Kabupaten Tanah Bumbu Usulkan Formasi CPNS 2021 sebanyak 300 pegawai

Kekurangan 3000an ASN, Tanbu Kembali Usulkan Formasi Penerimaan CPNS Hingga kini, Pemkab Tanahbumbu masih kekurangan 300 pegawai. Karena itu, mereka kembali menyampaikan usulan pegawai.Kekurangan 3000an ASN, Tanbu Kembali Usulkan Formasi Penerimaan CPNS Capture Youtube BPost Test SKD CPNS di Pemkab Tanahbumbu. 
Pengumunan pelaksanaan SKB tes CPNS masih belum jelas kapan akan dilaksanakan karena belum ada petunjuk dari Kemenpan RB.
Kendati demikian, saat ini Pemerintah daerah kembali mengusulkan formasi CPNS untuk 2020 dan 2021 tak terkecuali Kabupaten Tanahbumbu Provinsi Kalimantan Selatan.
Kekurangan ASN masih terus terjadi di Kabupaten Tanahbumbu. Bahkan kekurangan ASN yang terjadi di Kabupaten Tanahbumbu, terbilang cukup besar.
Sementara penerimaan tahun-tahun sebelumnya sangat terbatas dan jauh dari kata memenuhi.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanbu melalui Kabid Pengadaan, Pemeberhentian dan Informasi kepegawaian, Untung RLU, Selasa (2/6/2020), Pihaknya kembali mengusulkan formasi pengadaan CPNS.
" Saat ini sesuai surat Menpan, kita melakukan usulan formasi untuk usulan ASN 2020 dan 2021," katanya.
Pengusulan formasi ini dilakukan melalui aplikasi E-Formasi Kemenpan RB.
Usulan itu memiliki ketentuan yakni dengan syarat usulan jabatan fungsional tertentu dan dengan proporsi 70 persen untuk PPPK dan 30 persen untuk CPNS umum.
"Untuk jumlahnya berapa yang diusulkan masih belum final, masih proses draft usulan. Tapi kita masih banyak kekurangan ASN," ujarnya.

Untung menyebutkan, Tanahbumbu saat ini perlu sebanyak 8.041 ASN. Sementara keadaan ASN Tanbu per 31 Des 2019 hanya sebanyak 4.224. Artinya, Tanbu masih kekurangan dan membutuhkan 3.817 ASN.

"Dan jika diproyeksikan selama 5 tahun, maka tiap tahunnya perlu 763 formasi yang harus terisi," sebutnya.
Meski demikian, Tanbu saat ini memang memiliki jumlah pegawai sekitar 9 ribuan dari total keseluruhan pegawai ASN dan Non ASN Tanbu. (Bjmpost/man hidayat)
»»

Jawaban Ketua BPK Soal CPNS Gagal Dilantik


Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna, menyampaikan, tidak ada calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lembaganya yang dinilai memenuhi persyaratan menjadi PNS dari kondisi fisik atau mentalnya. Meskipun, Ia mengungkapkan, dari 11 CPNS penyandang disabilitas di BPK, 10 di antaranya berhasil lulus.

"Ini memperlihatkan secara jelas, tidak ada peserta yang dinilai memenuhi persyaratan karena difabel atau disabilitas," ungkap Agung kepada Republika melalui pesan singkat, Senin (1/6).

Dia menyampaikan, formasi yang dibuka di lembaganya adalah untuk posisi pemeriksa. Untuk itu, kata dia, dibutuhkan kemampuan fisik, mental, dan kognitif yang memadai.

Menurut Agung, difabel tidak menjadi halangan sepanjang kemampuan yang dibutuhkan tersebut dimiliki oleh peserta.

"Sayangnya untuk kegiatan Diklat Prajab yang sederharna saja, yang bersangkutan berkali-kali mengalami masalah terkait dengan kesehatan dan kesadarannya," jelas dia.

Agung mengatakan, jawaban formal lebih lanjut mengenai hal tersebut akan disampaikan Biro Humas dan KSI BPK. Jawaban formal tersebut akan dilengkapi dengan keterangan pemeriksaan medis. Penyampaian jawaban tersebut saat ini tengah disiapkan.

"Sedang disiapkan, saat ini kita sedang fokus penyelesaian LKPP/LKKL, terdiri dari 87 K/L dan 1 LKPP, LK BI, LK OJK, LK LPS dan 542 LKPD. Agar yang pusatbakan diserahkan tepat waktu, diperkirakan pertengahan bulan ini," kata dia.
»»

Minim Anggaran, Penerimaan CPNS Tahun Ini Ditiadakan



Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan tak ada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) periode 2020. Keputusan itu diambil karena tak ada alokasi anggaran penerimaan CPNS 2020.

" Tahun anggaran 2020, tidak ada (penerimaan PNS)," ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas BKN Paryono kepada merdeka.com, Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, pada Selasa 2 Juni 2020.

Salah seorang sumber merdeka.com mengatakan pemerintah harus membatalkan penerimaan CPNS 2020 disebabkan anggaran seleksi yang direalokasi untuk penanganan virus corona di Indonesia. Namun, saat diminta konfirmasi akan hal ini, Paryono tidak memberi tanggapannya.

Pada CPNS Formasi Tahun 2019 lalu, Pemerintah Jokowi membuka 150.315 formasi dengan rincian 36.935 pada 65 Instansi Pusat dan 113.380 pada 456 Instansi Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota).

Untuk tahapan pelaksanaan penerimaan PNS 2019, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menggelar Tes seleksi kompetensi bidang (SKB) bagi calon pegawai negeri sipil atau CPNS setelah ujian sekolah kedinasan. SKB rencananya akan digelar paling lambat pada September 2020.

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 akan digelar setelah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan (Dikdin) Formasi 2020. Namun hal itu tetap menyesuaikan dengan status kedaruratan pandemi Covid-19 di Indonesia.
»»

Seleksi SKB CPNS Bangka Tengah, BKPSDMD Tunggu Arahan dari BKN

Saat ini BKN sedang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 pusat terkait mekanisme pelaksanaan SKB.
Seleksi SKB CPNS Bangka Tengah, BKPSDMD Tunggu Arahan dari BKN
Para peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2020 di Gedung Diklat Bateng, Minggu (23/2/2020). 

Badan Kepegawaian Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), belum mengetahui pasti kapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) penerimaan CPNS di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) akan dilaksanakan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Mutasi BKPSDMD Kabupaten Bateng, Dhani.
"Sampai saat ini kami belum menerima arahan lebih lanjut dari BKN," ujar Dhani, Selasa (2/6) kepada Bangkapos.com
Ia mengatakan bahwa saat ini BKN sedang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 pusat terkait mekanisme pelaksanaan SKB.
Karena jika SKB ini dilaksanakan di tengah pandemi, dimungkinkan tes tersebut akan menggunakan SOP penanganan Covid-19.
Dikarenakan pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang, pelaksanaan tes SKB di Kabupaten Bateng sudah mundur selama tiga bulan.
(Bngkpos/Muhammad Rizki)
»»

Jadwal Tes SKB CPNS 2019 Belum Jelas Karena Covid-19, Seleksi CPNS 2020 Ditiadakan

Badan Kepegawaian Negara ( BKN) dan Panitia Seleksi Nasional ( Panselnas) CPNS tahun anggaran 2019 masih belum menentukan jadwal pelaksanaan Tes SKB.
Jadwal Tes SKB CPNS 2019 Belum Jelas Karena Covid-19, Seleksi CPNS 2020 Ditiadakan
SKD CPNS Kemenkomaritim di Gelanggang Remaja Kecamatan Kelapa Gading, Sabtu (27/10/2018) 
Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Panitia Seleksi Nasional ( Panselnas) CPNS tahun anggaran 2019 masih belum menentukan jadwal pelaksanaan Tes SKB ( Seleksi Kompetensi Bidang).
Jika Tes SKB CPNS 2019 belum jelas, lalu bagaimana nasib seleksi CPNS 2020 atau tahun anggaran 2020 di tengah pandemi virus corona atau Covid-19?
Seperti diketahui, Tes SKB CPNS 2019 harus diundur dari yang awalnya 25 Maret 2020 harus diundur rencananya hingga bulan Agustus karena pandemi virus corona atau Covid-19.


Namun menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Panselnas mengatakan jadwal Tes SKB CPNS 2019 ini juga belum pasti.

Hal ini lantaran tetap menyesuaikan dengan status kedaruratan pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Untuk itu, selain menunggu persetujuan Presiden terhadap jadwal yang ditetapkan tersebut, Panselnas juga mempertimbangkan rekomendasi dari Gugus Tugas Pandemi soal status darurat Covid-19,” terang Bima dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2020) malam.
Aspek kesiapan pelaksanaan tes
Dari aspek kesiapan infrastruktur pelaksanaan tes, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen memaparkan soal antisipasi metode pelaksanaan seleksi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) bila digelar di masa pandemi Covid-19.

Suharmen menyebutkan bahwa BKN saat ini terus melakukan uji coba atau stress testing sistem CAT online sebagai antisipasi pelaksanaan SKD Dikdin Tahun 2020 dan SKB CPNS Formasi Tahun 2019.
“Dari sisi pelaksanaan secara teknis, kami sudah mencoba antisipasi metode tes pelaksanaan tes SKB CPNS 2019 dan SKD Dikdin 2020," kata dia.
Salah satu yang sudah dilakukan uji coba adalah pelaksanaan ujian CAT pada seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kementerian Agama dengan menggunakan metode CAT Online pada 12 Mei 2020 lalu.
"BKN juga terus melakukan pemutakhiran secara sistem dan teknologi untuk pelaksanaan seleksi secara massal di masa pandemi Covid-19 seperti ini,” jelas Suharmen.

Nasib Seleksi CPNS 2020
Jika nasib Tes SKB CPNS 2019 belum jelas, lalu bagaimana dengan rencana seleksi CPNS 2020?
Sebelumnya, pada bulan Februari 2020 lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono tak menampik adanya kemungkinan pembukaan keran CPNS 2020.
Paryono mengatakan pembukaan CPNS 2020 kemungkinan akan digelar dalam beberapa waktu ke depan.
"Bulan September tahun ini (mungkin akan dibuka untuk CPNS 2020)," kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/2/2020).
Namun, imbuhnya, hal tersebut masih harus dikaji secara mendalam.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Andi Rahadian.
Saat ini, imbuhnya Kemenpan-RB masih fokus menyelesaikan pengadaan atau penerimaan CPNS 2019.
"Mungkin saja September 2020. Tapi masih perlu pembahasan lanjutan," kata Andi menjelaskan.
Mengisi kekosongan Lebih lanjut, penerimaan CPNS pada tahun 2020 prinsipnya adalah untuk mengisi PNS atau ASN yang sudah pensiun.
Tentunya, juga sesuai dengan kebutuhan dari kementerian-kementerian dan lembaga di pusat dan daerah.
Kemungkinan besar, formasi rekrutmen CPNS 2020 akan diisi oleh instansi yang tidak membuka seleksi CPNS 2019.
"Ya memang pada saat mereka (instansi) mengajukan penundaan untuk pembukaan CPNS 2019 kan kita memberikan surat persetujuan dan kita memang mendorong supaya untuk dibuka tahun ini," kata Andi.
"Contohnya adalah Kemenpar dan Ekonomi Kreatif," kata Andi.
Menurut dia, Kemenpar dan Ekonomi Kreatif menunda pelaksanaan CPNS 2019 karena adanya struktur baru yang masuk ke kementerian tersebut.

CPNS 2020 Ditiadakan
Akan tetapi, lantaran pandemi virus corona dan Covid-19 mulai terjadi di Indonesia pada bulan Maret, membuat segalanya berubah.
Plt Humas BKN Paryono mengatakan CPNS 2020 ditiadakan karena pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk penerimaan CPNS dan fokus ke penanganan virus corona atau Covid-19.
"Untuk tahun anggaran 2020, ditiadakan (penerimaan CPNS)," ujar Paryono, Senin (1/6/2020).
Hal senada juga diungkapkan Plt Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Wijinarko.
Teguh menjelaskan seleksi CPNS 2020 kemungkinan bakal ditunda untuk CPNS tahun anggaran 2021.
"Tidak mungkin proses rekrutmen digelar dalam situasi seperti ini. Apalagi pemerintah tengah fokus pada penanganan Covid-19," ujarnya.
Meski demikian, Teguh menjelaskan proses usulan formasi dari intansi pusat dan daerah tetap berjalan.
»»

BKN Belum Putuskan Jadwal Tes SKB CPNS 2019, Bagaimana Nasib Seleksi CPNS 2020?

Bagaimana nasib seleksi CPNS 2020 yang dikabarkan bakal digelar bulan September ini, jika Tes SKB CPNS 2019 saja belum jelas?
BKN Belum Putuskan Jadwal Tes SKB CPNS 2019, Bagaimana Nasib Seleksi CPNS 2020?
Peserta saat bersiap mengikuti ujian menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jatim di Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional II Surabaya di Sidoarjo, Jumat (26/10). CPNS Pemprov Jatim diikuti 62.321 peserta yang akan merebutkan lowongan formasi sebanyak 1.065 orang. 

Belum ada kejelasan terkait jadwal Tes SKB ( Seleksi Kompetensi Bidang) CPNS 2019 atau tahun anggaran 2019 dari Badan Kepegawaian Negara ( BKN) maupun Panitia Seleksi Nasional ( Panselnas).
Lalu bagaimana nasib seleksi CPNS 2020 yang dikabarkan bakal digelar bulan September ini, jika Tes SKB CPNS 2019 saja belum jelas?
Seperti diketahui, Tes SKB CPNS 2019 harus diundur dari yang awalnya 25 Maret 2020 harus diundur rencananya hingga bulan Agustus karena pandemi virus corona atau Covid-19.


Namun menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara ( BKN), Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Panselnas mengatakan jadwal Tes SKB CPNS 2019 ini juga belum pasti.

Hal ini lantaran tetap menyesuaikan dengan status kedaruratan pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Untuk itu, selain menunggu persetujuan Presiden terhadap jadwal yang ditetapkan tersebut, Panselnas juga mempertimbangkan rekomendasi dari Gugus Tugas Pandemi soal status darurat Covid-19,” terang Bima dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2020) malam.
Aspek kesiapan pelaksanaan tes
Dari aspek kesiapan infrastruktur pelaksanaan tes, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen memaparkan soal antisipasi metode pelaksanaan seleksi dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) bila digelar di masa pandemi Covid-19.

Suharmen menyebutkan bahwa BKN saat ini terus melakukan uji coba atau stress testing sistem CAT online sebagai antisipasi pelaksanaan SKD Dikdin Tahun 2020 dan SKB CPNS Formasi Tahun 2019.
“Dari sisi pelaksanaan secara teknis, kami sudah mencoba antisipasi metode tes pelaksanaan tes SKB CPNS 2019 dan SKD Dikdin 2020," kata dia.
Salah satu yang sudah dilakukan uji coba adalah pelaksanaan ujian CAT pada seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kementerian Agama dengan menggunakan metode CAT Online pada 12 Mei 2020 lalu.
"BKN juga terus melakukan pemutakhiran secara sistem dan teknologi untuk pelaksanaan seleksi secara massal di masa pandemi Covid-19 seperti ini,” jelas Suharmen.

Nasib Seleksi CPNS 2020
Jika nasib Tes SKB CPNS 2019 belum jelas, lalu bagaimana dengan rencana seleksi CPNS 2020?
Sebelumnya, pada bulan Februari 2020 lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono tak menampik adanya kemungkinan pembukaan keran CPNS 2020.
Paryono mengatakan pembukaan CPNS 2020 kemungkinan akan digelar dalam beberapa waktu ke depan.
"Bulan September tahun ini (mungkin akan dibuka untuk CPNS 2020)," kata Paryono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/2/2020).
Namun, imbuhnya, hal tersebut masih harus dikaji secara mendalam.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Andi Rahadian.
Saat ini, imbuhnya Kemenpan-RB masih fokus menyelesaikan pengadaan atau penerimaan CPNS 2019.
"Mungkin saja September 2020. Tapi masih perlu pembahasan lanjutan," kata Andi menjelaskan.
Mengisi kekosongan Lebih lanjut, penerimaan CPNS pada tahun 2020 prinsipnya adalah untuk mengisi PNS atau ASN yang sudah pensiun.
Tentunya, juga sesuai dengan kebutuhan dari kementerian-kementerian dan lembaga di pusat dan daerah.
Kemungkinan besar, formasi rekrutmen CPNS 2020 akan diisi oleh instansi yang tidak membuka seleksi CPNS 2019.
"Ya memang pada saat mereka (instansi) mengajukan penundaan untuk pembukaan CPNS 2019 kan kita memberikan surat persetujuan dan kita memang mendorong supaya untuk dibuka tahun ini," kata Andi.
"Contohnya adalah Kemenpar dan Ekonomi Kreatif," kata Andi.
Menurut dia, Kemenpar dan Ekonomi Kreatif menunda pelaksanaan CPNS 2019 karena adanya struktur baru yang masuk ke kementerian tersebut.

CPNS 2020 Ditiadakan
Akan tetapi, lantaran pandemi virus corona dan Covid-19 mulai terjadi di Indonesia pada bulan Maret, membuat segalanya berubah.
Plt Humas BKN Paryono mengatakan CPNS 2020 ditiadakan karena pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk penerimaan CPNS dan fokus ke penanganan virus corona atau Covid-19.
"Untuk tahun anggaran 2020, ditiadakan (penerimaan CPNS)," ujar Paryono, Senin (1/6/2020).
Hal senada juga diungkapkan Plt Deputi SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Wijinarko.
Teguh menjelaskan seleksi CPNS 2020 kemungkinan bakal ditunda untuk CPNS tahun anggaran 2021.
"Tidak mungkin proses rekrutmen digelar dalam situasi seperti ini. Apalagi pemerintah tengah fokus pada penanganan Covid-19," ujarnya.
Meski demikian, Teguh menjelaskan proses usulan formasi dari intansi pusat dan daerah tetap berjalan.
»»

Seleksi Kompetensi CPNS 2020 digelar Agustus

Seleksi Kompetensi CPNS 2020  digelar Agustus
Kepala BKD Sumbar Abdul Gafar. (ANTARA/Miko Elfisha)
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk calon PNS yang telah lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) kemungkinan diselenggarakan Agustus atau September 2020 sehingga calon peserta diminta mempersiapkan diri.

"Jadwal pastinya masih kami tunggu dari pusat, namun ancar-ancarnya sekitar Agustus atau September 2020," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar Abdul Gafar di Padang, Selasa.

Ia mengatakan sebelum wabah COVID-19 melanda, Pemprov Sumbar sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk pelaksanaan ujian, baik sarana prasarana maupun sumber daya manusia (SDM)-nya, namun karena adanya pandemi maka pelaksanaan ditunda.

"Kita juga belum tahu apakah mekanisme dan prosedur pelaksanaannya nanti akan berbeda, disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19 ini. Kita tunggu arahan pusat dulu," ujarnya.

Ia mengingatkan untuk calon peserta ada baiknya menyiapkan diri secara mental serta harus menguasai ilmu di bidang formasi CPNS yang dipilih nanti.

Untuk Pemprov Sumbar, SKB CPNS akan diikuti 1.803 orang atau rangking 1, 2 dan 3 yang lolos SKD. Dari jumlah itu hanya 601 orang yang akan diterima.

Sementara itu salah seorang CPNS yang lolos SKD di Sumbar, Yunita (26), menyebutkan belum mendapatkan informasi pasti kapan jadwal pelaksanaan SKB. Ia khawatir pelaksanaan ujian akan dihentikan karena pandemi COVID-19.

"Lolos SKD tidak mudah. Ada ribuan orang saingan. Sekarang untuk satu formasi tinggal tiga orang yang akan bersaing. Mudah-mudahan ujiannya tetap dilanjutkan," katanya.
»»