SKB CPNS 2020 (Twitter/ BKNgoid)
Alur dan tahapan proses SKB CPNS 2020 (Twitter/ BKNgoid) 


Pelaksanaan dan materi tes SKB di instansi pusat selain dengan CAT, dapat pula berupa:

Tes potensial akademik
Tes praktik kerja
Tes bahasa asing
Tes fisik atau kesamaptaan
Psikotes
Tes kesehatan jiwa
Wawancara


Hal tersebut sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh jabatan, dengan paling sedikit 2 jenis atau bentuk tes.

Jika instansi menetapkan terdapat materi SKB yang menggugurkan, harus diinformasikan atau dicantumkan dalam pengumuman pendaftaran di masing-masing instansi.
Untuk daftar rangkaian tes SKB yang harus dijalani, pelamar CPNS bisa melihatnya pada dokumen pedoman resmi setiap instansi pemerintah yang membuka lowongan formasi.
(Trbn/Ami Heppy, Kcm/Muhammad Idris/Dandy Bayu Bramasta)
»»

Syarat-syarat Maju Tahap SKB CPNS Tahun 2020

Lolos Passing Grade SKD Belum Tentu dapat Maju ke Tahap SKB, 

Hingga saat ini proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sampai di tahapan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Lolos Passing Grade SKD Belum Tentu dapat Maju ke Tahap SKB, Berikut Syarat-syaratnya
Instagram @bkngoidofficial

Cara Cek Rangking Hasil SKD CPNS 2019 untuk Bisa Lolos Tahap SKB, Simak Langkahnya Berikut Ini. 
Hingga saat ini proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 sampai di tahapan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Nantinya melalui tahapan tersebut akan dipilih kembali, para CPNS untuk selanjutnya maju ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Bagi peserta yang memenuhi syarat dan dinyatakan lolos Passing Grade, para peserta CPNS tersebut memiliki potensi lanjut ke SKB.
Memang dapat dikatakan peserta yang lolos passing grade belum tentu 100 persen dapat lanjut ke tes SKB.
Nantinya bagi yang lolos Passing Grade, nilai peserta tersebut akan diolah terlebih dahulu, mengingat satu formasi tidak hanya dilamar oleh peserta dari satu titik (Tilok) saja.

Dilansir dari siaran pers BKN, jadi nilai harus digabungkan dengan nilai hasil SKD pelamar dari berbagai Tilok (titik lokasi).


Penentuan Kelulusan Tahap SKD (Twitter BKN @BKNgoid)
Penentuan Kelulusan Tahap SKD (Twitter BKN @BKNgoid) ()

Selain itu, pemeringkatan nilai SKD juga harus menyertakan hasil SKD peserta P1/TL (Peserta Seleksi CPNS 2018 yang memenuhi PG SKD).
Tahap pengolahan data akan dilanjutkan dengan tahap rekonsiliasi data hasil SKD yang melibatkan instansi penyelenggara SKD dan BKN.

Hasil rekonsiliasi tersebut nantinya diajukan kepada Kepala BKN untuk mendapat approval dan digital signature (DS) yang dilakukan oleh sistem pada
portal SSCASN.

Kemudian, hasil SKD seluruh peserta seleksi akan disampaikan Kepala BKN, Ketua Tim Pelaksana Panselnas kepada PPK masing-masing instansi melalui portal SSCASN dan admin instansi dapat mengunduh hasil SKD tersebut.
Selanjutnya, Ketua Panitia Seleksi Instansi akan menetapkan pengumuman hasil/kelulusan SKD dan menyampaikannya kepada publik, yakni akan diumumkan pada Maret 2020.
Kemudian bagi peserta yang lolos seleksi SKD melanjutkan pada tahap SKB.
Dilansir dari Twitter @BKNgoid, berikut ketentuan dan syarat-syaratnya:




Apabila nilai SKD sudah sesuai dengan passing grade peserta, namun ada peserta yang memiliki nilai sama, maka penentuan SKB akan diurutkan secara berurutan, didasarkan pada:
1. Nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
2. Nilai Tes Intelegensi Umum (TIU)
3. Nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)


Materi SKB



Simulasi penentuan peserta SKD lolos ke tahap SKB
Simulasi penentuan peserta SKD lolos ke tahap SKB (instagram/bkngoidoffical)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, tes SKB akan digelar pada 25 Maret-10 April 2020.
Dan penjelasan mengenai mengenai SKB dikutip dari Permenpan-RB Nomor 23 Tahun 2019
Sementara itu terkait materi SKB untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional selanjutnya diintegrasikan ke dalam bank soal CAT BKN.
Lalu, materi SKB untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis dapat menggunakan soal SKB yang bersesuaian atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional terkait.
, pelaksanaan dan materi SKB di instansi pusat selain dengan CAT, dapat pula berupa:
-Tes potensi akademik
-Tes praktik kerja
-Tes bahasa asing
-Tes fisik atau kesamaptaan
-Psikotes,
-Tes kesehatan jiwa
-Wawancara
Hal tersebut sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh jabatan, dengan paling sedikit 2 jenis atau bentuk tes.

Jika instansi menetapkan terdapat materi SKB yang menggugurkan, harus diinformasikan atau dicantumkan dalam pengumuman pendaftaran di masing-masing instansi.

(Trbn/Garudea Prabawati/Oktaviani Wahyu Widayanti) (Kcm/Dandy Bayu Bramasta)
»»

Peluang CPNS 2020 Cukup Besar, Banyak Formasi yang Kosong

Kabar Baik Pelamar CPNS yang Gagal, Peluang di 2020 Ternyata Cukup Besar

Kendati proses CPNS 2019 belum rampung secara keseluruhan, banyak yang mempertanyakan mengenai seleksi CPNS tahun 2020.
Kabar Baik Pelamar CPNS yang Gagal, Peluang di 2020 Ternyata Cukup Besar, Banyak Formasi yang Kosong
Ilustrasi peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. CPNS 2020 kemungkinan besar akan digelar dalam beberapa waktu ke depan. 

Peluang Bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang gagal, Menpan RB Tjahjo Kumolo sudah memastikan tes kembali dibuka tahun 2020 ini, tapi hanya untuk 3 formasi.
Pelaksanaan seleksi CPNS 2019 telah memasuki tahap tes seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang kemudian akan dilanjutkan dengan seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Kendati proses CPNS 2019 belum rampung secara keseluruhan, banyak yang mempertanyakan mengenai seleksi CPNS tahun 2020.
Saat dikonfirmasi terkait informasi adanya CPNS pada 2020, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono tak menampik adanya kemungkinan dibukanya seleksi CPNS pada 2020.


Paryono mengatakan, pembukaan CPNS 2020 kemungkinan akan digelar dalam beberapa waktu ke depan.

"Bulan September tahun ini (mungkin akan dibuka untuk CPNS 2020)," kata Paryono , Rabu (5/2/2020).
Namun, imbuhnya, hal tersebut masih harus dikaji secara mendalam.
Saat disinggung terkait dengan jumlah formasi dan instansi mana saja yang akan mengikuti CPNS 2020, pihaknya belum mengetahui secara pasti.
"Belum ada Permenpan-RB yang mengatur mengenai jumlah formasi dan rincian formasi yang akan diterima," papar dia.
Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Andi Rahadian.
Saat ini, imbuhnya, Kemenpan-RB masih fokus menyelesaikan pengadaan atau penerimaan CPNS 2019.
Pasalnya, menurut dia, saat ini CPNS 2019 baru memasuki fase tes SKD dan dilanjutkan tes SKB. "Mungkin saja September 2020, tapi masih perlu pembahasan lanjutan," kata Andi menjelaskan.


Untuk mengisi formasi kosong


Lebih lanjut, penerimaan CPNS pada tahun 2020 prinsipnya adalah untuk mengisi PNS atau ASN yang sudah pensiun.
Tentunya, juga sesuai dengan kebutuhan dari kementerian-kementerian dan lembaga di Pusat dan daerah.
Kemungkinan besar, formasi rekrutmen CPNS 2020 akan diisi oleh instansi yang tidak membuka seleksi CPNS 2019.
"Ya memang pada saat mereka (instansi) mengajukan penundaan untuk pembukaan CPNS 2019 kan kita memberikan surat persetujuan dan kita memang mendorong supaya untuk dibuka tahun ini. Contohnya adalah Kemenpar dan Ekonomi Kreatif," kata Andi.
Menurut dia, Kemenpar dan Ekonomi Kreatif menunda pelaksanaan CPNS 2019 karena adanya struktur baru yang masuk ke kementerian tersebut.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada semua instansi kementerian dan lembaga serta pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota untuk menyampaikan kembali kebutuhan formasi untuk pelaksanaan CPNS 2020.
"Di daerah-daerah kan ada beberapa yang menyatakan tidak membuka seleksi penerimaan CPNS untuk tahun ini. Nah, untuk yang tidak membuka penerimaan CPNS pada tahun ini, kita minta untuk disampaikan kebutuhan formasinya untuk CPNS tahun 2020 sebagai bahan pertimbangan kita untuk menetapkan formasinya," terangnya.

Permohonan kebutuhan formasi tersebut, imbuhnya, sebagai bahan pertimbangan Kemenpan-RB untuk melengkapi kebutuhan formasi di setiap instansi.

Menpan RB sebut formasi yang mungkin dibuka

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyatakan kemungkinan pembukaan seleksi CPNS pada 2020. seleksi CPNS ini bakal dibuka jika masih ada instansi atau pemerintahan daerah yang membutuhkan.
"Kalau ada yang kebutuhannya masih banyak, maka tahun depan akan kami buka lagi. Tapi kalau yang ini (seleksi CPNS 2019) sudah selesai," ujar Tjahjo di Bidakara, Jakarta, Selasa (10/12/2019) seperti dilansir CNN Indonesia.
Berkaca dari seleksi tahun lalu, kata Tjahjo, masih ada formasi di daerah yang kosong karena banyak peserta yang tak lolos seleksi. Hal itu tak lepas dari ambang batas nilai atau Passing Grade yang dianggap terlalu tinggi. Sementara kebutuhan untuk pengisian formasi itu terbilang cukup mendesak.
"Tahun kemarin banyak daerah yang tidak lulus semua. Ada juga mungkin yang kenapa minatnya kecil? Kan sekarang banyak yang diminta jurusan IT," katanya.
Kendati demikian, politikus PDIP itu tak dapat memastikan waktu pelaksanaan seleksi CPNS 2020.
Saat ini pihaknya masih fokus menyelesaikan proses seleksi CPNS 2019. 
Nantinya seleksi CPNS 2020 akan tetap diprioritaskan bagi tenaga guru, kesehatan, dan tenaga penyuluh.
"Kita utamakan untuk tenaga guru, kesehatan, penyuluh. Nanti kalau yang ini sudah, kita buka lagi," ucapnya.

5 juta pelamar di CPNS 2019

Pemerintah resmi menutup pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2019 pada 10 Desember 2019.
Diketahui seleksi CPNS 2019, pemerintah Pusat membuka lowongan sebanyak 37.425 formasi, sementara untuk pemerintah daerah tersedia lowongan 114.861 formasi.
Berdasarkan rilis resmi Badan Kepegawaian Nasional di laman Twitter-nya, @BKNgoid per Senin (9/12/2019), total 5 juta pelamar telah membuat akun.
Sedangkan lebih dari 4 juta orang telah menyelesaikan pendaftarannya hingga tahap submit.
»»

Seleksi CPNS, Puluhan Ribu Peserta Hadiri SKD di Cirebon

istimewa(ilustrasi) Suasana pemeriksaan body checking peserta CPNS di Udinus. uluhan ribu peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 5 pemerintah daerah di Universitas Muhammadiyah Cirebon mulai 2 hingga 27 Februari 2020.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, 35.088 peserta ikut seleksi untuk menempati 1.088 formasi CPNS di Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kota Cirebon, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Kepala Biro Keuangan BKN, Wahyu, mengatakan Pemerintah Kabupaten Indramayu menawarkan 361 formasi dengan kuota peserta 11.217.
“Pemkab Indramayu memiliki formasi terbanyak di antara kelima pemda tersebut,” kata Wahyu dalam pernyataan tertulis, Senin (24/2/2020).

Wahyu menjelaskan, pemerintah sedang mencari bibit-bibit unggul untuk menjadi abdi negara yang memiliki kompetensi, inovatif, dan berintegritas.

Kepala Biro Keuangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wahyu memantau pelaksanaan SKD CPNS di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jumat (21/2/2020)Dok. BKN Kepala Biro Keuangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wahyu memantau pelaksanaan SKD CPNS di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jumat (21/2/2020)

"Seleksi ini dilakukan secara transparan, akuntabel dan hasilnya dapat langsung dilihat secara realtime,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah menyiapkan sarana dan prasarana seleksi CPNS tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pemda, termasuk aparat TNI dan Polri yang telah membantu pelaksanaan SKD sehingga dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” katanya.
»»

Bawa Sontekan Saat Ujian, Peserta CPNS Bakal Didiskualifikasi

Dok. BKD JatimSejumlah peserta mengikuti pelaksanaan tes SKD CPNS di lingkungan Pemprov Jatim yang diselenggarakan di Graha Unesa Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian (BKN), Paryono mengatakan, untuk peserta Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) yang diketahui membawa kertas sontekan akan dikenakan langsung diskualifikasi.
"Untuk peserta yang ketahuan nyontek, pasti kami diskualifikasi," ujarnya, Jakarta, Senin (24/2/2020).
Menurut Paryono, diskualifikasi akan berlaku apabila peserta CPNS tertangkap tangan membawa lembar bocoran jawaban (sontekan) selama mengikuti pelaksanaan tes.

"Tapi kalau ketahuan bawa catatan pada saat sebelum masuk, maka catatannya kita ambil dan peserta dibolehkan ikut ujian," katanya.
Kendati kejadian peserta membawa kertas sontekan terkena diskualifikasi selama pelaksanaan tes, pihak BKN masih mempertimbangkan apakah peserta CPNS bisa mendaftar kembali di tahun berikutnya.
"Ini harus dibahas dalam rapat panselnas (panitia seleksi nasional) untuk sanksi ke depan," ujarnya.
Dikutip dari akun Twitter resmi @bkdjatim (#ASNProfesional) ditemukan peserta CPNS formasi 2019 area Jawa Timur, kedapatan membawa kertas catatan yang diduga merupakan sontekan.

Kejadian ini pun direspon oleh admin @BKNgoid (#ASNKiniBeda) yang tertegun dengan ulah peserta CPNS di Jatim yang nekat membawa kertas dugaan sontekan tersebut.
Pihak BKN pun mengingatkan persyaratan yang harus dibawa saat ujian tes menggunakan Computer Assisted Test (CAT).
"Aduh, lah kok isih ono maneh cak. Sama nich mimin juga speechless. Kalau mau masuknya saja sudah punya niatan buat curang begini bagaimana nantinya? Ingat ya #SobatBKN yang perlu kalian bawa ke ruangan Tes SKD #CPNS2019 hanya KTP asli dan Kartu Peserta," sebut admin BKN.
»»

Tes SKB CPNS 2019 Bagi Pelamar CPNS 2019 yang Lolos Passing Grade

Pelaksanaan tes SKD CPNS 2019 hampir rampung. Beserta yang mendapatkan nilai terbaik akan mengikuti tahapapan SKB. Siapa saja yang berhak mengikuti SK
Bagi Pelamar CPNS 2019 yang Lolos Passing Grade, Inilah yang Harus Kamu Tahu dari Tes SKB CPNS 2019 Bagi Pelamar CPNS 2019 yang Lolos Passing Grade, Inilah yang Harus Kamu Tahu dari Tes SKB CPNS 2019
Pelaksanaan tes SKD CPNS 2019 hampir rampung. Beserta yang mendapatkan nilai terbaik akan mengikuti tahapapan SKB. Siapa saja yang berhak mengikuti SKB.
Akun Twitter BKN menyampaikan bagaimana kriteria peserta SKD yang lolos ke tahap SKB.
Peserta tak hanya lulus SKD, tetapi harus lulus perangkingan.
"Silakan #SobatBKN baca dan pahami baik-baik contoh kriteria peserta SKD ke tahap SKB ini 
Saran mim, Silakan #SobatBKN baca dan pahami baik-baik contoh kriteria peserta SKD ke tahap SKB ini
Saran mimin klo pengumuman peserta ke tahap SKB belum keluar, jgn ciptakan spekulasi apalagi asumsi sendiri dlu.
Be positive and be wise because you're the part of," cuit akun ASN Twitter



Tahapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 telah sampai pada tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Selanjutnya setelah lolos tes SKD akan masuk ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Rangkaian tes SKD CPNS 2019 telah dilaksanakan sejak tanggal 27 Januari 2020 dan dijadwalkan berakhir pada tanggal 28 Februari 2020.
Berdasarkan Siaran Pers Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: 092/RILIS/BKN/XII/2019 hasil SKD dapat diumumkan sekitar tanggal 22 sampai dengan 23 Maret 2020.
Selanjutnya, instansi pusat maupun daerah dapat melaksanakan SKB mulai tanggal 25 Maret 2020 hingga 10 April 2020.
Pengumuman hasil seleksi tersebut dapat disampaikan pada tanggal 27 hingga 30 April 2020 guna integrasi nilai SKD dan SKB untuk kemudian diumumkan hasilnya tanggal 1 Mei 2020.
Selain tes SKB menggunakan sistem CAT, berikut materi tes SKB di Instansi Pusat :

  • Tes potensi akademik
  • Tes praktik kerja
  • Tes bahasa asing
  • Tes fisik/sesamaptaan
  • Psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh jabatan (sedikitnya dua jenis/bentuk tes).
  • Materi soal SKB CPNS ini bersifat teknis dapat menggunakan soal SKB yang sesuai atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional terkait.
    Sementara itu jabatan yang bersifat sangat teknis atau membutuhkan keahlian khusus seperti pranata komputer, SKB dapat dilakukan dalam bentuk praktik kerja.
    Selanjutnya, untuk Instansi Daerah yang penyelenggaraan SKB selain menggunakan CAT, wajib menetapkan pedoman/paduan pelaksanaan tes.

    Tes Berlangsung Transparan

    Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana sebagai Ketua Pelaksana Seleksi CPNS formasi tahun 2019 memastikan penyelenggaraan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga hari ke-24, telah berjalan dengan akuntabel, lancar dan transparan.
    Kepastian itu diperolehnya dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi (Tilok) SKD, salah satunya Tilok Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet pada Rabu (19/2/2020) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Selatan.
    Didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen ASN BKN, Heri Susilowati dan Direktur Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Mohammad Ridwan, Bima juga memastikan rangkaian tahapan sebelum peserta mengikuti ujian telah dijalankan oleh Panitia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    Tahapan yang telah dilakukan dengan baik itu yakni pemantauan sejak peserta memasuki lokasi ujian, screening peserta untuk memastikan bahwa yang mengikuti ujian betul-betul orang yang bersangkutan (bukan joki), penitipan barang pribadi peserta untuk keamanan, proses registrasi hingga peserta memasuki ruang ujian.
    Tidak lupa Bima juga memastikan di setiap Tilok tersedia layar monitor nilai yang ditempatkan di ruang publik.
    Layar tersebut sebagai salah satu wujud transparansi pelaksanaan SKD, di mana para penunggu peserta ujian dapat menyaksikan nilai ujian peserta secara realtime.
    “Kemudahan, kenyamanan dan keamanan menjadi salah satu bentuk pelayanan kita terhadap masyarakat khususnya kepada peserta ujian SKD CPNS Tahun 2019 sehingga seluruh penyelenggaraan dapat berjalan dengan baik,” tegas Bima.
    Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Sekretariat Negara, Andri Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia khususnya dari BKN yang telah membantu pelaksanaan SKD.
    “Ini tahun pertama kami, mengadakan ujian CPNS secara mandiri.
    Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, yang paling krusial dalam proses SKD adalah sesi ke-1 pada hari pertama pelaksanaan ujian. Syukur Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar sampai dengan pelaksanaan ujian hari ketiga ini dan kami bersama dengan panitia dari BKN dan Sekretariat Kabinet akan terus bekerja sama, bersinergi untuk menjaga agar kelancaran pelaksanaan ujian dapat berlangsung hingga hari terakhir”, ungkap Andri.
    Penyelenggaraan ujian SKD untuk Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet akan berlangsung selama 8 hari (17-24 Februari 2020) dan akan diikuti 7.191 peserta.
    Di luar itu, dalam rangkaian seleksi CPNS Kementerian ini terdapat 32 kategori peserta P1/TL yang memilih tidak mengikuti ujian sehingga yang bersangkutan menggunakan nilai ujian SKD pada tahun 2018.
    »»